Home » Dan at The Movies » CELEBRATING VALENTINE: 37 PERFECT DATE MOVIES

CELEBRATING VALENTINE: 37 PERFECT DATE MOVIES

CELEBRATING VALENTINE : 37 PERFECT DATE MOVIES

Collage 2017-02-13 03_53_57-1

Well, lupakan sejenak Titanic, Pretty Woman, Ghost, The Notebook atau bahkan Kuch Kuch Hota Hai, film-film romance legendaris yang bakal banyak sekali menempati daftar tontonan wajib di tiap Valentine’s Day dalam berbagai polling. In its very essential theme, sebuah lovestory tak harus selamanya hadir ber-mellow-mellow ataupun berkomedi ria sebagai rom-com. Terkadang, dalam sebuah thriller atau action , even the violent ones, esensinya bisa saja lebih terasa. This is mostly not by ratings, but let’s explore more of these various kinds of love stories, as a little reference to spend your Valentine’s moment. HAPPY VALENTINE’S DAY, FOLKS, and enjoy!

1. THE BEFORE TRILOGY: BEFORE SUNRISE (1995), BEFORE SUNSET (2004), BEFORE MIDNIGHT (2013)

before trilogy

Romance yang membangun kekuatannya hanya dari interaksi dua karakter dipenuhi dialog-dialog yang mengalir wajar namun dalam dengan koherensi dan intensitas romantisme luarbiasa yang terentang selama hampir 20 tahun. It’s lovely, wonderful, and at every moment, totally orgasmic.

2. TRUE ROMANCE (1994)

true romance

A violent love story hasil inovasi gila seorang Quentin Tarantino dan penyutradaraan dinamis Tony Scott yang serba muram, namun di saat yang sama sekaligus menunjukkan esensi true love yang sangat kuat. It’s one of ‘how far would you go for someone you loved’ theme. Ditambah ensemble cast yang hadir tak sekedar main-main dan romantically melodious themesongIn Dreams’ dari John Waite yang semakin menekankan tendensi itu di sebaris lirik nyelenehnya, ‘the world out there, can kiss my ass’ , this is simply a classic.

3. ETERNAL SUNSHINE OF A SPOTLESS MIND (2004)

eternal sunshine of a spotless mind

Wrapped with a little sci-fi fantasy and unique storytelling by Charlie Kaufman & Michel Gondry, unlikely lovestory yang mengantarkan Jim Carrey ke momen akting terbaiknya ini berisi esensi mendasar tentang cinta. Your mind wants. But hearts, can’t lie. Tema tak biasa dengan pencapaian sinematis luarbiasa.

4. A MOMENT TO REMEMBER (2004)

a moment to remember

Sinema Korea memang jagoan dalam dramatisasi mellow yang mengharu-biru, sekaligus mengadaptasi tak resmi film-film luar dengan racikan spesial yang terasa beda. Namun tuduhan film ini memplagiat 50 First Dates juga tak bisa dikatakan tepat, karena source aslinya, sebuah drama teve Jepang berjudul Pure Soul, sudah muncul sejak tahun 2001. However, this tearjerker will crush you to the bone dengan overdramatized scenes-nya.

5. 9 1/2 WEEKS (1986)

9 12 weeks

Now let’s get a little more erotic. Lupakan juga 50 Shades of Grey yang sayangnya sedikit terdistraksi oleh persepsi-persepsi BDSM dari pemirsa-pemirsa era sekarang. Dua nama di belakang pembuatannya sudah menjelaskan semua. Zalman King (skenario/produser) dan Adrian Lyne (sutradara). Ditambah chemistry Mickey Rourke-Kim Basinger di masa keemasan mereka serta hypnotic striptease scene dengan ‘You Can Leave Your Hat On’ dari Joe Cocker, it explored erotic boundaries more than you can imagine.

