Home » Dan at The Movies » THE GUYS (2017)

THE GUYS (2017)

THE GUYS: THE UNEVEN CROSS PATHS OF FRIENDSHIP, ROMANCE AND SELF IMPROVEMENT STORY

Sutradara: Raditya Dika

Produksi: Soraya Intercine Films, 2017

the guys poster

Dari banyak penulis novel komedi ataupun komika yang sukses hingga merambah layar lebar, Raditya Dika tetaplah seorang pionir dalam kelompoknya. Walau pernah gagal di film adaptasi pertamanya ‘Kambing Jantan’, Dika membuktikan kalau sosoknya adalah satu yang paling ditunggu di kalangan penggemar genre ini. Satu-satunya saingan sekelasnya mungkin hanya Ernest Prakasa yang belakangan menunjukkan multitalented field-nya sebagai seorang kreator komedi handal. Toh, keduanya sebenarnya punya spesialisasi masing-masing kalau bicara soal tema.

Lewat ‘Hangout’, biarpun belum terlalu maksimal dalam hasilnya, Dika sudah mencoba keluar dari comfort zone-nya yang biasa melulu bicara masalah jomblo dan percintaan. ‘The Guys’, walaupun sedikit banyak kembali lagi ke sana, tapi paling tidak menyelipkan satu dua elemen yang lebih dewasa dalam plot-nya. Alfi (Raditya Dika) yang hidup bersama teman-teman sekantornya; Rene (Marthino Lio), Aryo (Indra Jegel) dan karyawan ekspat dari Thailand Sukun (Pongsiri Bunluewong) punya cita-cita ingin menjadi seperti bosnya, Jeremy Arifin (Tarzan). Namun kedekatannya dengan Amira (Pevita Pearce), juga rekan sekantornya ternyata menciptakan masalah baru yang berujung pada hubungan Jeremy dan ibunya (Widyawati).

Lewat skrip yang ditulis Dika bersama Donny Dhirgantoro (‘5 cm‘) dan Sunil Soraya, ‘The Guys’ jelas terlihat dibangun atas tiga elemen utama yang maunya saling terkait erat menciptakan sebuah konklusi tentang kehidupan seputar profesi yang mereka angkat. Ada persahabatan, romansa dan self improvement yang biasanya memang jadi bagian dari komedi-komedi profesi. Sebuah template yang terdengar biasa, namun jelas tak ada yang salah dengan itu.

Namun agak lari dari judul yang mengarah pada hubungan persahabatan karakter Alfi dan rekan-rekan sekerjanya, ‘The Guys’ justru menemukan momen-momen terbaiknya kala skrip itu bermain-main dengan kisah romansanya. Terlebih dalam interaksi Tarzan dan Widyawati yang konsep mix and match-nya saja sudah berpotensi meledakkan tawa, konflik kucing-kucingan dan kesalahpahaman a laSecret Admirer‘ atau ‘Drive Me Crazy‘ yang digelar Dika terasa efektif sekali membangun sisi komedinya sekaligus mengangkat bagian romance antara Dika dengan Pevita Pearce yang bermain cukup baik sebagai Amira.

Sayangnya memang ‘The Guys’ tak bisa konsisten mengaitkan benang merah sebagai interkoneksi dari tiga elemen yang membentuk cross paths satu dengan yang lain ke konklusinya. Selagi bagian-bagian self improvement-nya terasa hanya sebagai tempelan lewat dialog, sisi kisah persahabatan dan romansanya justru seakan bingung bergerak bersama. Berjalan seperti dua penggal bagian yang kerap terasa terpisah satu dengan yang lain, sepertiga akhir ‘The Guys’ salahnya malah bergerak meninggalkan romansa sebagai pemicu momen terbaiknya. Mulai mencoba menonjolkan Marthino, Indra dan Pongsiri sejajar dengan Dika untuk menggelar bagian friendship di antara tiga sahabat sekantor ini – namun terlambat.

Mengajak pemirsanya masuk ke dalam sebuah kisah persahabatan yang tidak digagas dengan kuat sejak awal, meski keempat karakter ini membentuk chemistry yang sama sekali tak jelek, ‘The Guys’ pun jadi kehilangan rasa yang sebenarnya bisa potensial kalau digali dengan lebih cermat. Begitupun, kelas produksi Soraya memang selalu tampil dengan atmosfer sinematis yang lebih terasa ‘grand’ dibanding PH lain – sekalipun dalam skup film-film ringan macam ini; dan beberapa momen komediknya masih bisa bekerja dengan baik buat meledakkan tawa. Ditambah penampilan spesial Thai cinema sweetheart Baifern Pimchanok yang walau hanya tampil lewat sekuens yang disyut di negaranya, ia paling tidak bisa menghibur, namun tak lebih dari itu. (dan)

 

danieldokter

danieldokter

Daniel Irawan adalah pemilik situs ini.
danieldokter

Latest posts by danieldokter (see all)