Home » Events » RAGAM KONTEN HIBURAN, YOSHIMOTO DAN KAMPANYE SDG PBB DI OKINAWA INTERNATIONAL MOVIE FESTIVAL KE-9

RAGAM KONTEN HIBURAN, YOSHIMOTO DAN KAMPANYE SDG PBB DI OKINAWA INTERNATIONAL MOVIE FESTIVAL KE-9

 

OIMF 2017 poster

©2017 Image.net/OIMF

Menginjak usia penyelenggaraan ke-9, Okinawa International Movie Festival (OIMF) yang digagas oleh Yoshimoto Kogyo, salah satu perusahaan hiburan terbesar di Jepang, masih terus melakukan pembaharuan dalam konten selebrasi tahunannya. OIMF yang memang punya nuansa perayaan segala umur ini sebenarnya tak hanya menjadi ekshibisi film dalam skup internasional, tapi juga banyak aspek budaya hiburan lokal dari musik, tari, fashion dan olahraga dan seni lain di atas usaha Yoshimoto membawa konten hiburan mereka ke mata dunia.

Diversifikasi Konten Hiburan Lokal dan Internasional

Meski berlangsung lebih singkat dalam waktu 3 hari, gelaran festival ini semakin memperluas venue-nya prefektur-prefektur kepulauan Okinawa, dari bioskop alternatif Sakurazaka hingga sinepleks mewah terbarunya di Mihama 7 Plex, American Village, Chatan. Event-event yang melingkupi festivalnya pun semakin dilebarkan ke berbagai kegiatan termasuk turnamen olahraga, seni berikut pameran foto dan seni lain di beberapa prefekturnya.

Acara seremonial pembuka dan penutupnya sendiri tetap dilangsungkan di Naminoue Umisora Park setelah berpindah dua tahun terakhir dari pantai tropis Ginowan. 3 hari festival itu menjadi pesta hiburan bagi seluruh penduduk Okinawa dan turis luar Jepang buat lebih mengenal konten industri hiburan mereka.

oimf closing ceremony 2

Tetap mengusung tema Laugh and Peace, dalam penayangan film, tetap sebagai highlight utama eksistensi OIMF sebagai festival film internasional, festival edisi ke-9 tahun ini menayangkan total sejumlah 52 film dari film-film dengan treatment World Premiere, Japan Premiere hingga konten-konten lokal berupa 10 film produksi lokalnya, 3 film komedi klasik Jepang dan 4 film klasik yang disyut di Okinawa dalam sejarah film mereka. Ada pula dua blockbuster Hollywood untuk mengisi penayangan Open Air Screening ; layar raksasa yang diimpor dari Swedia di tengah kawasan pantai Naminoue Umisora Park yang diisi oleh ‘Ghostbusters’ versi 2016 dan animasi rilisan tahun lalu ‘The Secret Life of Pets’.

Namun begitu, OIMF sepertinya semakin menggeser fokusnya untuk lebih mengedepankan konten lokal sebagai sajian utama festivalnya dalam keberadaan Okinawa sebagai salah satu pusat industri hiburan mereka selain Tokyo dan tempat kelahiran film Jepang di Kyoto dengan Kyoto International Film Festival yang juga diselenggarakan Yoshimoto. Piala tertinggi kategori Grand Prix-nya, The Golden Shisa Awards, kini tak lagi diberikan untuk feature film di deretan Special Screening dan kompetisi utama Laugh and Peace, namun dialihkan ke segmen kompetisi lokal Jimot CM Competition dan Creator’s Factory yang memberikan dana pembuatan film ke proposal penulisan film dari para kontendernya.

Kampanye Program SDG dari UN/PBB

Lewat upacara pembuka yang dilangsungkan pada tanggal 21 April lalu di stage berlatar layar berukuran raksasa diramaikan oleh konser musik lokal dari drum tradisional Jepang ke grup idol sebagai bagian konten hiburan terdepan mereka, Hiroshi Osakichairman OIMF dan Presiden Yoshimoto Kogyo meresmikan inisiasi kolaborasi OIMF dengan PBB (UN) Information Center Tokyo dalam mengkampanyekan gerakan SDG (Sustainable Development Goals); sebuah gerakan kesadaran terhadap terciptanya dunia secara lebih baik; yang digagas PBB sejak tahun lalu dalam jangka panjang hingga 2030.