6. SERENDIPITY (2001)

serendipity

Seorang John Cusack, meski pernah berperan di beberapa film action, namun sejak awal karirnya kelihatan lebih senang bermain di wilayah rom-com. Say Anything yang legendaris itu boleh saja dipuja-puji banyak kritikus sebagai salah satu film paling romantis yang pernah ada, tapi untuk pemirsa luar AS, budaya Amerika yang kelewat kental disana might be a bit too overrated, sama juga seperti High Fidelity yang lebih segmented. Serendipity, kenyataannya, adalah rom-com Cusack yang paling universal. Romantic, necessarily bombasticsimply a perfect recipe for everyone.

7. IMA, AI NI YUKIMASU (BE WITH YOU) (2004)

be with you

Adaptasi novel legendaris Jepang yang juga dibuat dalam versi manga dan dorama ini mengangkat esensi tentang kasih seorang ibu dibalut sebuah mitos lokal negaranya dengan sangat menyentuh. Score-nya juga sangat dalam menekankan dramatisasi itu. Watch it, and you’ll end up holding your loved ones after.

8. FATHER OF THE BRIDE (1991) & FATHER OF THE BRIDE II (2005)

father of the bride

Jika Be With You bercerita tentang ibu, Father Of The Bride yang merupakan remake dari film lawas yang dibintangi Elizabeth TaylorSpencer Tracy mengisahkan sosok ayah dalam kegalauannya melepas sang putri ke pelaminan. This is Steve Martin at one of his funniest moment, dengan Diane Keaton dan Kimberly Williams sebagai pendampingnya. A warm and funny rom-com, dengan sekuel yang belum juga kehilangan semua kekuatan di film pendahulunya.

9. LOVE (2008)

love

Di luar keengganannya mengaku sebagai remake dari Cinta, an acclaimed Malaysian film dari sutradara yang sama, Kabir Bhatia, ensemble cast lintas generasi – penanda kultur pop kita di tiap eranya, dalam sebuah hyperlink plot dengan karakter-karakter cross-connected, bisa dibilang sangat berhasil membangun esensi yang beragam dalam judul yang diusungnya. Gita Gutawa yang me-recycled lagu ‘Sempurna’ , one of our loveliest love songs ever written, sebagai theme song-nya, juga jadi elemen yang sama kuat membuatnya jadi jauh lebih baik dari film aslinya.

10.WHAT DREAMS MAY COME (1998)

what dreams may come

Anotherhow far would you go for someone you lovedessence in a romance, but goes really, really, far over glimpses of fantasy. Dengan tim sama dibalik kesuksesan Ghost, film underrated ini bahkan melangkah ke wilayah yang jauh lebih ekstrim sebagai jawaban pertanyaan tematisnya soal perjalanan menempuh lapisan terdalam di dasar neraka demi cinta. Grab you in a heartbeat, filled with visual spectacles, too, do watch the stronger alternate ending on the DVD, yang bahkan lebih dalam lagi membawa konsep itu.

11. SALAAM-E-ISHQ (2007)

salaam-e-ishq

Sebuah interwoven love story dari Bollywood, dengan resep yang tak jauh dari perpaduan ensemble cast bintang-bintang papan atas mereka, lengkap dengan warna-warni tradisi Bollywood yang kental. Funny and colorful, a wonderful tribute to love.

12. IN THE MOOD FOR LOVE (2000)

in the mood for love

Acclaimed Chinese cinema from the auteur Wong Kar-Wai. Lewat art dan set decor luar biasa, seolah menyaksikan pameran lukisan penuh seni, penonton awal yang tak bakal bisa memahami pace dan penuturan ala Kar-Wai sekali pun akan bisa merasakan feel romance-nya. Sorot mata dan bahasa tubuh Tony Leung dengan Maggie Cheung, bahkan tanpa romantisasi verbal tetap mampu menunjukkan chemistry yang sangat liar serta lustful.

13. MR. AND MRS. SMITH (2005)

mr.-and-mrs.-smith_25311362557709

Di tengah pameran explosive action, Mr. & Mrs. Smith tak sekalipun kehilangan romanticism feel di balik isu hangat real life relationship dua aktor utamanya. An extreme and subversive rom-com like you’ve never seen before.

