Home » Dan at The Movies » xXx: RETURN OF XANDER CAGE (2017)

xXx: RETURN OF XANDER CAGE (2017)

xXx: RETURN OF XANDER CAGE; STARS, BABES AND BOOM-BANGS

Sutradara: D.J. Caruso

Produksi: Paramount Pictures, One Race Films, Revolution Studios, 2016

xxx 3

Sempat berpotensi menjadi franchise action yang menjanjikan setelah ‘The Fast and the Furious’ dan ‘Pitch Black’ bagi Vin Diesel, nasibnya menjadi tak jelas dengan kualitas dan resepsi buruk sekuelnya di tahun 2005 yang digantikan oleh Ice Cube, yang notabene sama sekali tak menjual sebagai bintang aksi non komedi.

Perlu hampir satu dekade untuk akhirnya melanjutkan kekeliruan Diesel yang dulu terlalu memilih ‘Riddick’ hingga ia akhirnya mau kembali ke franchiseFast and Furious’ yang ternyata jadi semakin besar sekarang. Ikut beralih menjadi produser menggantikan Neal H. Moritz, ‘xXx: Return of Xander Cage‘ atau ‘xXx 3’ yang kini disutradarai D.J. Caruso (‘Eagle Eye’, ‘I am Number Four’) digagas dengan konsep ensemble action alaFast & Furious’ seperti yang sudah terbaca dari franchise-nya; menggabungkan diverse races dalam bentukan action team itu. Tak tanggung-tanggung mereka menggamit nama-nama terkenal buat mendukung aksinya: dari Donnie Yen, Tony Jaa hingga aktris India Deepika Padukone.

Setelah dikabarkan tewas di awal film keduanya, agen Xander Cage (Vin Diesel) yang ternyata mengasingkan diri ke Republik Dominika kembali direkrut oleh agen Jane Marke (Toni Collette) atas keberadaan sebuah device pemusnah massa Pandora’s Box dari insiden yang menimpa inisiator xXx Augustus Gibbons (Samuel L. Jackson). Mengumpulkan anggotanya; DJ Nicks (Kris Wu), pengemudi tangguh Tennyson ‘The Torch’ (Rory McCann) dan sniper Adele Wolff (Ruby Rose), Cage pun mengejar komplotan misterius Xiang (Donnie Yen) yang berganggotakan Serena (Deepika Padukone), Talon (Tony Jaa) dan Hawk (Michael Bisping), yang sudah mencuri Pandora’s Box dari markas NSA, untuk sekali lagi menyelamatkan dunia dari kehancuran.

Kembali ke pakem instalmen awalnya dengan sedikit modifikasi setup ke bentukan tim aksi alaFast & Furious’ demi pengembangan franchise-nya, ‘xXx 3’ memang semata menjual aksi tanpa koherensi dan kedalaman plot yang secara klise bergerak di intrik-intrik agen pemerintah, program rahasia dan terorisme dunia. Semua merupakan hal yang sudah biasa di genre sejenis, dan tak ada yang terlalu salah dengan konsep ‘brainless’ atau ‘dumb action fun’-nya sebagai hiburan murni buat seru-seruan belaka. Bahkan sematan twist-nya memang dirancang secara menggelikan dalam pola genre action spionase yang bombastis. Pure formulaic.

Pameran aksinya lah yang justru membawa ‘xXx 3’ ke sebuah tontonan yang luarbiasa seru, dan dalam pakem franchise-nya, ‘xXx’ memang bisa membedakan dirinya secara jelas dengan ‘Fast & Furious’. Selain karakter Xander Cage yang lebih pantas disebut ‘smiling agent’; murah senyum dan sangat easy going terutama dalam menyerempet old fashioned sex elements (here, includes well.. that cumquat jokes) and sexy babes di genre spionase – tak seperti Dom Toretto di ‘Fast & Furious‘, ‘xXx’ tetap mengedepankan extreme action yang kali menghadirkan aksi seru dari jungle ski ke bike surfing yang sebelumnya belum pernah kita lihat di film lain.

Sementara porsi baku hantamnya kini ikut menjual Donnie Yen sebagai kartu as-nya – termasuk merendisi klimaks aksi ‘Kung Fu Jungle’ dengan sentuhan berbeda bersama Diesel, kombinasi beda ras pendukungnya juga jadi dayatarik lebih. Ada Deepika Padukone dari sinema Bollywood, penyanyi mantan frontman boyband Asia EXO-M ; Kris Wu, Rory McCann dari ‘Game of Thrones’, DJ/model Ruby Rose yang karirnya kian terangkat dengan keikutsertaannya di ‘Resident Evil: Final Chapter’ dan ‘John Wick 2’ nanti, petarung UFC Michael Bisping termasuk Nina Dobrev sebagai Becky – asisten Gibbons yang tergila-gila dengan status legenda Cage.

Masih ada pula penampilan kejutan dari aktor yang pernah mengisi instalmennya bersama Samuel L. Jackson, first runner up Miss Universe 2015 dari Kolombia Ariadna Gutiérrez, Hermione Corfield sebagai hacker yang membantu Cage, bahkan pesepakbola Brazil, Neymar Jr.. Hanya sayangnya, karakter Talon yang diperankan Tony Jaa tak diberi justifikasi lebih buat memamerkan keahlian aksi laga akrobatiknya.

Seperti ‘Fast and Furious’ atau franchise aksi lain yang sudah punya polanya sendiri-sendiri, inilah ‘xXx’ dalam tampilan yang diinginkan fans-nya. Pakemnya memang sengaja menaikkan level demi level kegilaan aksi tanpa mau peduli setolol apa penceritaan dan dialog-dialognya digelar. Lupakan logika sejenak dan cukup nikmati pameran aksi ekstrim yang digelar nyaris non-stop seolah menaiki wahana penuh tantangan di sebuah theme park. Stars, babes and boom-bangs, dalam ‘xXx’, itu artinya sudah lebih dari sekedar cukup. A-level dope! (dan)

 

danieldokter

Daniel Irawan adalah pemilik situs ini.
danieldokter

Latest posts by danieldokter (see all)