Home » Dan at The Movies » THE LEGO BATMAN MOVIE (2017)

THE LEGO BATMAN MOVIE (2017)

THE LEGO BATMAN MOVIE: THE BATMAN OF ALL BATMAN

Sutradara: Chris McKay

Produksi: Warner Animation Group, DC Entertainment, RatPac-Dune Entertainment, Lego System A/S, Vertigo Entertainment, Animal Logic, Lord Miller Productions, Warner Bros. Pictures, 2017

the lego batman movie

Menempuh 70 tahun perjalanannya di industri hiburan dari Denmark 1947, Lego Bricks atau Lego dari induk perusahaan bernama sama yang sudah berkiprah lebih lama lagi, Lego memang sudah punya ranahnya sendiri. Menggamit brand-brand terkenal hingga pengembangan brand mereka sendiri, selain ujung terbesarnya di theme park,  film – terutama layar lebar yang ditandai dengan kesuksesan besar ‘The Lego Movie’ (2014) adalah salah satu pundi paling potensialnya.

Universe yang sudah dibangun dengan baik dalam rentang teramat luas menggamit segala macam brand, terutama Warner Bros. sebagai partner utamanya, jelas layak dikembangkan lagi. Dan pilihan mereka ternyata jatuh ke salah satu sub-produknya yang paling terkenal di genre Lego superhero, Batman sebagai spinoff universe Lego. Membawa semua universe Batman ke dalam racikan segala umurnya sendiri, ironisnya, film yang mereka beri nama ‘The Lego Batman Movie’ ini justru memberi kontras pada kegagalan bertubi-tubi DCEU dengan instalmen-instalmennya.

3 tahun setelah menyelamatkan dunia Lego bersama Emmet dan Wildstyle, Batman (Will Arnett) melanjutkan perjuangannya di Gotham versi Lego. Tentu ada banyak kriminal yang harus dihadapi Batman, termasuk ego dan diskriminasi Justice League, namun di barisan terdepannya tetaplah sang archenemy, The Joker (Zach Galifianakis) – yang sudah menganggap Batman bak belahan jiwanya. Dengan bantuan pelayan setianya Alfred (Ralph Fiennes) dan calon protegenya, Dick Grayson/Robin (Michael Cera), Batman masih harus menghadapi tekanan dari Barbara Gordon (Rosario Dawson), putri Komisaris Gordon (Hector Elizondo) yang mewarisi jabatannya memegang tampuk pimpinan penegak hukum tertinggi Gotham.

Dipegang oleh nama-nama tak kalah nyeleneh dari bentukan Batman dan keseluruhan karakter di universe Lego bricks ini ; dari sineas multitalenta Phil Lord & Chris Miller (’21 Jump Street’, ’22 Jump Street’ & ‘Storks’) sebagai produser ke Seth Grahame-Smith (‘Abraham Lincoln: Vampire Hunter’ & ‘Pride, Prejudice & Zombies’) sebagai salah satu penulisnya – sementara Chris McKay dari ‘The Lego Movie’ tetap duduk menjadi sutradara, sekilas semua yang nampak di ‘The Lego Batman Movie’ ini nyaris seperti parodi dengan tone yang fun luar biasa.

But do look closer, semua elemen sinematisnya justru disusun jauh dari sekedar omong kosong belaka. Ada konsep dan layer yang jelas dari bangunan universe Lego selagi universe Batman yang kita kenal selama ini tertampung dengan baik melintasi rentang waktu nyaris 80 tahun dengan semua detil-detil era-nya; dari Golden Age, Silver and Bronze Age ke Modern Age di era novel grafis yang di-mix and match dengan cermat; bisa campy, tapi juga menyelam ke ranah-ranah dark comedy dan tak lupa memunculkan mocking penuh sentilan di sejumlah perubahan itu; dari dark tone Warner/DC pasca Nolan hingga ke DCEU bahkan ke ‘BvS: Dawn of Justice‘ dan ‘Suicide Squad’ berikut semua karakternya. Sebut semua karakter Batman hingga crossover-nya di Justice League, juga aspek lain dari device ke gadget-nya; you’ll get them all here.