14. JERRY MAGUIRE (1996)

jerry maguire

A rom-com over a glimpse of sports theme. Dan seperti biasa, Cameron Crowe tak pernah bisa memisahkan filmnya dengan musik sebagai jiwa yang tampil begitu padu. ‘Secret Garden’ yang dinyanyikan Bruce Springsteen menjadi salah satu theme song paling romantis yang pernah ada. Dengan remarkable script berisi quotes-punchlines yang sangat memorable, it had us all at hello.

15. BENNY & JOON (1993)

benny and joon

Dua individu eksentrik yang hidup di dunia introvert mereka saling jatuh cinta. And to us, it’s the language of love. Johnny Depp dalam salah satu peran terbaiknya menghadirkan homage ke Charlie Chaplin dan Buster Keaton, natural beauty of Mary Stuart Masterson, serta Aidan Quinn-Julianne Moore as their guardian angels. Awkwardly romantic, sama seperti theme song-nya yang dibawakan duo The Proclaimers, ‘(I’m Gonna Be) 500 Miles‘.

16. BRAM STOKER’S DRACULA (1992)

dracula 1992

You better forget the horror icon. Dracula versi Francis Ford Coppola yang setia ke literatur klasik Bram Stoker ini jauh lebih romantis ketimbang menyeramkan. Penolakan Daniel Day Lewis mungkin masih meninggalkan rasa penasaran sampai sekarang, namun duet Gary Oldman dan Winona Ryder untuk membangun gothic romanticization itu juga benar-benar luar biasa. Anthony Hopkins and Keanu Reeves also starred, dan jangan lupa theme song Annie Lennox dengan atmosfer romantically eerie, ‘Love Song For A Vampire’.

17. FOUR WEDDINGS AND A FUNERAL (1994)

four weddings and a funeral

The British rom-com that started their big waves in Hollywood. Kecanggungan Hugh Grant dan spontanitas Andie McDowell menciptakan chemistry yang padu, berikut cameo Rowan ‘Mr. Bean’ Atkinson ikut membangun lovestory dengan cultural gap Inggris-Amerika dengan sangat menarik. Theme song recycled yang dibawakan Wet Wet Wet, ‘Love Is All Around’ juga terasa begitu ikonik ke film ini.

18. THE AGE OF INNOCENCE (1993)

the age of innocence

Adaptasi novel klasik ’20an karya Edith Wharton yang tak hanya berisi kisah cinta tiga karakter utamanya – one of the most beautiful on screen chemistry ever from Daniel Day Lewis among two Hollywood’s most stunning goddess – Pfeiffer and Ryder, juga memotret New York’s high society di zamannya sebagai kiprah Martin Scorsese yang sangat tak biasa. Might be his most uncharacteristic – namun sekaligus jadi salah satu karya terbaiknya yang mungkin sulit buat terulang lagi.

19. MY BEST FRIEND’S WEDDING (1997)

my_best_friends_wedding

Film yang memulai trend ‘wedding rom-com’, yang masih jadi menu wajib film sejenis hingga sekarang. Julia Roberts dan Cameron Diaz, konklusi tak biasa, ‘Say A Little Prayer‘, and of course, Rupert Everett at his funniest role.

20. ST.ELMO’S FIRE (1985)

stelmosfire

So, romantic movie on a Valentine Strings isn’t all about couples or families. Friends, or closest friends also deserved it. Film yang membawa ensemble legendaris ’80-an The Brat Pack ke salah satu puncak keemasan film-film remaja di eranya namun secara berbeda membawa karakternya ke batasan-batasan adulthood ini terasa semakin romantis dengan timeless score and songs dari David Foster. Like St. Elmo’s Fire, you could feel it burning in you.

21. CHANCES ARE (1989)

chances are

Another ’80s rom-com with a glimpse of fantasy as the trend in its era – about love and life after death’s second chances. Robert Downey, Jr., Mary Stuart Masterson, Ryan O’Neal & Cybil Shepherd hadir dengan chemistry sangat manis diiringi theme song legendaris ‘After Allby Cher & Peter Cetera.

