Home » Events » PROYEK KOLABORASI OMNIBUS ‘ASIAN THREE-FOLD MIRROR’ DI TOKYO INTERNATIONAL FILM FESTIVAL KE-29

PROYEK KOLABORASI OMNIBUS ‘ASIAN THREE-FOLD MIRROR’ DI TOKYO INTERNATIONAL FILM FESTIVAL KE-29

Tokyo International Film Festival (TIFF/TIFFJP) bersama the Japan Foundation Asia Center memulai kolaborasi mereka dalam penyelenggaraan festivalnya di tahun 2014. Selain pertukaran proyek film sebagai bagian dari kolaborasi budaya, kerjasama ini juga dimaksudkan untuk memperdalam pemahaman antara Jepang dengan negara-negara Asia lain, sekaligus memperkenalkan talenta-talenta filmmaker Asia ke mata dunia.

‘The Asian Three-Fold Mirror Project’ merupakan salah satu usaha untuk itu. Untuk proyek perdana yang diberi subjudul ‘Reflections’, omnibus yang merupakan produksi bersama dari TIFF dan Japan Foundation ini membawa tiga sutradara dari Jepang, Filipina dan Kamboja untuk mempersembahkan segmen yang berisi visi dan perspektif mereka tentang Asia dari sisi sosiokultural negaranya masing-masing. Ini jelas akan menjadi gambaran yang sangat beragam, namun seperti sebuah ‘three-fold mirror’ seperti judul proyeknya, semuanya tetap berada dalam satu kesatuan bernama Asia.

Membawa tema ‘Live Together in Asia’, tiga sutradara dalam ‘The Asian Three-Fold Mirror’ edisi perdana ini adalah Brillante Ma. Mendoza (Filipina), Isao Yukisada (Jepang) dan Sotho Kulikar (Kamboja). Tiga segmennya akan membidik kehidupan sejumlah karakter yang menempuh perjalanan antara Jepang dan Kamboja, Filipina dan Malaysia.

Dalam ‘Shiniuma’ yang dibintangi aktor terkenal Filipina Lou Veloso (‘The Bourne Legacy’) dan ber-setting di Obihoro area – Hokkaido dan Manila, Brilante Ma. Mendoza menyorot isu kehilangan status kebangsaan dan kampung halaman lewat kacamata seorang imigran ilegal Filipina di Jepang yang dideportasi dan untuk pertama kali setelah sekian tahun pulang ke negaranya.

Sementara dalam ‘Pigeon’, Isao Yukisada mengetengahkan hubungan pensiunan serdadu Jepang (diperankan oleh Masahiko Tsugawa) yang menetap lama di sebuah penangkaran burung merpati di Malaysia dengan seorang pekerja wanita di sana (diperankan aktris Malaysia Sharifah Amani).

‘Beyond the Bridge’ sendiri merupakan film kedua sutradara Sotho Kulikar setelah memenangkan banyak penghargaan lewat ‘The Last Reel’ (2014). Berlatar belakang perang saudara bangsanya serta ‘Japan – Cambodia Friendship Bridge’ di Phnom Penh, film ini dibintangi Masaya Kato bersama penari/koreografer Kamboja Chumvan Sodhachivy.

Premiere dunia ‘The Asian Three-Fold Mirror Project: Reflections’ akan berlangsung pada tanggal 26 Oktober di tengah-tengah penyelenggaraan edisi ke-29 Tokyo International Film Festival, dan direncanakan akan terus berlanjut dengan tema/sutradara berbeda hingga 2020 menuju perayaan akbar Tokyo Olympics and Paralympics.

ref_poster_0909_fix

(image .net)

danieldokter

danieldokter

Daniel Irawan adalah pemilik situs ini.
danieldokter

Latest posts by danieldokter (see all)