Direktur/PR Manager UNIC (UN Information Center) Tokyo Kaoru Nemoto secara khusus hadir ke setiap event penyerta festival termasuk mengadakan tatap muka langsung dengan para media peliput OIMF. Sama seperti program SDG internasional yang ikut dikampanyekan banyak artis luar termasuk Beyonce Knowles, mereka mengharapkan gaung yang lebih besar lewat industri hiburan dengan konten visualnya.

Karena itu pula, Yoshimoto lewat OIMF membantu UNIC dengan pembuatan video PSA tentang apa itu SDG – mengikutsertakan artis, narator, musisi serta komedian Yoshimoto. Kolaborasi kampanye itu kemudian digelar dengan penayangan video spesial SDG sebelum sesi penayangan film-film unggulan festivalnya.

Simposium Hiburan dan Sekolah Film

OIMF tahun ini juga menggelar simposium dan diskusi panel berjudul ‘Personnel and Development for an Entertainment Industry’. Dalam simposium itu, Yoshimoto mempublikasikan rencana pembukaan sekolah hiburan baru mereka bersama ‘The Laugh & Peace Tour 2017’ ke seluruh Jepang dimulai April ini.

Harapannya adalah dengan standar yang dimiliki oleh para pengajar lokal hingga internasionalnya, termasuk aktor Hollywood kelahiran Jepang Masi Oka dari serial TV ‘Heroes’ dan pemenang 4 Emmy Awards Hinton Battle. Walau urung hadir di festivalnya, keduanya mengirimkan video message di pengujung simposium dan diskusi panel tersebut. Sekolah film/hiburan yang mencakup konten hiburan mereka, dari manga, penguasaan visual efek dan animasi CGI hingga aspek-aspek teknis seni lain akan mulai dibuka bulan mendatang.

OIMF Film Screenings

Selain penayangan film Indonesia ‘Hangout’ di hari ke-2 festival di bioskop alternatif Sakurazaka Theatre yang urung dihadiri Raditya Dika hingga digantikan komedian-komedian Yoshimoto Indonesia di stage appearance-nya, OIMF juga menggelar world premiere sejumlah film seperti ‘Guest House’ dari Korea yang dibintangi superstar pop Sungje Kim dari band Supernova.

Film drama romantis yang juga membahas perhelatan Olimpiade Musim Dingin 2018 Pyeongchang, Korea yang akan datang ini berkisah tentang hubungan Jungwoo (diperankan Sungje Kim), aktor pemula yang mengelola tempat peristirahatan di Gangneung, Korea, dengan Hiroko (diperankan aktris Jepang Chisun) yang menjadi tamu dengan maksud tersembunyi di balik kedatangannya. ‘Guest House’ juga dibintangi oleh aktor kelahiran Jepang Hiromitsu Takeda yang lebih sering tampil di film-film Korea.

Lantas masih ada komedi romantis Taiwan ‘My Egg Boy’ arahan Fu Tien-yu. Dibintangi aktris China Ariel Lin, ‘My Egg Boy’ membenturkan alegori frozen foods dan usaha seorang wanita berusia 32 tahun yang tengah berjuang memperoleh lewat donor sperma. Sementara blockbuster Jepang yang akan dirilis Juli mendatang, ‘Cross’ juga hadir dalam treatment World Premiere. Thriller jurnalistik ini disutradarai oleh Kazuyoshi Okuyama, sutradara peraih Japan Academy Awards 1994 lewat ‘Rampo’ sekaligus merupakan produser film pemenang Palme D’Or 1997 di Cannes, ‘The Eel’ karya Shohei Imamura.