22. ONLY YOU (1994)

only you

Another Robert Downey, Jr.‘s strings of 90’s rom-com, also with a glimpse of  faith and fantasies. Dirilis di bioskop Indonesia dengan judul ‘My One & Only You’ untuk membedakannya dengan rom-com berjudul sama yang dibintangi Andrew McCarthy dan Helen Hunt, Marisa Tomei tampil sangat bersinar bersama chemistry-nya dengan RDJ di balik panorama Italia yang makin menghidupkan romantisasi sekaligus komedinya. Michael Bolton sang the theme written by Diane Warren, ‘Once In A Lifetime‘.

23.WALL-E (2008)

wall-e

Di wilayah animasi, this might be the strongest picture about love. Nyaris seperti menyaksikan silent movies, teknik animasi Pixar yang membangun chemistry Wall-E dan Eve se-meyakinkan produk-produk live action, this is also one of their best animated works.

24. (500) DAYS OF SUMMER (2009)

500 days of summer

This is not a lovestory. This is a story about love. Tagline menarik yang mengantarkan kita pada sebuah keunikan cara bertutur, yet in the same time, selain melahirkan trend ke banyak film di genre sejenis sesudahnya – contemporary indie rom-com buat generasi sekarang, juga penuh perenungan bijak tentang cinta dan unrequited love di balik wonderful chemistry dari Joseph Gordon-LevittZooey Deschanel.

25. TEQUILA SUNRISE (1988)

tequila sunrise

Wujud film arahan Robert Towne yang lebih ke arah crime thriller ini tak lantas menghilangkan feel terdalamnya sebagai sebuah love story yang sangat romantis di balik chemistry Mel Gibson, Michelle Pfeiffer dan Kurt Russell dalam masa-masa keemasan karir mereka, plus iringan scoring jazz Dave Grusin yang juga menghadirkan maestro-maestro jazz dari Lee Ritenour ke David Sanborn di komposisi soundtrack yang khusus ditulis buat film ini; juga theme songSurrender to Me‘ yang ditulis Richard Marx dan dinyanyikan Ann Wilson dari Heart dan Robin Zander dari Cheap Trick.

26. THE WEDDING SINGER (1998) & 50 FIRST DATES (2004)

the wedding singer - 50 first dates

Duet Adam Sandler dan Drew Barrymore memang jadi sesuatu yang spesial dari dua film rom-com dengan sentuhan sick jokes a la Sandler, namun tak pernah kehilangan hati di tiap sisipannya, dan tetap mendefinisikan kultur pop dalam elemen-elemennya. Sayang memang reuni kedua mereka di ‘Blended‘ tak bisa sebaik dua film ini. Good, but not as memorable.

27. JOHN CARNEY’S UNOFFICIAL MUSICAL TRILOGY: ONCE (2007), BEGIN AGAIN (2013) & SING STREET (2016)

john carney musical trilogy

Ain’t not much romance that can translating music on screen perfectly. Tiga film yang sering disebut sebagai ‘Unofficial musical trilogy‘ dari John Carney, one of the best maestros di ranahnya ini memberi tone berbeda di atas homage-homage yang sama terhadap musik dengan eskalasi cermat ke puncak tertingginya di Sing Street tahun lalu. See them again back to back for your best date.

28. MANNEQUIN (1987)

mannequin

Sekilas, Mannequin boleh jadi hanya sebuah pure ’80s entertainment dalam trend fantasy romance di era-nya. But explore deeper and you’ll find yourself a timeless rom-com that defines its era over Andrew McCarthyKim Catrall wonderful chemistry and Starships ‘Nothing’s Gonna Stop Us Now’.

29. DRIVE (2011)

drive

Another extreme romance in the veins ofTrue Romance‘, but plays in a solid retro-style, ‘Drive‘ menghadirkan ekstrimisme kekejaman yang jadi begitu spesial dalam romantisasinya, dimana setiap letusan, muncratan darah, remukan kepala dan sobekan tubuh, justru membuat kita semakin merasakan kedalaman rasanya sebagai sebuah cinta yang harus diperjuangkan sejauh resiko apapun. A very violent romanticism.

