Home » Dan at The Movies » JACK REACHER: NEVER GO BACK (2016)

JACK REACHER: NEVER GO BACK (2016)

JACK REACHER: NEVER GO BACK; A SEQUEL THAT RAISES ITS STAKES

Sutradara: Edward Zwick

Produksi: Skydance Media, TC Productions, Paramount Pictures, 2016

jack-reacher-2

Banyak mungkin yang belum mengetahui bahwa ‘Jack Reacher’ adalah sebuah karakter novel karya Lee Child yang sudah mencapai 21 buku, menyusul ke-22 yang akan rilis November nanti. Adaptasi filmnya di tahun 2012, walaupun tergolong laku di balik sosok Tom Cruise, sayangnya belum lagi diingat seperti franchise Cruise lainnya, ‘Mission: Impossible’. Karakter mantan korps Polisi Militer AS yang sering bertindak seperti penyelidik swasta sekaligus seorang lone drifter yang mirip-mirip ‘The Equalizer’-nya Antoine Fuqua/Denzel Washington yang diadaptasi dari serial TV ini memang jauh lebih down-to-earth di balik nuansa film era ‘80-‘90an. Lebih menggunakan akal dan tinju secara praktikal ketimbang efek dan teknologi.

Sekuelnya, ‘Jack Reacher: Never Go Back’, kini membawa produser/sutradara Edward Zwick (‘The Last Samurai’, ‘Glory’) sebagai adaptasi novel ke-18-nya sekaligus mengembangkan franchise-nya ke excitement lebih lagi. Kali ini Jack Reacher harus membantu mayor Susan Turner (Cobie Smulders), mantan rekannya yang difitnah di balik intrik kontraktor perang dan pedagang senjata di Timur Tengah. Sambil berusaha membersihkan namanya dan mayor Turner dari kejaran serdadu elit pembunuh bayaran The Hunter (Patrick Heusinger), Reacher juga mesti berhadapan dengan rahasia masa lalunya dari gadis remaja Samantha Dayton (Danika Yarosh) yang ikut menjadi korban di tengah-tengah intrik ini.

Berpindah dari Christopher McQuarrie ke tangan Zwick, skrip yang ditulis Richard Wenk (juga menulis ‘The Equalizer’ yang senada berikut ‘The Magnificent Seven’ barusan) bersama Zwick dan Marshall Herskovitz (the upcomingThe Great Wall’, juga salah seorang produser ‘The Last Samurai‘) memang membawa franchise Jack Reacher ke wilayah baru yang jauh lebih seru di atas heart factor yang juga tertangani dengan baik. Walau intrik militer dan politiknya tak pernah mencapai kedalaman lebih serta mudah diprediksi – like much easierLord of War’ meets ‘A Few Good Men’, bangunan karakter Reacher berikut signature franchise-nya, yang secara instan sudah terbentuk dengan baik di film pertama, tetap terjaga di kotak yang beda dengan rata-rata film aksi lainnya. Pace-nya sering kali terkesan lambat dibanding banyak film-film aksi era sekarang, tapi di sini, tak pernah kehilangan intensitas bersama sinematografi DoP veteran Oliver Wood (‘Face/Off‘, ‘Die Hard 2‘).

Jack Reacher: Never Go Back’ juga bersinar lewat penampilan beberapa wajah baru yang kuat seperti Aldis Hodge (‘Straight Outta Compton’), Patrick Heusinger (‘Gossip Girl’) yang berhasil jadi lawan tanding sepadan terhadap Jack Reacher dan aktris belia Danika Yarosh yang bermain sangat luwes sebagai Sam di balik kemiripannya dengan Anna Paquin muda bercampur Brie Larson. Masih ada aktor senior Robert Knepper yang tak diberi porsi terlalu banyak.

Namun faktor paling menarik tentulah duet Reacher dengan Susan Turner yang dimainkan dengan baik oleh Cobie Smulders. Membentuk chemistry aksi yang keren, duet inilah yang menjaga pace-nya jadi tetap berjalan sangat menarik diselingi practical action stunts minus teknologi namun terbayar lewat sejumlah cat and mouse action yang seru, sementara di atas semuanya, tentu kharisma Tom Cruise yang belum lekang sebagai first rate Hollywood actor yang selalu ditunggu. A sequel that raises its stakes over instantly established franchise’s signature. (dan)