Home » Contributors » DPO: Detachment Police Operation

DPO: Detachment Police Operation

Notes: Anggaplah ini semacam resensi film dalam bentuk surat terbuka untuk A’a Gatot Brajamusti (untuk lebih akrab, selanjutnya akan disebut dengan nama A’a Gatot). Dan melalui situs DANIELDOKTER.COM ini aku ingin menyampaikan keresahanku dan ketidak percayaanku atas film DPO yang diperankan dan mungkin diproduseri oleh A’a Gatot himself.

Dear A’a Gatot
Di Tempat.

Aku telah menonton DPO bersama pasanganku kemarin. Dan entah kenapa pasanganku berkata bahwa penonton DPO di teater bioskop yang kami datangi hanya berjumlah total 8 orang, itu pun termasuk aku dan pasanganku. Tapi perasaanku berkata lain, aku justru melihat teater bioskop tersebut penuh oleh penonton, bahkan ada sebagian penonton yang duduk di lantai teater. Namun begitu aku menelisik lebih lanjut ternyata benar bahwa penontonnya hanya berjumlah 8 orang, mungkin sisanya adalah makhluk halus sebangsa Jin.

Mungkin saja benar adanya, menonton DPO akan jadi pengalaman spiritual karena aku menontonnya dengan makhluk astral dari dunia lain. Tapi berbicara tentang dunia lain, salah satu tokoh utama di film ini yaitu Torro Margens pun sempat mencorong namanya karena pernah menjadi pembawa acara Uka-uka yang juga membahas tentang dunia makhluk astral. Sungguh ini akan menjadi pengalaman berbeda.

dpo5

Adegan pembuka DPO sungguh memukau, landscape langit Jakarta terpampang dengan sangat elegan, tampilan gambar matahari senja yang turun di antara gedung Jakarta mengingatkanku pada tayangan Adzan Maghrib di televisi, aku yakin seluruh penggemar puisi senja di twitter akan terpana dengan apa yang ada di layar bioskop saat itu. Belum lagi ditambah suara latar orang bernyanyi dengan cengkok suara yang sangat relijius, sungguh saat itu aku ingin mengambil air wudhu. Aku yakin saat Maher Zain melihat adegan itu pun maka dia akan menangis tersedu kegelian. Melalui adegan awal itu pun aku yakin A’a Gatot telah menciptakan genre baru dalam dunia film, yaitu film action religi.

Alur cerita bermulai saat adegan pembunuhan terhadap seorang anggota polisi di Rawa Keling, tempat yang disinyalir sebagai markas gembong kejahatan bernama Satam (Torro Margens). Anggota polisi tersebut dibunuh oleh anak buah Satam yang sosoknya sama sekali tidak intimidatif. Tapi yang membuatku kaget adalah cara eksekusi anggota polisi tersebut dengan digorok lehernya. Aku bergidik, bukan karena adegan sadisnya, aku bergidik karena melihat darah yang keluar tampak seperti saos cap cabe gunung. Aku semakin kaget dengan warna gambar film yang mendadak redup.

Tapi aku berhusnudzon baik. Apabila Wes Anderson terkenal dengan filmnya yang penuh warna-warni. Mungkin A’a Gatot sedang membuat trademark dengan film berwarna buram dan redup. Leh uga u…

Akhirnya karakter yang kutunggu pun muncul. A’a Gatot yang berperan sebagai Captain Sadikin hadir dalam adegan pertama dimana A’a Gator mengotopsi polisi yang dibunuh. Dengan sigap, layaknya salah satu anggota CSI, A’a Gatot dapat dengan cepat mengetahui bahwa pembunuhan itu terjadi Rawa Keling. Sungguh bukan main betapa aku kagum. Kalau CSI butuh berhari-hari untuk mengotopsi pembunuhan, A’a Gatot hanya butuh sekian detik. Dengan kecepatan dan kesaktian A’a Gatot, bahkan aku kemudian yakin A’a Gatot dapat membangun 1000 candi dalam satu malam.

dpo4

Tanpa banyak omong A’a Gatot langsung meminta izin dari sang komandan (yang gue nggak tahu diperankan oleh siapa) untuk membongkar kejahatan di Rawa Keling. Sang komandan pun ditampilkan berkumis dan mempunyai sekretaris bernama Eva Vermont, yang wajahnya perpaduan antara Marissa Nasution dan Jihan Amir. Aku terdiam terpaku saat A’a Gatot membangun dialog dengan Eva Vermont yang A’a Gatot panggil dengan nama EPA PERMON. Aksen khas A’a Gatot yang eksentrik sangat kental mengganti huruf V dengan huruf P. Sungguh aksen yang eksotis.

