Home » Events » MENGENAL LEBIH DEKAT KULTUR HIBURAN JEPANG LEWAT OKINAWA INTERNATIONAL MOVIE FESTIVAL (OIMF)

MENGENAL LEBIH DEKAT KULTUR HIBURAN JEPANG LEWAT OKINAWA INTERNATIONAL MOVIE FESTIVAL (OIMF)

OIMF 2017 poster

©2017 OIMF

Dari banyak festival film internasional di Asia yang kita biasa kita dengar di berbagai pemberitaan media-media hiburan, ‘Okinawa International Movie Festival’ yang disingkat dengan OIMF mungkin tak termasuk di antaranya. Wajar, karena selain skup festivalnya mungkin masih cukup kecil dibandingkan sejumlah perhelatan sejenis di Asia, usianya pun masih tergolong sangat muda, baru menginjak usia ke-9 di tahun ini. Kecuali film-film Jepang, deretan film-film internasional pengisi festivalnya pun mungkin sudah terlebih dahulu kita saksikan di layar lebar bahkan home video.

Namun begitu, OIMF punya keunikan yang tak banyak kita temukan di festival-festival film internasional lainnya di Asia bahkan dunia. Menyatukan pesta film tahunan dalam skema berbeda, menghadirkan penayangan film bersama pagelaran musik, tari, panggung komedi, fashion hingga sports, OIMF yang digagas pertama kali di tahun 2009 oleh perusahaan terbesar industri komedi Jepang ‘Yoshimoto Kogyo’ dengan CEO-nya Hiroshi Osaki, lebih berfokus ke genre drama dan komedi bersama tema yang diusungnya, ‘Laugh and Peace’.

Sejarah Yoshimoto Kogyo

Didirikan tahun 1912 oleh Sei dan Kichibei Yoshimoto sebagai teater Rakugo; sebuah seni pertunjukan monolog komikal di dasar Kuil Tenmangu di Osaka, Yoshimoto Kogyo kini telah menjadi perusahaan hiburan tertua sekaligus terbesar di Jepang. Visinya yang bergerak di pertunjukan panggung khususnya komedi, dalam rentang lebih dari 100 tahun sudah membuat Yoshimoto menjadi ikon genre yang mungkin tak pernah disadari sangat populer di negaranya.

Kemajuan Yoshimoto mengalami perkembangan pesat di era 2000-an dengan pendirian sekolah hiburan mereka yang diberi nama New Star Creation. Sekarang, setiap tahunnya ada ratusan komedian lulusannya berikut entertainer di bidang lain yang terkait dari musisi, produser, sineas hingga atlit. Yoshimoto juga mengakuisisi bioskop dan gedung-gedung pertunjukan lama untuk diubah fungsinya menjadi panggung utama bagi artis-artisnya. Dimulai dari 2-3 tahun lalu, mereka juga aktif mengirimkan komedian mereka ke seluruh belahan dunia termasuk Asia Tenggara dan Indonesia untuk mempelajari asimilasi budaya di masing-masing negara.

OIMF dari Tahun ke Tahun

OIMF 2016

Penyelenggaraan OIMF sendiri dimulai dari gagasan Hiroshi Osaki saat mengunjungi Cannes Film Festival di tahun 2007. Di situ, ia melihat world premiere sebuah film Jepang, ‘Dai Nipponjin’ (Big Man Japan) karya sutradara Hiroshi Matsumoto. Sadar bahwa memiliki platform festival sendiri bisa menjadi jalan untuk memperluas audiens produk dan talenta-talentanya, Osaki pun menggagas OIMF perdana di tahun 2009.

Dengan bantuan festival director Busan Film Festival, Kim Dong-ho, yang hingga kini masih melakukan supervisi dan advokasi terhadap kemajuan festivalnya, hampir selalu hadir di setiap tahun penyelenggaraannya, staf-staf yang direkrut ke dalam OIMF pun mereka bawa dari pihak penyelenggara Tokyo International Film Festival (TIFF) yang sudah sangat berpengalaman.

