Home » Dan at The Movies » KONG: SKULL ISLAND (2017)

KONG: SKULL ISLAND (2017)

KONG: SKULL ISLAND; MORE THAN A KING, A WHAM! BAM! ULTIMATE KONG

Sutradara: Jordan Vogt-Roberts

Produksi: Legendary Pictures, Tencent Pictures, Warner Bros., 2017

kong skull island

Lebih dari sesosok monster sebagai karakter film, dalam rentang historisnya, ‘King Kong’ sudah menjadi sebuah brand dan ikon. Film resminya mungkin hanya 3; yang pertama di tahun 1933, kemudian remake-nya di 1976 dan 2005. Ada satu sekuel dari versi 1976 di tahun 1986; ‘King Kong Lives‘ – though felt too small and failed as a box office bomb, sementara yang lainnya adalah rip-off, namun jumlah keseluruhan dari inspirasi itu sudah merambah ke bermacam-macam produk hiburan – bahkan juga menginspirasi banyak film lain soal monster antihero.

Dalam pengembangan MonsterVerse Warner Bros dan Legendary Pictures, at least ini yang sudah kita dengar, ‘King Kong’ kini bakal disandingkan dengan monster-monster lain yang rights-nya berhasil mereka akuisisi terutama ‘Godzilla‘ sebagai other gigantic movie monster yang sama-sama menempuh histori produksi-produksi counter-attack AS dan Jepang secara bertolak belakang. Menjadi bagian kedua dari MonsterVerse itu setelah ‘Godzilla’ 2014, yang nantinya bakal menyandingkan dua monster gigantis ini dalam crossover seperti salah satu ripoff lamanya, ini memang tak lagi mengulang kisah pengenalan King Kong yang biasa. Dua film yang mempertemukan monster-monster itu sudah tertera di filmografi mereka secara resmi.

Menjelang akhir perang Vietnam di tahun 1973, organisasi rahasia Monarch menggagas sebuah eksplorasi ke pulau misterius di Samudera Pasifik yang dipercaya menyimpan rahasia ke sejumlah spesies baru untuk penemuan ilmiah. Merekrut James Conrad (Tom Hiddleston), mantan agen Inggris, Mason Weaver (Brie Larson), jurnalis foto perang dan Kolonel Packard (Samuel L. Jackson) dari skuadron heli US Army buat mengerahkan pasukan masing-masing, Bill Randa (John Goodman), petinggi Monarch pun menemukan banyak hal tak terduga yang menempatkan nyawa mereka semua dalam bahaya atas keberadaan spesies-spesies predator raksasa di pulau itu.

Membidik pertarungan antar monster di tengah peradaban langka set fiktifnya, versi baru Kong yang dibesut sutradara Jordan Vogt-Roberts dari film indie ‘The Kings of Summer’ yang banyak dilirik kritikus ini melakukan pendekatan atas banyak referensi film perang legendaris dari skrip Dan Gilroy (‘Real Steel’, ‘Nightcrawler’) dan Max Borenstein dari ‘Godzilla’ 2014. Yang paling jelas adalah karya Francis Ford CoppolaApocalypse Now’, sementara selebihnya bertabur referensi dari film-film perang Vietnam seperti ‘Platoon’ hingga creature feature alaJurassic Park’ dan sejumlah film-film Jepang ; masing-masing dalam konteks berbeda.

Hasilnya adalah pameran visual yang memang sangat memanjakan mata dari sinematografi Larry Fong (‘Batman v Superman: Dawn of Justice’, ‘300’) yang menggerakkan fokusnya ke porsi raksasa pertarungan monster-monster dan monster-manusia yang mereka gelar di sepanjang film. Walau masih menyenggol eksistensi Kong sebagai antihero dan hubungan spesialnya dengan karakter wanita cantik namun tangguh, mereka kini membelokkannya sedikit ke ide dasar Godzilla soal penyeimbang ekosistem dan peradaban. Begitu gigantisnya royal rumble para monster ini mereka hadirkan sebesar ukuran King Kong yang di-upgrade melebihi film-film sebelumnya, menjadi ultimate spectacle di sepanjang film dan memuncak di 30 menit durasi akhir yang makin seru lagi dengan iringan scoring Henry Jackman.

Sementara homage-nya ke ‘Apocalypse Now’ dihadirkan dengan trivia play yang sangat terus terang seperti poster IMAX 3D-nya yang dirancang berdasar poster ‘Apocalypse Now‘. Selain similar shots, explosion scenes dan set staging, lots of them, pernak-pernik hingga wardrobe karakternya pun muncul dengan detil yang sangat mengingatkan terutama pada penyuka film perang Vietnam legendaris tahun 1979 yang ditulis oleh John Milius itu. Beri atensi lebih, dari topi kolonel Packard, red head band karakter Slivko yang diperankan oleh Thomas Mann dengan potongan rambut dan kenaifan ala Martin Sheen di film itu – termasuk dalam bentukan karakter-karakternya; termasuk photojournalist yang di sana diperankan Dennis Hopper dan kegilaan Kol. Kurtz-nya Marlon Brando yang disematkan ke karakter Packard, serta masih banyak hal kecil lain lagi.

Mengisi ensembel utamanya, Tom Hiddleston, Brie Larson dan Samuel L. Jackson tampil menonjol. Dari perannya sebagai Loki di MCU, Hiddleston berubah menjadi machismo action lead yang meyakinkan menyerupai aktor laga kelas B Ron Marchini di tahun ’80-an, sementara Brie Larson, walau tak pernah jadi sekuat Jessica Lange, Naomi Watts bahkan Linda Hamilton di ‘King Kong Lives’, tetap merupakan tough-beauty factor di antara man-domination-nya. Samuel L. Jackson jelas tak perlu dipertanyakan buat dipasang sebagai karakter ala Moby Dick’s Captain Ahab bagi Kong di balik kombinasi referensi Robert Duvall dan Marlon Brando di ‘Apocalypse Now’, namun satu yang paling menyita perhatian justru John C. Reilly sebagai veteran PDII Hank Marlow yang bukan hanya ikut diserahi highlight scene untuk bermain dalam elemen aksi namun juga porsi lebih di konklusinya.

Ensembel itu masih diramaikan oleh nama-nama cukup dikenal seperti Toby Kebbell yang juga memerankan performa mo-cap Kong bersama Terry Notary. Mengisi perannya sebagai Mayor Jack Chapman, tangan kanan Packard, heartfelt partsSkull Island’ sepenuhnya jadi milik Kebbell dengan salah satu memorable quote-nya. Lantas ada John Ortiz, aktor muda Thomas Mann dari indie hitMe and Earl and a Dying Girl’, hingga aktris Cina Jing Tian yang sayangnya tak diberi banyak kesempatan selain hanya sebagai daya tarik lebih untuk perilisan China.

Itu semua, agaknya cukup sebagai jaminan ‘Kong: Skull Island’ menjadi blockbuster unggulan tahun ini. Build on references to a gigantic portion of monsters’ royal rumble, and more to come in its after credits scene (some of you will cheer out loud seeing this), ‘Kong: Skull Islandain’t your usual Kong, but more than a King, a Wham! Bam! Ultimate Kong! Rendisi berbeda dari makhluk yang sudah kita kenal dalam proporsi super sesuai ukurannya. Whoa! (dan)

danieldokter

danieldokter

Daniel Irawan adalah pemilik situs ini.
danieldokter

Latest posts by danieldokter (see all)