Home » Dan at The Movies » DEEPWATER HORIZON (2016)

DEEPWATER HORIZON (2016)

DEEPWATER HORIZON: A BIOGRAPHICAL DISASTER WITH GREAT TECHNICAL ACHIEVEMENT

Sutradara: Peter Berg

Produksi: Participant Media, Di Bonaventura Pictures, Leverage Entertainment, Closest to the Hole Productions, Summit Entertainment, 2016

deepwater-horizon

Ada banyak film-film bertema disaster atau bencana dengan penyebab yang juga beragam; alam atau manusia. Gempa, banjir, kebakaran, dan masih banyak lagi. Tapi seperti tema-tema pertambangan, yang berlokasi di kilang minyak lepas pantai mungkin masih jarang-jarang. ’Deepwater Horizon’ lantas menjadi lebih menarik karena merupakan biopik dari tragedi di Macondo Prospect, teluk Meksiko April, 2010. Kecelakaan proyek Transocean untuk BP (British Petroleum) di kilang minyak ini dianggap sebagai kecelakaan oil rig sekaligus bencana lingkungan terbesar di AS yang memakan nyawa 11 orang kru plus 17 lainnya dengan lukabakar parah.

Bersama atasannya, Jimmy Harrell (Kurt Russell), Mike Williams (Mark Wahlberg), kepala departemen kelistrikan di ’Deepwater Horizon’ sudah mengingatkan sejak awal bahwa kondisi fasilitas yang mereka miliki dalam usia yang sudah cukup tua memerlukan perbaikan saat eksekutif BP Donald Vidrine (John Malkovich) meminta para pekerjanya melakukan pemindahan lumpur tanpa memeriksa semen yang menahan tekanan dari bawah laut dengan alasan menghindari kerugian. Ketika kerusakan mulai menghantam satu-persatu bagian kilang sampai akhirnya mengalami peledakan hebat, Mike bersama kolega-koleganya, di antaranya Andrea (Gina Rodriguez), Caleb Holloway (Dylan O’Brien) dan Jimmy pun harus berusaha keluar hidup-hidup dari bencana tersebut.

Walau memang tetap memuat protesnya terhadap keselamatan pekerjaan dan faktor-faktor penekanan biaya operasional di tengah profesi yang beresiko – dalam dilema-dilema konsekuensi ketamakan, skrip yang ditulis Matt Carnahan / credited as Matthew Michael Carnahan (’The Kingdom’, ’World War Z’) dan Matthew Sand memang tak membahas konflik dari sudut ini secara lebih jauh, pun juga meletakkan fokusnya pada ke-11 korbannya sebagai karakter utama. Tetap diserahi penghormatan di guliran kredit akhirnya, mereka bersama sutradara Peter Berg lebih memilih, walaupun ini bukan tak beralasan, untuk menampilkan salah satu saksi hidupnya sebagai karakter jagoan dalam balutan sebuah blockbuster Hollywood. Meski begitu, ada satu adegan paling menarik buat menghantarkan informasi soal profesinya secara luarbiasa efektif di bagian-bagian awal justru di set yang jauh dari oil rig.

Dalam segi sinematik, seperti film-film Peter Berg lainnya – seperti seorang Michael Bay – tech wiz yang sedikit lebih serius, ’Deepwater Horizon’ pun tak perlu berdalam-dalam mengeksplorasi dramatisasi di luar apa yang ingin mereka jual. Bukan tak ada pesan yang tersampaikan bersama emosi yang menyorot keluarga para subjek, juga karakter-karakter utamanya, tapi cukup menyorot keluarga karakter sentralnya, istri Mike yang diperankan dengan bagus oleh Kate Hudson di beberapa penggal adegannya, Berg lebih mengeksplorasi sisi teknisnya sebagai tontonan.

Sementara Mark Wahlberg – juga salah satu produsernya, melengkapi spesialisasinya bermain di film-film yang menyenggol sisi heroik – patriotisme dan keluarga dalam tema-tema disaster atau menjurus ke sana dari ’The Perfect Storm’, ’The Happening’ ke ’Lone Survivor’ dan the upcomingPatriots Day’ – dua judul terakhir ini juga digarap oleh Berg, cukup bermain aman sebagai fokus utama dalam keseluruhan penceritaannya. Masih ada Kurt Russell dan John Malkovich yang sama-sama diserahi penokohan komikal tapi jelas tampil dengan kredibilitas mereka sebagai aktor kelas satu Hollywood, plus deretan aktor muda Gina Rodriguez dan Dylan O’Brien yang juga mendapat porsi cukup besar.

Namun dari sisi teknisnyalah pencapaian ’Deepwater Horizon’ sebagai blockbuster disaster terasa sangat impresif. Apa yang dilakukan Berg dan timnya, dari production design Chris Seagers (’X-Men: First Class’), DoP Enrique Chediak (’127 Hours’) yang menangkap detil-detil penghancurannya luarbiasa seru, scoring anthemic dari Steve Jablonsky, art direction, VFX dari ILM (Industrial Light & Magic) ke departemen terbaik di tata suaranya; sound design, mixing dan sound effect team Wylie Stateman dan Dror Mohar untuk mengekspos tragedi itu lewat dentuman efek serta audio visual-nya memang sangat detil, seru sekaligus mencekam penontonnya sepanjang paruh akhir film.

Mengemas sisi lokasi set-nya yang terisolasi dari oil rig ke ribuan kaki lokasi pengeboran bawah laut dengan segala peralatannya, plus gempuran ledakan-ledakannya, tata suara yang membentuk blend sempurna bersama pameran efek ini terasa begitu menggedor jantung dan jadi keunggulan utama mengapa ’Deepwater Horizon’ menjadi lebih remarkable ketimbang sekedar disaster boom-bang biasa yang bahkan melebihi moving true story soal heroismenya. A biographical disaster with truly great technical achievement. (dan)