A’a Gatot yang aku hormati,

Aku mohon maaf karena saat menonton film ini aku sempat tertidur di dalam teater bioskop. Mungkin hal itu disebabkan oleh pendingin ruangan yang semakin terasa dingin karena sedikitnya jumlah penonton di dalam teater tersebut. A’a jangan ngambek karena aku ketiduran. Pacarku sering ngambek karena aku telat balat Whatsapp karena ketiduran, Please A’a Gatot jangan ngambek…

Kemudian aku terbangun saat A’a Gatot mulai merekrut sejumlah anak buah terbaik demi misi pemberantasan markas penjahat di Rawa Keling. Proses pencarian anak buah berjalan dengan sangat teliti. Captain Sadikin berhasil mengumpulkan 4 orang anak buah yang bernama Julie, Ganta, Tatang dan Andi. Proses rekrutmen itu membuatku ingat dengan proses rekrutmen Amanda Waller saat membentuk Suicide Squad. Tapi kemudian aku jadi menebak apakah ini akan menjadi Tim seperti The Avengers dengan kearifan lokal ala A’a Gatot? Apakah A’a Gatot akan berperan sebagai Captain America yang memimpin The Avengers? Tapi ternyata komposisi tim DPO menurutku malah lebih mirip The A-Team. Kalau mau dibandingkan dengan tim kesebelasan sepakbola, Tim DPO milik Captain Sadikin, sama seperti Liverpool yang nggak pernah juara Liga Premier.

dpo2

Dengan menunggang mobil Hummer berhias sticker DPO yang seperti hasil cutting sticker pinggir jalan, akhirnya tim yang dipimpin oleh Captain Sadikin berangkat menuju Rawa Keling. Proses penyerbuan dilakukan saat pagi hari, di saat emak-emak penduduk Rawa Keling sedang berbelanja sayuran. Aku bertanya apakah tim DPO sempat mampir sarapan nasi uduk sebelum berangkat? Semoga A’a bisa menjawab pertanyaanku ini.

Tapi ternyata menyerbu markas Satam di Rawa Keling itu bukanlah hal mudah. Kalau dibandingkan, bahkan lebih mudah menggerebek pesta narkoba di sebuah hotel daripada menyerbu Rawa Keling. Tapi Captain Sadikin adalah A’a Gatot, dan mereka berdua adalah figur jagoan yang sama. Proses menyerbu sarang kriminal di Rawa Keling cukup butuh sebuah tim beranggotakan 5 orang. Sly Stallone akan merasa malu saat menonton film ini, karena jelas Team Expendables tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan tim DPO.

Kerusuhan terjadi saat tim DPO menyerbu Rawa Keling, seluruh dedengkot preman dan penjahat keluar dari sarangnya untuk mencegah Captain Sadikin and The DPO Team menangkap Satam. Adegan tembak-tembakan, pukul-pukulan, tusuk-tusukan dan bacok-bacokan dengan darah yang muncrat seencer kuah soto pun diperlihatkan dengan sangat sedih. Bahkan A’a Gatot yang berperan sebagai Captain Sadikin melakukan aksi memorable yang akan lebih di ingat dari seluruh aksi memorable Jason Statham di film laga yang dibintanginya. Captain Sadikin berhasil menangkap seorang penjahat yang lari menggunakan motor RX-King hanya dengan bertatap-tatapan dengan penjahat tersebut. Sungguh adegan yang sangat mengiris batin. Aku berpendapat bahwa tatapan A’a Gatot memang setajam tatapan seekor Elang mengincar Ikan Cupang.

dpo1

Aku terhenyak dari kursi tempat  duduk saat 2 orang dari anggota DPO mengalami nasib yang mengenaskan. Kekagetanku bukan karena apa yang terjadi kepada mereka, kekagetanku terjadi karena adegan tersebut begitu menunjukkan nyali yang besar. Sebuah plot cerita yang berani. Bahkan saking beraninya mungkin Kak Seto dan KOMNAS ANAK akan mengusut adegan tersebut dengan tuntutan Child Murder dan Child Murderer.

Di penghujung cerita pun aku semakin kaget dengan plot twist yang muncul. Ternyata semudah itu membuat plot twist dengan memunculkan tanda tanya bagi para penonton. Ternyata Satam harus tamat ditangan orang yang tidak pernah aku sangka. Belum lagi setelah itu adegan perebutan kacamata yang lebih menarik untuk diketawai daripada seluruh adegan film DPO yang tidak akan aku ingat sampai kapan pun.

dpo3

A’a Gatot Brajamusti yang flamboyan,

Terlepas dari bagus atau sama sekali tidak bagus sama sekali film DPO ini. Aku sungguh kagum dengan usaha A’a Gatot dalam membuat sebuah film action yang menarik untuk dikomentari dengan kalimat singkat yang kurang baik. Walaupun film DPO ini tidak terlalu banyak yang menonton, tapi sungguh walau bagaimana pun usaha A’a Gatot dalam memproduseri film ini adalah hal yang akan aku ingat untuk tidak aku ingat.

Aku sebenarnya tidak yakin bahwa A’a Gatot adalah orang penting dalam film ini. Bahkan saking tidak yakinnya, aku beranggapan pasti film ini buatan Jin yang bersarang di dalam tubuh A’a Gatot Brajamusti.

Begitu lho A’, maksudku.

dmoz

dmoz

Heaven Knows I'm Miserable Now
dmoz

Latest posts by dmoz (see all)