Home » Dan at The Movies » STORKS (2016)

STORKS (2016)

STORKS: AN IRRESISTIBLY CUTE ODE ABOUT FINDING YOUR FAMILY

Sutradara: Nicholas Stoller & Doug Sweetland

Produksi: Warner Animation Group, RatPac-Dune Entertainment, Stoller Global Solutions, Warner Bros, 2016

storks
( Sumber /net)

Dominasi Disney dan DreamWorks di ranah animasi memang masih sulit untuk dikalahkan. Tapi sesekali, pesaing mereka bisa tampil secara mengejutkan. Datang dari Warner Animation Group (WAG) yang – oh, jangan dulu menyebut Lego animations – sebenarnya merupakan rival terbesar Disney Classics lewat franchise Looney Tunes di layar kaca, ‘Storks’ adalah kejutan hebat buat tahun ini. Sayang memang lagi-lagi ia harus kalah dengan brand-names yang di balik nilai klasik mereka, demi selera audiens sekarang, mulai perlahan merambah ranah-ranah realistis dan inovasi storytelling hingga lupa dengan sebuah unsur terpenting mengapa animasi dibuat orang – terutama buat konsumsi utamanya pada pemirsa belia; jokes.

Luckily, Jeff Robinov, kepala divisi layar lebar Warner, sudah membawa Warner Animations bermetamorfosis bersama grup baru untuk pengembangan skrip animasi layar lebarnya di balik bandrol baru yang diberi nama ‘think tank’. Selain Phil Lord dan Chris Miller dari ’21 Jump Street’, ‘Cloudy with a Chance of Meatballs’ dan tentunya ‘The Lego Movie’ yang membuka jalan produk mainan terkenal ini ke franchise layar lebar yang terbentang sangat luas ke depan, ada John Requa dan Glenn Ficara dari ‘Cats & Dogs’ dan ‘Bad Santa’ serta Nicholas Stoller, sineas yang juga berada di balik komedi lintas usia dari ‘Forgetting Sarah Marshall’ diikuti ‘Get Him to the Greek’ ke dua instalmen ‘The Muppets’ baru. Sebagai ‘brain trust’ yang mengadopsi kerjasama pentolan-pentolan Disney – Pixar, setelah ‘The Lego Movie’, ‘Storks’ menunjukkan sehebat apa kolaborasi itu. Track record masing-masing di film-film komedi yang sebagian berpola nyeleneh itu kini seakan membentuk racikan aneh ke dalamnya. Awkward dan lunatic, tapi tetap di layer terdasar yang membangun semuanya, the jokes work. Big time.

storks_danieldokter_1

Diawali animatedThe Lego Ninjagoshort Master Wu yang disuarakan Jackie Chan, ‘Storks’ membawa kita dengan latarbelakang mitos terkenal bangau (stork) pembawa/pengantar bayi dari Greek myth ke Jerman (yang banyak dianggap sebagai negara asal mitosnya) hingga fabel Hans Christian Andersen, ke sebuah pabrik fiktif di atas langit yang bernama Cornerstore. Lama sudah berubah dari babies delivery menjadi postal delivery service untuk produk-produk rumahtangga hingga gadget akibat kegagalan bangau Jasper (disuarakan Danny Trejo) mengantarkan baby Tulip (Katie Crown) yang akhirnya menjadi satu-satunya human worker di Cornerstore, CEO mereka, Hunter (Kelsey Grammer) kini akan memberikan posisinya pada Junior (Andy Samberg), top delivery stork-nya, dengan syarat ia harus bisa memecat Tulip. Namun tak sampai hati, Junior lantas menyembunyikan Tulip di mail room yang sudah lama ditutup.

Sementara di bumi, seorang anak kecil Nate Gardner (Anton Starkman) yang merasa tak diperhatikan kedua orangtuanya, Henry dan Sarah (Ty Burrell & Jennifer Aniston), pialang rumah supersibuk, tanpa menyadari Cornerstore tak lagi mengurusi bayi, mengirim surat meminta adik laki-laki. Jatuh ke tangan Tulip yang menjalankan lagi mesin pencipta bayi hingga melukai sayap Junior, seorang bayi perempuan yang belakangan mereka namakan Diamond Destiny pun muncul.