Bertempat di American Village, Mihama Chatan-cho di Okinawa, OIMF perdana dihelat dari 19 hingga 22 Maret 2009 dengan penayangan 38 film dari seluruh dunia berikut dukungan solid pemerintahnya. Film pembuka OIMF perdana adalah ‘Goemon’, sebuah fantasi historikal berdasar legenda jagoan Jepang Ishikawa Goemon di era Sengoku. Disutradarai Kazuaki Kiriya, ‘Goemon’ banyak mendapat pujian dari desain produksi yang melibatkan lebih dari 2500 frame VFX di atas keseluruhan digital backlot-nya. Film penutupnya sendiri adalah ‘Burn After Reading’ karya sutradara Joel & Ethan Coen yang dibintangi antara lain oleh George Clooney dan Brad Pitt.

Selain ‘Goemon’ dan ‘Burn After Reading’, juga tercatat film-film yang cukup dikenal seperti ‘Yes Man’, ‘Beverly Hills Chihuahua’, ‘If You are the One’, ‘Painted Skin’ dan film aksi Jepang ‘Crows Zero 2’. Bertindak selaku juri untuk penganugerahan piala Grand Prix-nya adalah Kim Dong-ho, sutradara Gordon Chan dan Jerry Zucker (‘The Naked Gun’, ‘Ghost’) di antaranya.

Di tahun 2010, penyelenggaraan OIMF ke-2 beralih ke Okinawa Convention Center di Ginowan City dan meluas dengan partisipasi Sakurazaka Theatre, sebuah bioskop alternatif yang menjadi sarana utama Universitas film bernama sama di Okinawa. Piala tertingginya digagas berdasar ikon Okinawa The Golden Shisa yang dibagi atas dua kategori ‘Laugh’ untuk film-film komedi dan ‘Peace’ untuk film-film drama. Film-film seperti ‘The Hangover’, ‘Fanboys’, ‘Little Big Soldier’ dan ‘Bangkok Traffic Love Story’ mengisi deretan line up-nya, dengan film pemenang The Golden ShisaMiss Kurosawa’ karya Taku Watanabe. ‘Miss Kurosawa’ juga memenangkan The Laugh Category Uminchu Prize Grand Prix sementara The Peace Category Uminchu Prize Grand Prix disabet oleh film India ‘Rab ne Bana di Jodi’-nya Aditya Chopra yang dibintangi oleh Shah Rukh Khan dan Anushka Sharma.

Masih di tempat yang sama, tahun ketiga OIMF mulai memperkenalkan Contents Bazaar untuk memperkenalkan produksi kerjasama AS dan televisi Jepang; semacam film market dalam skup kecil yang juga menjadi sarana hiburan bagi seluruh keluarga pengunjungnya. Di tahun ini juga Yoshimoto dan OIMF melebarkan sayapnya untuk menyorot lebih besar talenta-talenta video lokal mereka lewat The Local Origination Project dan Jimot CM Competitition, yang bukan saja diwarnai video-video lokal dengan unsur kultural yang kental tapi bahkan merambah ke video-video pesta pernikahan yang digarap dengan sentuhan pengenalan kultur variatif dari 41 wilayah kepulauannya.

Walau sedikit terganggu oleh peristiwa gempa Tohoku dan tsunami, OIMF ke-3 tercatat menjadi world premiere untuk film Jepang kontemporer karya Hiroshi ShinagawaManzai Gang’ yang kemudian banyak membawa warna baru ke komedi aksi ala Tarantino, juga ‘No Strings Attached’-nya Ivan Reitman yang dibintangi Ashton Kutcher dan Natalie Portman. Film box office Thailand fenomenal ‘Crazy Little Thing Called Love’ karya sutradara Puttipong Pormsaka Na-Sakonnakorn dan Wasin Pokpong juga memenangkan kategori Laugh sementara Golden Shisa dan kategori Peace menjadi milik film Jepang ‘Hankyu Densha’ dari sutradara Yoshihige Miyake. Fiksi ilmiah ‘Skyline’-nya The Brothers Krause yang kini dilanjutkan ke sekuel berjudul ‘Beyond Skyline‘ dengan Iko Uwais dan Yayan Ruhian di antara deretan pemerannya juga merupakan salah satu line up-nya.

Tahun ke-4 OIMF masih diisi oleh film-film drama serta komedi terkenal seperti ‘All’s Well Ends Well 2012’, franchise Chinese New Year dari HK, film komedi independen Malaysia ‘Nasi Lemak 2.0’, film remaja musikal Thailand ‘SuckSeed’, ‘Bridesmaids’-nya Paul Feig dan film India ‘Ready’ yang dibintangi Salman Khan di kategori Laugh. Di kategori Peace ada ‘A Simple Life’-nya Ann Hui yang menyabet Golden Shisa dan Uminchu Award untuk kategori ini, dan masih ada ‘Attack the Block’-nya Joe Cornish dan film Perancis pemenang Oscar 2012 ‘The Artist’.