30. HER (2013)

her

Di balik eksplorasi futuristic what-ifs? dan penelusuran kemana saja teknologi ini bisa dibawa dalam batasan-batasannya terhadap human’s physical intimacy dan sebuah kebutuhan komunikasi antar manusia yang makin jauh tertinggal, premisnya memang boleh jadi tak spesial dan sudah pernah diangkat dalam ‘Electric Dreams‘ di era awal dominasi komputer. Namun lihat bagaimana Spike Jonze mengemas konsep dari skrip, storytelling hingga ke desain produksinya, dengan detil-detil cermat diantara satu dengan yang lain untuk membentuk sinergi yang nyaris sempurna di setiap titik temu penerjemahan ide itu; dari interpretasi kostum high-waisted trousers dan hairstyling ‘80an, paduan dreamy atmosphere dengan dominasi red colors yang sangat mencolok, scoring a la Giorgio Moroder dari Arcade Fire dan Owen Pallett sampai tampilan efek untuk mendeskripsikan futuristic console and devices yang sangat believable yang membuat kita bisa percaya apa yang ada sekarang hanya memerlukan waktu singkat untuk sampai kesana, Jonze membawa pemirsanya masuk dengan liar menelusuri alam pikirannya, sebagaimana yang ia lakukan di film-film dia sebelumnya. A deeply electrifying sci-fi romance.

31. FRIENDS WITH BENEFITS (2011)

friends with benefits

A charming, energetic and delightful adult rom-com for the younger generation dengan sexual chemistry juara antara Justin TimberlakeMila Kunis, and of course – its winning momentum; Semisonic‘sClosing Timeflash mob!

32. FALLING IN LOVE (1984)

falling in love

Over its strong New York landmarks, ‘Falling in Love‘ adalah salah satu adult romance drama terbaik yang pernah ada di atas chemistry 2 Hollywood’s Godzillas;  Robert De Niro & Meryl Streep, dan komposisi jazz scoring dari Dave Grusin. Ulu Grosbard directed.

33. ABOUT LAST NIGHT (1986)

about last night

Lupakan black remake-nya, film yang disutradarai Edward Zwick sebagai adaptasi play David MametSexual Perversity in Chicago‘ ini bukan sekedar rom-com biasa yang menjual pesona Rob Lowe dan Demi Mooreas a part of the famous Brat Pack in those years, but more like a portrait of young Chicago yuppies yang memasuki adult relationship di tengah isu urban yang kuat. Soundtrack-nya juara; dari Sheena Easton, Bob Seger ke John WaitesIf Anybody Had a Heart‘ di adegan penutup yang sangat romantis.

34. SINGLES (1992) & REALITY BITES (1994)

singles-reality bites

Two quintessential ’90s rom-com that captured the zeitgeist of 20-something grunge culture in its era. Not only the romance, kultur musik menjadi bagian yang sangat padu dalam tiap rentang penggambarannya.

35. HEART AND SOULS (1993)

heart and souls

So Valentine’s Day also means the love for others instead of only lovers. Dari sutradara Ron Underwood dan produser Ron Howard, ‘Heart and Souls‘ yang mengilhami K-Cinema hitHello Ghost‘ bertahun setelahnya ini adalah sebuah rom-com berbalut fantasi dengan Robert Downey, Jr. di titik sentralnya – bersama tampilan aktor-aktor hebat, and huge hearts all over it. Marc Shaiman wrote the main smooth jazz theme ‘Heart and Soul‘ performed by Dave Koz and the theme song(You’ll Always be) My Heart and Soulsang by Stephen Bishop and produced by David Foster & Andrew Gold.

36. DEADPOOL (2016)

deadpool valentine

Brought a new mixed cup to superhero genre; a deadly combination of Marvel’s antihero, extreme romance and two of the greatest love songs ever written; ChicagosYou’re the Inspirationand George MichaelsCareless Whisper‘. You just can’t say no to it.

37. LA LA LAND (2016)

la-la-land

A love letter to Tinseltown, a homage to jazz, and a tribute to Love and Dreamers. An award-winning instant musical classic from Damien Chazelle. Read the full review here.