Home » Dan at The Movies » A GIFT (2016)

A GIFT (2016)

A GIFT (พรจากฟ้า): A HEARTFELT & DELIGHTFUL TRIBUTE OF HOW ONE’S LIFE INSPIRES ANOTHER

Sutradara: Chayanob Boonprakob, Kriangkrai Vachiratamporn, Nithiwat Tharatorn, Jira Maligool

Produksi: GDH 559, 2016

a gift 2

Berbeda dengan apa yang pernah dibuat oleh mantan Presiden kita, Susilo Bambang Yudhoyono atas kecintaannya akan musik, rakyat Thailand sangat menghargai komposisi dan bakat musik mantan pemimpin mereka, Raja Bhumibol Adulyadej yang baru mangkat akhir tahun lalu. Prestasinya di musik memang tak main-main. Dikenal juga sebagai saxophonist jazz yang piawai, ia juga menjadi orang Asia pertama yang dianugerahi Sanford Medal dari Yale School of Music di tahun 2000.

A Gift’ yang di negaranya diberi judul ‘New Year’s Gift (Pohn Jak Fah)’ sebagai sajian khusus menyambut awal tahun merupakan sebuah tribute yang dimaksudkan menjadi selebrasi dan hadiah tahun baru bagi rakyat mereka dari rumah produksi terdepan Thailand GDH 559; bentukan baru dari GTH (GMM Thai Hub) setelah ‘One Day’. Digagas sebagai sebuah omnibus musikal tiga segmen berbeda nuansa yang terinspirasi langsung dari 3 komposisi musikal sang Raja, segmen pertamanya, ‘Love at Sundown’ mengisahkan sebuah meet-cute antara Beam (Naphat Siangsomboon) dan Pang (Violette Wautier dari ‘The Swimmers‘ dan ‘Heart Attack’) di penganugerahan beasiswa Kedutaan Rusia. Pang yang awalnya jengah dengan rayuan Beam yang dianggapnya tak lebih dari seorang playboy mulai luluh dengan ketulusan Beam di tengah proses acara itu.

Segmen kedua ‘Still on My Mind’ berkisah tentang Fa (Nithha Jirayungyurn dari ‘One Day’) yang terpaksa berhenti dari pekerjaannya demi merawat ayahnya (Chaiwat Jirawattanakorn) yang menderita Alzheimer sepeninggal sang ibu. Kerap merasa terbebani, Fa menemukan titik cerah dari kehadiran ahli stem piano Aey (Sunny Suwanmethanont dari ‘I Fine.. Thank You.. Love You’).

Berlanjut ke segmen ketiga ‘New Year Greeting’, Liong (Chantavit Dhanasevi dari ‘ATM’ dan ‘One Day’), seorang penyanyi rock yang meninggalkan grupnya demi masa depan lebih mapan sebagai financial analyst di sebuah bank ternyata tak bisa sepenuhnya meninggalkan musik ketika bertemu dengan rekan kerjanya Kim (Nuengthida Sophon dari ‘Hello Stranger’) dan justru diminta untuk melatih para karyawan lain meneruskan kelompok musik yang sudah cukup lama terbengkalai sepeninggal seorang karyawan seniornya.

Dibuka secara ringan dengan ‘Love at Sundown’ yang beratmosfer romcomboy meets girl’ dari duo sutradara Chayanop Boonprakob (‘Suck Seed’, ‘May Who’) dan Kriangkrai Vachiratamporn (‘Hormones’), kemudian ‘Still on My Mind’ dari Nithiwat Tharatorn (‘My Girl’, ‘The Teacher’s Diary’) yang mengalihkannya ke nuansa melodrama dan ‘New Year Greeting’ dari Jira Maligool (segmen 42.195 dari ‘Seven Something’) yang sangat komedik, ‘A Gift’ memang digagas dengan sebuah konsep unik. Genre ketiga segmen itu boleh berubah, namun ada benang merah musikalnya sebagai tribute atas komposisi sang Raja – dalam sentuhan aransemen modern tanpa sekalipun meninggalkan kultur musik tradisionalnya, walaupun bukan berupa film musikal yang melagukan dialog-dialognya.

Di tengah-tengahnya, ada showcase yang sangat menjual dari penampilan dan mix & match aktor-aktrisnya, yang rata-rata sudah sangat dikenal dari film-film unggulan rumah produksinya. Seperti yang beberapa tahun lalu mereka lakukan lewat ‘Seven Something’, ‘A Gift’ memang tampil sebenar-benarnya sebagai selebrasi industri sinema mereka buat para penggemarnya di seluruh Asia sekaligus menekankan sebuah pameran kultur dan identitas sinemanya.

Namun hal terbaik dari ‘A Gift’ adalah subteks yang diusungnya dalam menghadirkan koherensi di antara tiga segmen tersebut. Terkoneksi dengan interwave line yang juga senafas dengan tribute berdasar kecintaan mereka terhadap pemimpinnya yang dianggap menginspirasi banyak orang, keempat sutradara yang sudah menghasilkan karya-karya terbaik dalam sinema Thailand modern ini menggagas tiap titik penyambungnya dalam garisan ide yang sangat menyentuh hati. One of life’s greatest gift; how one’s life inspires another.

Merangkai rantai inspirasi itu seolah sebuah ajakan ‘pay it forward’ yang mungkin tak pernah kita sadari, segmen-segmen dalam ‘A Gift’ tak hanya membentuk dasar kuat buat motivasi karakter-karakter yang saling terhubung di dalamnya sebagai sebuah kesatuan yang padu, heartfelt yet delightful, tapi juga menjadi sebuah campur-baur rasa yang sangat komplit – bak sebuah rollercoaster penuh emosi sebagai hadiah di pengujung ke awal tahun. Di ujung akhirnya, ia tak hanya menyemat informasi tentang sosok sang Raja yang mungkin belum pernah didengar oleh sebagian dari kita sebelumnya, tapi juga membuat kita ingin segera kembali ke segmen awal untuk merasakan feel berbeda dari kekuatan interkoneksi itu. (dan)

danieldokter

Daniel Irawan adalah pemilik situs ini.
danieldokter