Home » Dan at The Movies » RAEES (2017)

RAEES (2017)

RAEES: A TYPICAL BOLLYWOOD GANGSTER MASALA

Sutradara: Rahul Dholakia

Produksi: Red Chillies Entertainment, Excel Entertainment, 2017

Raees

Bollywood bukan baru ini membuat film biopik tentang sosok nyata kriminal di negara mereka. Dalam subgenre-nya, kebanyakan subjeknya justru digagas sebagai antihero yang bisa mengisi porsi protagonisnya dengan karakterisasi simpatik. Karena itu pula tak jarang produknya terkadang jadi kontroversial bak kisah-kisah ‘Robin Hood’ yang di satu sisi melanggar hukum tapi buat yang lain justru dipandang sebagai pahlawan; membagi dua pemirsanya dalam dua persepsi, terlebih dalam adaptasi tokoh nyata.

Meski tak terus terang sebagai adaptasi dengan nama berbeda, ‘Raees’ dituding terinspirasi dari kisah hidup Abdul Latif, kriminal asal Ahmedabad yang berperan dalam peredaran terbesar minuman keras ilegal di Gujarat dari tahun ’80 ke ‘90an hingga terlibat dalam kasus bom di Mumbai tahun 1993. Dikenal juga berhubungan erat dengan sosok kriminal lain, Dawood Ibrahim yang sudah duluan diangkat dalam dwilogi ‘Once Upon a Time in Mumbaai’, Latif yang sempat menjadi anggota partai dalam pemilihan daerahnya dianggap kaumnya bak Robin Hood.

Raees’ pun dimulai lewat sepak terjang Raees (dewasanya diperankan Shah Rukh Khan) remaja meniti karirnya sebagai seorang kriminal penyeludup minuman keras di bawah arahan mafia lokal Gujarat, Jairaj (Atul Kulkarni) sebelum berpindah ke jaringan Musa Bhai (Narenda Jha) karena sakit hati. Dari situ karirnya menanjak merebut kekuasaan Jairaj dan menikahi Aasiya (Mahira Khan) sambil terus membangun dinastinya bersama Sadiq (Mohammed Zeeshan Ayyub), sahabatnya sejak kecil. Semua aktivitas kriminal itu akhirnya mengundang ambisi Inspektur Polisi Jaideep Majmudar (Nawazuddin Siddiqui) untuk meringkus Raees.

Dari ‘Dayavan’ (1988, Feroz Khan) yang merupakan remake film Tamil legendaris ‘Nayakan’ (1987, Mani Ratnam; masih dianggap sebagai film gangster India terbaik hingga sekarang) tentang sosok kriminal yang punya banyak kemiripan, hingga ke ‘Once Upon a Time in Mumbaai’, di antaranya paling tidak ada puluhan film sejenis. ‘Raees’ yang disutradarai Rahul Dholakia (juga pernah membesut drama keluarga ‘Parzania’ di 2007; sama-sama berlatar belakang kerusuhan di Gujarat) tetap bermain di ranah dan template yang sama, yang sayangnya tak sedikitpun mencoba berinovasi menyuguhkan penceritaan yang beda.

Dari penelusuran ranah kejahatan hingga keterlibatan kasus-kasus politik – agama dan bumbu-bumbu tipikal yang memang disadur dari genre sejenis di luar sinemanya, termasuk satu yang paling kelihatan menonjol di sini; ‘Scarface’, namun dalam adopsi ke kultur sinema mereka disebut masala, ‘Raees’ menyemat romance, action, lagu dan tari buat sama-sama jadi elemen yang menonjol sebagai tontonan komersil. Ini memang seperti menyaksikan rata-rata film di genre-nya tapi dengan subjek yang berbeda. Dalam kepentingan item ladies yang juga hampir wajib ada, ‘Raees’ juga menempatkan mantan pornstar asal India Sunny Leone di nomor andalannya, ‘Laila Main Laila’.

Namun ‘Raees’ sama sekali bukan film yang jelek. Benar bahwa di balik semua itu ia dipoles sebagai showcase Shah Rukh Khan yang tetap menampilkannya sebagai sosok penuh pesona bagi penggemarnya dengan gaya akting suave Shah Rukh yang biasa, namun bukan berarti ia gagal memerankan Raees dalam keseimbangan antihero dan protagonis yang kerap membuat penonton berpihak pada sosoknya. Paling tidak, memerankan Raees dengan turnover karakternya yang cukup kompleks, di sini Shah Rukh tak terus-menerus menampilkan akting tipikalnya yang biasa. Ada banyak sisi yang menuntutnya bermain sedikit lebih serius, apalagi ia terang-terang memberi penekanan role model ke aktor legendaris yang memang paling juara memerankan antihero seperti ini dari ‘Deewar‘, ‘Don‘, ‘Inquilaab‘ hingga franchiseSarkar‘. The Big ‘B’ Amitabh Bachchan, yang di sini muncul lewat excerpt salah satu film lawasnya, ‘Kaala Patthar‘ dalam kesamaan motif pemberontakan terhadap pengusaha-pengusaha tamak.

Di luar itu, ada Nawazuddin Siddiqui yang bermain intens seperti biasanya sebagai lawan tangguh Shah Rukh. Walau lagi-lagi ini ada di wilayah penguasaan Nawazuddin yang sudah terus-menerus kita lihat – karakter abu-abu yang sinis tapi tak sekalipun membuat pemirsa memalingkan mata dari karakternya, ia tetap menjadi salah satu daya tarik terbesar dalam ‘Raees’ – bahkan ketika skrip yang ditulis Dholakia bersama Harit Mehta, Ashish Vashi dan Niraj Shukla tak melulu menempatkan elemen cat and mousecop vs crook ini sebagai porsi utamanya.

Sementara Narendra Jha – aktor pendukung yang tengah naik daun dan tampil juga dalam film pesaing ‘Raees’ – ‘Kaabil’, muncul dengan efektif di porsi minim karakternya. Bukan sesuatu yang tak mungkin kalau di tahun berikutnya Narendra bahkan bisa merambah porsi perannya sebagai lead actor di usianya yang sudah tak muda lagi. Dan tentunya aktris Pakistan dari film kontroversial ‘Bol’, Mahira Khan – yang baru memulai debutnya di Bollywood. Just a typical Bolly gangster masala, tapi bisa tampil cukup baik secara keseluruhan karena star-factor yang ada di balik satu nama terbesar sinema mereka: Shah Rukh Khan. (dan)

 

danieldokter

danieldokter

Daniel Irawan adalah pemilik situs ini.
danieldokter

Latest posts by danieldokter (see all)