Tak mau kehilangan jabatan yang dijanjikan Hunter, Junior pun akhirnya menyetujui untuk mengantarkan Diamond Destiny bersama Tulip secara diam-diam. Dengan pesawat buatan Tulip, mereka malah terjebak di tengah tundra dan kepungan kawanan srigala pimpinan Alpha & Beta (Keegan Michael-Key & Jordan Peele) yang bisa bertransformasi menjadi apa saja dan malah berbalik mau merebut Diamond karena jatuh cinta pada bayi itu. Sementara, mengetahui rencana ini, Toady (Stephen Kramer Glickman), merpati kecil pegawai Cornerstore yang selalu sirik pada Junior melaporkannya ke Hunter. Di bawah kejaran pasukan Hunter-Toady dan para srigala, petualangan Junior bersama Tulip pun berlangsung seru demi baby Diamond yang perlahan mulai mencuri hatinya sekaligus menyadarkan Junior akan apa yang dicarinya selama ini.

storks_danieldokter_2

Lihat betapa bangunan plot di balik mitos itu luarbiasa aneh serta kompleksnya. Dari buddy theme antara Junior dan Tulip, company intricts ke muatan pesan soal keluarga dan parenting dari subplot Nate dan ayah ibunya yang dibangun di atas weird and inverse ideawhere the baby came from?’. Skrip yang ditulis oleh Nicholas Stoller seakan mustahil bisa menyambung benang merah tadi dengan seabrek karakter burung-burung dan hewan tambahan lagi termasuk sekumpulan penguin algojo Hunter di salah satu adegan paling jagoan selain tingkah-polah ‘The Wolf Pack’ ke tengah-tengah petualangan serunya.

Namun Stoller, dengan dukungan Doug Sweetland, animator – storyboard artist lepasan Pixar dari ‘Toy Story’, ‘Monsters, Inc.’, ‘Finding Nemo’ ke ‘The Incredibles’ dan ‘Cars’ bersamanya di kursi sutradara, bisa merangkum semua dengan luarbiasa baiknya dengan balance juara diantara jokes dan pesan-pesan dramatisnya soal menemukan keluarga, hanya dalam durasi tak sampai 90 menit. Seperti satu-persatu ingredients yang diracik dengan lunacy beyond toddler’s minds menjadi kegilaan yang perlahan berpadu jadi sebuah keindahan yang ajaib, dan lagi, di layer terdasarnya, mereka tak sekali pun melupakan pentingnya canda dalam sebuah all ages animated movie.

storks_danieldokter_3

Dari dialog serta jokes yang menyenggol homage WAGsLooney Tunes’, yang terkadang terasa luarbiasa awkward serta berisik ke sisi seru adventure dan cat & mouse action-nya, ‘Storks’ tampil luarbiasa inovatif membawa serangkaian ‘never before seen footages’ dalam ranah animasi. Dari petualangan di tundra ke klimaks di atas udaranya yang luarbiasa seru. Jumped-off your seats laugh-nya yang bisa membuat rahang lepas pun masih diwarnai dengan tampilan animasi yang seperti para karakternya berulang kali membuat kita gemas dan jatuh hati.

Bersama kekuatan-kekuatan luarbiasa dari kolaborasi ‘think tank’ dan voice actors-nya yang juga sama hebatnya, ‘Storks’ juga bukan sekedar melulu mau melucu. ’Storks’ justru dikemas seolah sebuah ode yang di banyak pengadeganannya secara sangat menyentuh dari scoring jagoan besutan Mychael Danna dan Jeff Danna yang masih lebih sering menggarap scoring film-film serius. Mereka mulai merambah animasi dari Pixar animated shortSanjay’s Super Team’ yang sekalian mendampingi ’The Good Dinosaur’ tapi sama sekali tak menonjol. Bersama pilihan soundtrack-nya dari oldiesKeep on Loving You’-nya Reo Speedwagon ke end credits songHoldin’ Out’ dari The Lumineers, sebuah montage yang menghadirkan ’80s classicAnd She Was’ dari band new wave Talking Heads benar-benar menjadi salah satu highlight terbaiknya. An irresistibly cute ode that adorably delivers. The cutest animated movie this year! (dan)

danieldokter

danieldokter

Daniel Irawan adalah pemilik situs ini.
danieldokter

Latest posts by danieldokter (see all)