Home » Events » THE BLOOM OF YESTERDAY RAIH TOKYO GRAND PRIX DI TOKYO INTERNATIONAL FILM FESTIVAL KE-29

THE BLOOM OF YESTERDAY RAIH TOKYO GRAND PRIX DI TOKYO INTERNATIONAL FILM FESTIVAL KE-29

 

©2016 TIFF

©2016 TIFF

Menutup perhelatan festivalnya tahun ini, Tokyo International Film Festival (TIFF/TIFFJP) ke-29 mengumumkan para pemenangnya di seremoni penutupan yang juga dihadiri oleh Gubernur Tokyo, Yuriko Koike.

Segmen kompetisi utama yang diikuti 98 negara dengan 1500 submisi sebelum menjadi 16 unggulan yang ditayangkan selama festival akhirnya memilih ‘The Bloom of Yesterday’, film Jerman arahan sutradara Chris Kraus sebagai peraih penghargaan tertinggi TIFF, Tokyo Grand Prix. Dengan nuansa komedi romantis yang halus, film berdurasi 125 menit ini mengusung spirit humanis lewat drama penemuan luarbiasa seorang peneliti holocaust bersama asistennya (diperankan Lars Eldinger & Adéle Haenel).

©2016 TIFF

©2016 TIFF

Menyampaikan orasinya bersama pemberian Tokyo Grand Prix dan hadiah senilai 50.000 dolar AS, ketua juri kompetisi utama Jean-Jaques Beineix mengatakan,”Kejahatan terhadap humanisme adalah sesuatu yang tak bisa disembuhkan, terutama bagi para korban hingga ke generasinya. Saat banyak film mentransmisi kejadian-kejadian ini, ada sejumlah sineas yang bisa melangkah lebih jauh memberikan semangat humanisme dari orang-orang yang berhasil melewatinya”. Piala spesial Kirin juga diberikan oleh Koike pada Kraus yang kemudian menyampaikan rasa terima kasih atas kemenangannya pada TIFF, dewan juri dan juga seluruh aktor dan kru yang terlibat dalam produksinya.

Sementara piala untuk Special Jury Prize dengan hadiah senilai 20.000 dolar AS tahun ini jatuh pada film Swedia ‘Sami Blood’ karya debut sutradara muda Amanda Kernell. Diserahkan oleh anggota juri Nicole Rocklin (produser film pemenang Oscar ‘Spotlight’) , Rocklin memuji kekuatan skrip, keindahan sinematografi dan kehebatan performa para aktor dari film bertema ‘coming of age’ yang mengusung pertanyaan soal asal-usul serta akar budaya.

©2016 TIFF

©2016 TIFF

Sami Blood’ juga mengantarkan aktris utamanya, Lene Cecillia Sparrok yang masih berusia 14 tahun memenangkan Aktris Terbaik TIFF tahun ini. Sementara penghargaan Aktor Terbaik diraih oleh Paolo Ballesteros dari Filipina untuk film ‘Die Beautiful’ arahan Jun Robies Lana. Diserahkan oleh anggota juri, sutradara Hong Kong Mabel Cheung (‘The Moon Warriors‘, ‘City of Glass’), ia memuji akting Ballesteros, aktor yang dikenal lewat peran-peran transeksual sekaligus makeup artist dengan skill impersonasi dalam memerankan seorang transgender bernama Trisha.

©2016 TIFF

©2016 TIFF

Anugerah untuk Sutradara Terbaik TIFF tahun ini jatuh pada Hana Jušić dari film Kroasia-Denmark ‘Quit Staring at My Plate’. Diserahkan oleh aktor Italia Valerio Mastandrea sebagai anggota juri, ia mengatakan bahwa kekuatan pencapaian Jušić ada pada kemampuannya menyorot karakternya tanpa penghakiman dan membuat audiens peduli dengan tiap emosi yang dihadirkan. Satu lagi piala utama teknis untuk kontribusi artistik diraih oleh film ‘Mr. No Problem’ arahan sutradara Mei Feng dari China. Film hitam putih berdurasi 143 menit ini merupakan sebuah fabel tiga babak yang ber-setting di era PD II di Chongqing.

Seremoni penutupan TIFF diawali dengan persembahan ‘The Arigatö Award’ bagi sineas yang berkontribusi ke industri mereka dengan pencapaian spektakuler. Penerimanya tahun ini adalah aktor Satoshi Tsumabuki (‘The Water Boys’), aktris Mitsuki Takahata, sutradara Makoto Shinkai yang membesut anime tersukses tahun ini ‘Your Name.’ serta secara simbolis ke karakter Godzilla yang menjadi ikon fantasi Jepang dengan kembalinya tokoh itu ke layar lebar lewat ‘Shin Godzilla’ yang bukan hanya mengembalikan pakemnya ke film-film Godzilla klasik, tapi juga disambut hangat dengan perolehan box office tinggi di Jepang. Persembahan ‘The Arigatö Award’ bagi Godzilla bertepatan dengan ulang tahun berdasar tanggal rilis instalmen pertamanya 62 tahun lalu di tanggal 3 November.