OIMF stage

Menambah lagi kategorinya di tahun ke-5 penyelenggaraannya, OIMF ke-5 memperkenalkan kategori The Creator’s Factory untuk kompetisi video lokal serta Pachinko Movie Awards untuk memberi penghargaan pada budaya baru film pendek dalam platform mesin permainan Pachinko mereka. Ada karya Bryan SingerJack the Giant Slayer’, film horor Hideo NakataThe Complex’, nominee Oscar ‘Beasts of the Southern Wild’, film India ‘Barfi!’ dan film pendek ‘Jury’ karya Kim Dong-ho di deretan film-film pengisi festivalnya.

Di tahun ke-6, OIMF semakin menonjolkan budaya lokal dengan jargon baru festivalnya ‘All Things are Great in the Island’. Ekshibisi kontennya juga kini digagas lewat sebuah platform yang lebih festive serta interaktif, ‘Laugh and Peace Town’ yang dihelat di tengah-tengah pantai tropis Ginowan untuk melengkapi perhelatan utamanya di Naha City. OIMF tahun ke-6 ini juga dihadiri oleh aktor Masi Oka, sutradara Gordon Chan serta aktor cilik Mana Ashida dari ‘Pacific Rim’ dan Johnny Knoxville yang membawa filmnya ‘Bad Grandpa’ ke OIMF.

Deretan film-film lainnya adalah hit Korea ‘Miss Granny’ yang sudah diadaptasi ke banyak negara, film Jerman ‘Suck Me Shakespeer’, ‘The Secret Life of Walter Mitty’, dan menyambung highlight Open Air Screening yang di tahun sebelumnya menayangkan blockbusterJack the Giant Slayer’ dengan layar terbesar di dunia yang mereka impor dari Swedia, ‘Gravity’-nya Alfonso Cuaron benar-benar ditayangkan dengan pengalaman sinematis luarbiasa di bawah bintang malam pantai Ginowan.

OIMF ke-7 di tahun berikutnya mulai membuka peluang bagi TV Director’s Movie sebagai salah satu platform produksi Yoshimoto yang semakin meluas ke seluruh Jepang. Untuk pertama kalinya, OIMF menayangkan film Indonesia ‘Assalamualaikum Beijing’ karya Guntur Soeharjanto yang terpilih untuk menyorot keragaman genre reliji yang berkembang di sinema kita. Selain itu juga ada sineas Yosep Anggi Noen yang datang untuk mempromosikan film pendek karyanya, ‘Rumah’,  yang diproduksi di Okinawa sebagai bagian dari OIMF Local Origination Project.

OIMF juga tetap mempertahankan penayangan film-film klasik dari seluruh dunia hingga blockbuster yang dilengkapi sesi diskusi/bedah film di Sakurazaka Theatre. Salah satu yang ditayangkan adalah film klasik Jackie Chan karya sutradara/action choreographer Yuen Woo Ping, ‘Drunken Master’, serta Open Air Screening yang di tahun itu menayangkan ‘Interstellar’ dan ‘Terminator’.

Di tahun ke-7 juga, Yoshimoto dan OIMF memilih untuk menghilangkan kategori kompetisi utama The Golden Shisa berikut Laugh and Peace Uminchu Awards untuk lebih berfokus ke gelaran pesta budaya tahunan namun tak meninggalkan film sebagai menu utamanya. Sebagai penyeimbangnya, mereka memilih untuk lebih mendorong talenta-talenta lokal lewat segmen kompetisi lokal yang terus dipertahankan, dan di atas semuanya, nafas utama Laugh and Peace sebagai nuansa festival film yang berbeda tetap tak berubah.

Terus memperbaharui variasi penyelenggaraan festivalnya, OIMF ke-8 tahun lalu memindahkan pusat perhelatannya dari Ginowan ke Naha City dengan Taman Kota terkenal mereka, Naminoue Umisora Park. Waktu penyelenggaraaan yang juga berpindah ke bulan April untuk memberi atmosfer peralihan secara lebih nyaman dari sisi iklim – tak lagi di musim dingin, juga tetap dilengkapi dengan pagelaran karpet merah penutup yang di tengah-tengah keramaian kawasan paling ramainya, Kokusai-dori.