Selagi joke-joke-nya mungkin bergerak kelewat liar melintasi banyak generasi hingga berpotensi hit-miss, bergantung kelas-kelas usia dan geeky-ness pemirsanya, tetap ada satu garisan yang menjelaskan universe-nya sendiri dengan solid. Penempatan adegan-adegan aksi spektakuler dalam pakem genre superhero pun muncul dengan seru. Dan siapa bilang part romance yang dipilih mereka antara Batman/Bruce Wayne dan Batgirl/Barbara Gordon tak terhadi berkali-kali di sejumlah instalmen komiknya? Thus said, Grahame-Smith dan kameradnya mengerjakan PR mereka dengan baik buat menyatukan aspek dan elemen yang ada dalam rentang panjang tadi.

Seakan masih kurang bermain-main dengan Lego dan Batman universe, skrip dan storytellingThe Lego Batman Movie’ masih sempat-sempatnya pula meramu semua itu dalam gelaran pop culture lintas generasi, might be the widest range ever in a movie, dalam porsi penuh sesak tapi tak pernah sekali pun tumpang tindih. Malah, bersama seabrek voice actors yang muncul dari nama-nama yang sudah disebut di atas ditambah Jenny Slate (Harley Quinn), Zoe Kravitz (Catwoman) Conan O’Brien (The Riddler), Channing Tatum (Superman), Jonah Hill (Green Lantern), Adam DeVine (The Flash) hingga Billy Dee Williams (Two-Face) dan Mariah Carey, karakter-karakter kultur pop dari berbagai film-film legendaris; dari mainstream bahkan cult seperti ‘Gymkata’ yang tak lagi dikenal generasi sekarang, malah jadi trivia game lintas usia yang sangat mengasyikkan untuk dikenali satu-persatu di tengah-tengahnya. Membuat kita ingin menyaksikannya berulang-ulang untuk tendensi itu.

Dari Harry Potter’s Lord Voldemort, The Lord of the Rings’ Sauron, King Kong, Dr. Who’s The Daleks, Gremlins, The Wizard of Oz’ Wicked Witch of the West, Jaws, Orca the Killer Whale, The Matrix’s Agent Smith ke Clash of the Titansmonsters; Medusa dan Kraken dan banyak lagi – semua bergantian memberikan excitement ke penggalan-penggalan adegan dan joke-nya. Belum lagi homage-homage lain ke film sebagai fondasi pop culture di arena bermain mereka semua; terutama rom-com dengan beragam subgenre-nya; dari sambil lewat hingga berupa quotes, excerpts ke tribute di pengadeganannya; dari ‘Jerry Maguire’, ‘Say Anything’ bahkan ‘Never Been Kissed’ yang merendisi sekuens dengan latar belakang ‘80s rock ballad(I Just) Died in Your Arms Tonight‘ dari Cutting Crew, plus masih banyak lagi tribute ke ‘80s to modern songs/music/genre.

So, lebih dari sekedar Lego Comedy, ‘The Lego Batman Movie’ adalah juga sebuah fusi dari banyak universe serta pop culture yang digagas tanpa main-main ke dalam sebuah kekuatan konsep. Ia boleh jadi terlihat seperti sekelompok anak yang tengah berfantasi tanpa batas dengan Lego bricks-nya, menyusun apa saja yang mereka mau buat diadu atau disandingkan, tapi di inti terdalamnya, ia juga tak pernah kehilangan hati. Konsep yang pada akhirnya mengingatkan lagi kita semua terhadap filosofi mainannya sendiri; that became kids’ friends through generationsLego memang bukan sekedar bricks biasa. Captured almost 80 years of Batman history and also the widest range of pop culture ever in a movie, ‘The Lego Batman Movieis the Batman of all Batman! Everything is awesome! (dan)

danieldokter

danieldokter

Daniel Irawan adalah pemilik situs ini.
danieldokter