Home » Dan at The Movies » MOANA (2016)

MOANA (2016)

MOANA: A NEW BREED OF DISNEY PRINCESS

Sutradara: Ron Clements & John Musker

Produksi: Walt Disney Pictures, Walt Disney Animation Studios, 2016

moana

Menambah lagi daftar Disney Princess setelah kesuksesan fenomenal ‘Frozen’ dan status acclaimedZootopia’, animasi klasik Disney kini hadir dengan ‘Moana’. Dibesut oleh dua sutradara animasi veterannya Ron Clements dan John Musker yang sebelumnya sudah berkolaborasi dari ‘The Little Mermaid’, ‘Aladdin’ hingga ‘The Princess and the Frog’, hebatnya, ‘Moana’ terus berinovasi untuk menyuguhkan formula berbeda dari biasanya, tapi dalam inti terpentingnya tetap tak lupa dengan elemen musik dan lagu sebagai sajian yang selalu padu di animasi mereka. Satu hal penting yang membedakannya dari divisi Pixar. Mereka sekarang melangkah dengan pakem Disney yang biasa, mengenalkan Princess barunya, tapi dengan elemen-elemen formula yang berbeda.

Ber-setting di Hawaii, di sebuah pulau bernama Motunui, Moana kecil tumbuh sebagai seorang calon ratu (Auli’i Cravalho) yang tangguh pengganti ayahnya, Chief Tui (Temuerra Morrison). Walau menjaga Moana bersama Sina (Nicole Scherzinger), sang permaisuri, atas sebuah legenda masa lalu, ia tak bisa menolak takdir Moana untuk bertualang menemukan jantung dewi Te Fiti, batu sakti Pounamu yang sudah seabad lalu dicuri oleh manusia setengah dewa Maui (Dwayne ‘The Rock’ Johnson) dan hilang di tengah lautan saat Maui bertempur dengan makhluk lava jahat Te Ka. Mengetahui bahwa legenda ini merubah sejarah mereka, Moana pun menempuh misi buat mengembalikan pusaka itu. Menemukan Maui untuk membangunkan kembali Te Fiti dengan bantuan ayam peliharaannya Heihei (Alan Tudyk) dan sinar manta reinkarnasi sang nenek, Tala (Rachel House).

Lupakan kontroversinya di Italia atas kesamaan nama dengan seorang aktris porno legendaris hingga judulnya diganti menjadi Oceania. ‘Moana’ adalah inovasi hebat dari Jared Bushco-director dan penulis ‘Zootopia’ untuk membentuk putri Disney baru dengan semangat feminisme berbeda. Di luarnya ia boleh saja tetap berupa petualangan Disney Princess yang seru, lucu, family-oriented serta bernuansa musikal yang kuat.

Namun kedalaman karakterisasinya menyuguhkan sesuatu yang baru buat animasi Disney tanpa elemen romance plus karakter pangeran tampan. Dan di baliknya, skrip itu dengan halus memuat soal-soal emansipasi gender dan girl-power message; satu yang tengah sangat disorot sekarang ini, tapi hasilnya bisa berbicara sangat lantang mengenai subjeknya. Motivasi dan tendensi karakter ‘Moana’ menyentuh tema-tema epos yang sebenarnya bukan lagi kali pertama. Dalam ‘Mulan’, Disney sudah melangkah ke arah sana, namun ‘Moana’ mengemasnya jauh lebih halus; bukan dalam balutan perang atau lagi-lagi, mencari cinta.

Sementara tampilan animasinya hadir semakin detil di balik gimmick visual tambahan yang luarbiasa imajinatif, memanjakan mata dan melibatkan pula animator asal Indonesia Griselda Sastrawinata di dalam tim hand drawn animator Eric Goldberg. Karakter-karakternya bisa jadi tak secantik biasanya, tapi menyimpan gambaran yang kuat bahkan ocean sets yang belum pernah tampil sehidup dan seindah ini di animasi-animasi mereka. Dari tampilan tato di badan Maui yang ikut menjadi karakter penting, mereka bahkan bahkan menyelipkan rendisi parodi adegan aksi dari ‘Mad Max: Fury Road’ yang luarbiasa seru. Di lini lainnya, ‘Moana‘ juga berhasil menampilkan side characters menarik serta memorable dalam tradisi creatures pendamping sang putri. Ada ayam Heihei yang disuarakan Alan Tudyk untuk menempati porsi komedi slapstick-nya serta coconut crab Tamatoa yang disuarakan Jemaine Clement (di versi Hindi-nya disuarakan komposer legendaris Bappi Lahiri), yang juga disisipi trivia di after credits scene-nya.

Lantas, ada kekuatan lain dalam ‘Moana’ selain tentunya nama Dwayne Johnson yang dijadikan jualan utama dalam star factor-nya. Tradisi musikal yang tetap dipertahankan – sempat jatuh dan kembali mendominasi lewat ‘Frozen’ kemarin, score garapan Mark Mancina dan lagu-lagu catchy gubahan komposer latin pemenang Pulitzer, Grammy, Emmy dan Tony Awards Lin-Manuel Miranda serta musisi Hawaii Opetaia Foa’i ; ‘We Know the Way‘ dan ‘How Far I’ll Go‘ (versi Indonesianya; ‘Seb’rapa Jauh Kumelangkah‘ dinyanyikan Maudy Ayunda) menjadi elemen penting yang membentuk ‘Moana’ menjadi begitu spesial sebagai produk Disney.

Ini, lagi-lagi adalah sebuah pencapaian besar bagi animasi Disney. Berinovasi dalam teknologi tanpa melupakan akar yang membuat mengapa animasi mereka tetap tak terkalahkan di tengah persaingan hebat dengan trend studio animasi besar lainnya, ‘Moana’ membawa kita kembali merasakan formula klasik yang digarap jauh lebih imaginatif dan adventurous, serta kali ini dengan pesan lebih soal emansipasi gender dan feminisme yang sangat kuat dari sosok utama jualannya. A new breed of Disney Princess yang membuat kita seketika jatuh hati pada karakternya. Satu yang pernah dicoba Pixar lewat ‘Brave’ namun berakhir konyol bak dongeng nyeleneh seorang anak durhaka dan sosok ibu kelewat aneh yang mensugesti underage marriage hingga akhirnya harus dirombak secara fisik/image rebranding untuk kepentingan merchandising. (dan)

danieldokter

danieldokter

Daniel Irawan adalah pemilik situs ini.
danieldokter