Selain film adaptasi manga terkenal karya Takashi Miike, ‘Terra Formars’, ‘Macbeth’-nya Justin Kurzel juga menjadi film pembuka OIMF ke-8. Masih ada animasi Disney peraih Oscar ‘Zootopia’, film Thailand ‘May Who?’ dan film drama historikal Korsel ‘Chronicle of a Blood Merchant’ yang membawa aktor Korea terkenal Ha Jung-woo ke tengah-tengah festivalnya.

OIMF ke-9 Kembali Menayangkan Film Indonesia

Di tahun ini, dengan lokasi penyelenggaraan yang semakin bertambah ke seluruh pelosok Okinawa, OIMF ke-9 mengingatkan kembali mengapa Okinawa dengan kulturnya yang spesial dan berbeda dari wilayah Jepang lainnya sangat penting untuk menjadi basis festival film internasional yang ada di Jepang. Selain Kyoto International Film Festival yang juga digagas Yoshimoto di bulan berbeda untuk memperingati kotanya sebagai awal sejarah terbentuknya sinema Jepang, Okinawa didasari atas keindahan alam kepulauan serta laut yang mengelilingi kepulauannya.

Dengan tema ‘Sometimes this Island Feels Bigger than the Whole World’ dalam promosi kepulauannya sebagai sentral dari industri hiburan berbasis kultur Jepang, OIMF ke-9 yang akan dihelat dari tanggal 20 hingga 23 April juga akan mengembalikan citranya ke ranah komedi dengan segmen spesial penayangan sejumlah film komedi klasik Jepang hasil kurasi Takuhei Takahira, seorang sutradara panggung, editor dan penulis, serta Okinawa Historical Movie; segmen berisi film-film klasik yang diproduksi di Okinawa, yang sudah diinisiasi sejak tahun lalu.

hangout OIMF

©Rapi Films

Dan di antara deretan film-film pengisi festivalnya, OIMF ke-9 menghadirkan film Indonesia ‘Hangout’, produksi Rapi Films yang disutradarai dan dibintangi komedian Raditya Dika. Box office hit yang di pengujung lalu menjadi kompetisi ketat antara Raditya Dika dan Ernest Prakasa lewat ‘Cek Toko Sebelah‘ akan ditayangkan dalam segmen Special Invitation bersama sejumlah film Jepang dalam slot World Premiere, di antaranya ‘Karanukan’ karya Yasuhiro Hamano yang dibintangi musisi terkenal Gackt dan ber-setting di Okinawa berikut film drama musikal Thailand ‘A Gift (Pohn Jak Fah)’, omnibus tahun baru yang disutradarai Jira Maligool, Nithiwat Tharathorn, Chayanop Boonprakob dan Kriangkrai Wachirathamporn yang sudah dirilis di bioskop kita beberapa bulan lalu.

Sementara slot Open Air Screening tahun ini tetap diisi oleh blockbuster Hollywood. Dua judul yang terpilih adalah ‘Ghostbusters’ versi 2016 yang disutradarai Paul Feig dan ‘The Secret Life of Pets’, animasi Illumination yang disutradarai Chris Renaud dan Yarrow Cheney. Dalam segmen Sakurazaka Movie Theater, satu line up yang paling menarik juga diisi oleh ‘Mad Max: Fury Road’ edisi Black & Chrome.

jimmy OIMF

©2017 YDクリエイション

OIMF ke-9 akan dibuka dengan Theatrical World Premiere serial komedi produksi Yoshimoto dengan Netflix  Asia kedua setelah ‘Hibana’ di tahun lalu. Netflix original seriesJimmy: Aho Mitai na Honma no Hanashi’ (Jimmy: A Seemingly Stupid, but True Story) yang berjumlah 9 episode dan diproduseri oleh artis popular mereka, MC Sanma Akashiya, diharapkan akan terus mengembangkan kerjasama Yoshimoto dan Netflix dalam perkembangan platform baru konten online untuk menikmati tontonan.

danieldokter

danieldokter

Daniel Irawan adalah pemilik situs ini.
danieldokter

Latest posts by danieldokter (see all)