Satu lagi film unggulan OIMF tahun ini dalam treatment World Premiere-nya adalah ‘Karanukan’ yang dibintangi penyanyi terkenal Jepang, Gackt. Film Jepang produksi Yoshimoto yang merupakan debut feature layar lebar sutradara berusia 76 tahun, Yasuhiro Hamano yang sebelumnya terkenal dengan brand fashion-nya, ‘Something Else’ dan telah mempublikasikan lebih dari 60 buku juga menyutradarai beberapa film dokumenter; termasuk ‘Teton: Voice of the Mountain’ yang juga ditayangkan di OIMF tahun ini.

oimf red carpet gackt 2

©2017 Image.net/OIMF

Dalam group interview terpisahnya, Gackt mengatakan bahwa ‘Karanukan’ merupakan film yang sangat personal baginya karena selain berasal dari Okinawa, film itu juga mengangkat mitos-mitos tradisional yang lekat dengan keberadaan alam kepulauannya. ‘Karanukan’ berkisah tentang seorang fotografer dari Tokyo (diperankan Gackt) yang berlibur ke sebuah pulau terpencil di Okinawa dan menemukan suara-suara misterius yang membawanya ke seorang penari cantik (diperankan Suzuka Kimura) di balik mitos turun temurun keberadaan sosok bidadari pulau.

Karpet Merah dan Konser Penutup

Dua event yang selalu menjadi gelaran puncak OIMF tetap diwarnai oleh gelaran red carpets di sepanjang kawasan teramai Okinawa; Kokusaidori, Naha City serta konser penutupnya di Naminoue Umisora Park. Helatan karpet merah yang digelar sejak pagi  23 April menjelang seremoni penutup itu dijalani oleh 1099 tamu festival dari 214 grup. Di dalamnya termasuk Gackt, aktris muda Jepang yang tengah naik daun Tao Tsuchiya, aktris Hong Kong Candy Lo dari ‘Love Revolution’, sutradara Nithiwat Tharatorn dari ‘A Gift’ bersama aktor Thailand terkenal Sunny Suwanmethanon, sutradara new wave Hong Kong Fruit Chan selaku juri segmen Creator’s Factory dan Raditya Dika yang hadir untuk mempromosikan ‘Hangout’.

oimf bima satria garuda

Dua konten lokal Indonesia yang merupakan co-production dari Yoshimoto, ‘Bima Satria Garuda’ bersama idol group Shojo Complex, ikut memeriahkan pagelaran karpet merah tersebut.

Menutup karpet merah itu, Hiroshi Osaki menyampaikan pidatonya didampingi komedian Tamako Miyagawa, PR OIMF serta Walikota Naha, Mikiko Shiroma. Konser penutupnya sendiri, yang dihadiri ribuan audiens dari semua kalangan umur di kawasan pantai Naminoue tetap dimeriahkan oleh parade kembang api. Sampai jumpa di edisi spesial OIMF untuk menyambut ulang tahun ke-10-nya tahun depan!

oimf winners 2

Berikut adalah daftar lengkap pemenang OIMF ke-9:

Original Writing Development Project

Novel/Non-fiction Category Grand Prix Awards;

– Hideki Onoda “Sakura-Nana part 2”

– Rommy Oishi “Escalator Boy”

Local origination project, JIMOT CM COMPETITON

47 Prefecture JIMOT CM Grand Award (Prize of 470,000 yen)

– Aomori agriculture and forestry Marine Products Division synthesis sales strategy section Soup stock @AOMORI MEDIA LABO

YOSHIMOTO 47 Shufuran Award

– Aomori agriculture and forestry Marine Products Division synthesis sales strategy section Soup stock @AOMORI MEDIA LABO

41 municipals of Okinawa JIMOT CM Grand Award (Prize of 410,000 yen) Yonabaru-cho

Creator’s Factory

Creator’s Factory U-25 Movie Category From Okinawa to the World Award

– “Mukougawa”(Original title), Yasuhiro Ogawa

Creator’s Factory Movie Proposal (Screenplay) Category Humanity Award

– “Half Time”, Yuki Fabian Nishiki

danieldokter

danieldokter

Daniel Irawan adalah pemilik situs ini.
danieldokter

Latest posts by danieldokter (see all)