©2016 TIFF

©2016 TIFF

Selalu memberi tempat dan menjadi ajang pembuktian bagi filmmaker muda yang berkarya lewat jalur independen untuk menemukan jalan ke industri, piala Japanese Cinema Splash tahun ini dipersembahkan kepada film ‘Poolside Man’ karya sutradara Hirobumi Watanabe. Dalam sambutan dewan juri yang terdiri dari Mark Adams, juri serta Artistic Director dari Edinburg International Film Festival, Karel Olch dari Karlovy Vary International Film Festival, di antaranya, mereka mengatakan bahwa ‘Poolside Man’ adalah sebuah film yang unik, idiosinkratis, penuh kharisma serta tak mengenal kompromi dalam penyampaian ide-idenya.

Segmen kompetisi Asian Future yang memberikan penghargaan terhadap talenta-talenta Asia dalam karya debut atau kedua sineasnya (salah satu nominee-nya adalah film Indonesia ‘Salawaku’ yang disutradarai Pritagita Arianegara) memilih film Filipina ‘Birdshot’ arahan sutradara Mikhail Red sebagai ‘The Best Asian Future Film Awards’ dan film India ‘Lipstick Under My Burkha’ karya sutradara Alankrita Shrivastava sebagai peraih ‘The Spirit of Asia Award’ yang dipersembahkan khusus oleh the Japan Foundation Asia Center. Mengangkat sebuah dark comedy – social satire soal realita dan eksistensi perempuan India di tengah pemberontakan mereka terhadap tekanan – tipikalisme sosial serta dominasi kaum pria, dewan juri yang terdiri dari sutradara – penulis Ryosuke Hashiguchi, direktur PiFan (Puchon International Fantastic Film Festival) Choi Yong-bae, programmer TIFF Toronto Giovanna Fulvi plus Masamichi Matsumoto untuk ‘The Spirit of Asia Award’ mengatakan bahwa mereka sangat bangga menilai 10 nominee segmen yang menunjukkan kebangkitan para filmmaker Asia lewat tema-tema yang sangat berani serta beragam.

©2016 TIFF

©2016 TIFF

Selain sejumlah piala-piala tersebut, TIFF juga menganugerahkan Audience Award untuk ‘Die Beautiful’, The WOWOW Viewer’s Choice Award dari pelanggan WOWOW Channel untuk ‘The Bloom of Yesterday’ serta satu yang tak kalah bergengsi, Samurai Award yang sudah mencatat nama-nama seperti Tim Burton, Takeshi Kitano dan John Woo sebagai penerimanya.

Samurai Award, piala khusus yang dipersembahkan bagi sineas veteran yang terus berkarya dengan pencapaian groundbreaking untuk memberi jalan ke era baru sinema dunia tahun ini diberikan kepada sutradara Martin Scorsese (internasional) dan Kiyoshi Kurosawa (Jepang). Scorsese, yang berhalangan hadir mengirimkan ucapan terima kasihnya lewat pesan video. Ia menyampaikan kekagumannya terhadap Kiyoshi Kurosawa sebagai kolega internasional yang karyanya selalu ia ikuti.

©2016 TIFF

©2016 TIFF

Ia juga mengatakan bahwa film-film Akira Kurosawa, Mizoguchi, Ozu, Naruse, Shinoda, Kobayashi, Imamura, Oshima, Tsukamoto dan juga Kiyoshi telah membawanya mengenal Jepang lebih jauh, termasuk dalam membesut karya terbarunya, ‘Silence’ yang merupakan adaptasi novel Jepang berjudul ‘Chinmoku’ karya Shusako Endo. Kiyoshi Kurosawa membalas penghargaan Scorsese mengatakan bahwa ia tak menyangka bahwa Scorsese, yang begitu dikaguminya lewat karya-karya klasik macam ‘Taxi Driver’, ‘Goodfellas’, ‘The Departed’ hingga ‘Shutter Island’ juga mengikuti karyanya.

Dibuka oleh Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, Tokyo International Film Festival ke-29 yang berlangsung selama 10 hari dari 25 Oktober ke 3 November 2016 menayangkan sebanyak 206 film dengan jumlah total 60.589 penonton.

Berikut adalah daftar lengkap pemenang TIFF ke-29.

tiff-winners-list

danieldokter

danieldokter

Daniel Irawan adalah pemilik situs ini.
danieldokter

Latest posts by danieldokter (see all)