Home » Dan at The Movies » RESIDENT EVIL: THE FINAL CHAPTER (2017)

RESIDENT EVIL: THE FINAL CHAPTER (2017)

RESIDENT EVIL: THE FINAL CHAPTER; A SLIGHTLY BETTER AND MORE ACTION-PACKED SEQUEL

Sutradara: Paul W.S. Anderson

Produksi: Constantin Film, Capcom Co, Ltd, Davis-Films, Don Carmody Productions, Impact Pictures, Screen Gems, 2017

RE6

Walau mungkin 1-2 instalmen awalnya masih dihargai, franchise adaptasi video game seperti ‘Resident Evil’ memang kerap berseberangan dengan banyak kritikus. Tapi di sisi penonton, jelas tak banyak yang bisa melampaui pencapaiannya. Sempat tertunda agak lama setelah ‘Retribution’, instalmen keenamnya kini dibandrol judul ‘The Final Chapter’ oleh kreator adaptasinya, Paul W.S. Anderson. Menandakan ini adalah ujung akhirnya, atau sekedar gimmick penarik jualan belaka?

The Final Chapter’ masih melanjutkan petualangan Alice (Milla Jovovich) beberapa minggu setelah apa yang kita saksikan dalam ‘Retribution’. Setelah Alice dikhianati oleh Albert Wesker (Shawn Roberts), Alice harus kembali ke Raccoon City dalam 48 jam untuk menghadapi serangan final Umbrella Corporation dengan pasukan zombie di bawah dr. Alexander Isaac (Iain Glen) bersama Claire Redfield (Ali Larter) yang ternyata masih hidup dan sekumpulan survivor; Abigail (Ruby Rose), Doc (Eion Macken), Christian (William Levy), Cobalt (Rola), Razor (Frazer James) serta sosok yang tak pernah dibayangkan Alice sebelumnya; yang sekaligus menyimpan rahasia masa lalu Alice demi penyelamatan peradaban manusia.

Kecuali babak ketiga yang membuka penggalan-penggalan elemen dari keseluruhan franchise-nya dalam tendensi sub judul itu, menyelam lebih detil lagi tentang eksistensi The Red Queen (Ever Gabo Anderson) dan koneksi Alice terhadap Umbrella Corp, tak ada yang terlalu spesial dari ‘The Final Chapter’. Mengulang lagi rangkaian penting tiap instalmennya dalam narasi dan excerpts singkat untuk tak membuat pemirsa barunya tersesat, polanya pun tak jauh berbeda. Sebagai pemirsanya kita sudah selalu bisa menebak siapa yang akan terus bertahan sampai akhir dan siapa yang dipasang hanya sebagai tambalan tokoh-tokoh baru untuk dihabiskan satu-persatu dalam permainannya. Untungnya Paul W.S. Anderson menaikkan lagi level-nya ke tampilan monster-monster baru dan gelaran aksi yang nyaris tanpa jeda jauh lebih seru dari instalmen sebelumnya.

Tapi inilah memang jualan utama ‘Resident Evil’ hingga bisa bertahan hingga sekarang dari film pertamanya lebih satu dekade lalu. Selain sudah terbentuk sebagai sebuah brand kuat yang membuat penonton tetap mau datang dan membayar tiket untuk menyaksikan aksi ass-kicking Milla Jovovich sebagai heroine tetapnya, yang kini bergabung kembali dengan Ali Larter sebagai salah satu karakter asli sumber video game-nya di ‘Extinction’ dan ‘Afterlife’, selebihnya adalah pameran aksi dan efek visual yang cukup memanjakan mata.

Tak ada pula dukungan terlalu penting selain lewat penampilan Ruby Rose – dengan tampilan fisik yang memang pantas dipasang di genre-genre sejenis, yang baru kita lihat dalam ‘xXx: Return of Xander Cage’ dan ‘John Wick 2’ yang segera akan dirilis, serta aktor senior Iain Glen sebagai antagonis Dr. Isaacs yang sudah pernah muncul dalam ‘Apocalypse’ dan ‘Extinction’.

Di titik akhirnya, walau dibandrol judul ‘final‘ dan taglineThe Journey Ends‘, ‘Resident Evil: The Final Chapter’ tetaplah sebuah komoditas Hollywood yang jelas masih punya kemungkinan besar untuk tetap berlanjut. Selain lebih baik dari ‘Retribution’, ‘The Final Chapter’ juga lebih action-packed dan memberikan nafas baru buat pengembangan selanjutnya. Tentu saja, perolehan box office yang yang jadi faktor utama buat jawabannya nanti. Toh melihat secara keseluruhan kualitasnya, rasanya ‘Resident Evil’ belum lagi akan berakhir sampai di sini. (dan)

danieldokter

danieldokter

Daniel Irawan adalah pemilik situs ini.
danieldokter

Latest posts by danieldokter (see all)