Home » Dan at The Movies » GUARDIANS OF THE GALAXY VOL. 2 (2017)

GUARDIANS OF THE GALAXY VOL. 2 (2017)

GUARDIANS OF THE GALAXY VOL. 2: A SPACE-SMASHING INTERGALACTIC ADVENTURE-FUN

Sutradara: James Gunn

Produksi: Marvel Studios, Walt Disney Studios Motion Pictures, 2017

gotg 2

Bicara soal adaptasi superhero layar lebar, Marvel memang selalu jadi rajanya. Bersama kolaborasi mereka dengan Disney yang jelas punya peran besar dalam distribusi, studio yang selalu unggul dalam menjual produknya, langkah mereka jelas makin sulit dilampaui studio lain terlebih saingannya, DC Comics.

Menggamit box office sekaligus resepsi kritikus, ‘Guardians of the Galaxy’ termasuk salah satu bentuk kedigdayaan yang tak pernah diperkirakan banyak orang. Dengan diversifikasi pola yang membawanya membaur di antara space adventure klasik a la ‘Star Wars’ dan ‘Flash Gordon’ bersama homage ke musik dan sejarah pop negaranya, bahkan hanya dalam satu film perkenalan, franchise komik yang tak sepopuler ‘The Avengers’ dan pentolan-pentolan utamanya ini bisa muncul makin sejajar menuju crossover raksasanya di Marvel Cinematic Universe (MCU) nanti.

Berlanjut ke petualangan berikutnya, Star Lord/Peter Quill (Chris Pratt), Gamora (Zoe Saldana), Drax (Dave Bautista), Rocket Raccoon (disuarakan Bradley Cooper) dan Groot (Vin Diesel) yang kembali menjadi bayi di ending film pertama kini harus melarikan diri dari ras Sovereign setelah Rocket ketahuan mencuri baterai berharga milik mereka. Diselamatkan oleh Ego (Kurt Russell), ayah Star Lord yang membawanya bersama Drax dan Gamora ke planetnya ; Rocket, Groot dan Nebula (Karen Gillan) tak lama tertangkap oleh Yondu (Michael Rooker) dan pasukan Ravagers yang disewa oleh Ayesha (Elizabeth Debicki) untuk mengejar mereka. Penyekapan yang berujung ke pemberontakan oleh Taserface (Chris Sullivan) di kapal Ravagers semakin memperkeruh suasana, sementara rahasia yang selama ini disimpan Ego atas rencananya mulai menyadarkan Star Lord dan rekan-rekannya, menentukan siapa kawan dan siapa lawan di balik misi dan persahabatan mereka.

Lewat skrip yang tetap digawangi sutradara James Gunn, kekuatan utama ‘Guardians of the Galaxy Vol. 2’ tetap muncul sekuat film pertamanya. Namun sama seperti racikan soundtrack yang dikemas ke dalam titel ‘Awesome Mix Vol. 2’ dengan lagu-lagu klasik yang masing-masing punya kualitas sebagai penanda sejarah pop-nya, petualangan intergalaksi itu kali ini bergerak ke level beda dengan sematan dramatisasi di atas subteks soal keluarga yang makin kuat membentuk interaksi karakternya.

Tak hanya di antara personil-personil intinya, subteks itu juga bergerak makin kuat ke subplot lain dalam penjelasan universe-nya yang melebar ke Ravagers sekaligus bagian kisah asal-usul Star Lord; membawa karakter-karakter baru yang menonjol seperti Kraglin yang diperankan oleh Sean Gunn dan Mantis, asisten Ego oleh aktris Perancis berdarah Korea Pom Klementieff, serta tentu saja Kurt Russell. Di situ, skrip Gunn memainkan role play para karakternya dengan turnover formulaik kawan jadi lawan – lawan jadi kawan, namun semua dengan detil motivasi yang membuat keseluruhan plot-nya tak hanya jadi bolong-bolong menonjolkan semata paduan rasa antara aksi – komedi berikut dramanya.

Masih ada pula Sylvester Stallone bersama sejumlah cameo yang sebelumnya dirahasiakan rapat-rapat dari promo-promonya sebagai karakter-karakter yang bakal dikembangkan di instalmen berikutnya; yang jelas sudah dikenal oleh fans komiknya. Digagas menjadi seolah bentukan-bentukan diversifikasi ensemble dalam satu sub-franchise sama yang kapan saja bisa dikembangkan lepas menjadi spinoff yang potensial, like bringing the new form of ‘The Expendables’ in space ini memang cara Kevin Feige dan Marvel Studios membangun universe yang solid.

Namun memang, kekuatan utama ‘Guardians of the Galaxy’ sebagai bagian penting dari MCU ada di formulanya yang tak biasa. Lihat bagaimana Gunn membesut opening scene-nya sebagai cuteness overload ke sosok Baby Groot, menggeber space chase-nya berkali-kali sambil menyemat ledakan-ledakan komedik lewat interaksi karakternya hingga 5, yeah, 5 after-credit scenes termasuk satu yang menampilkan cameo terkocak dari Stan Lee pun terasa belum cukup melepas kita di ending-nya.

Action intergalaksi yang seru, komedi buddy movie nyeleneh yang luarbiasa lucu plus homage ke musik itu tetap membentuk racikan yang sangat menghibur tanpa sekalipun kehilangan kedalaman lebih sebagai sebuah sekuel sekaligus setup ke crossover lebih lagi. A space-smashing intergalactic adventure fun! (dan)