Home » Dan at The Movies » BAAHUBALI 2: THE CONCLUSION (2017)

BAAHUBALI 2: THE CONCLUSION (2017)

BAAHUBALI 2: THE CONCLUSION ; THE NEXT LEVEL OF SPECTACLE

Sutradara: S.S. Rajamouli

Produksi: Arka Media Works, K Productions, Dharma Productions, 2017

baahubali 2

Anda mungkin sudah mendengar bagaimana ‘Baahubali 2’ secara tak biasa, sebagai film India non Bollywood dari sinema daerah – Telugu, bukan saja menjadi film India termahal yang pernah dibuat dengan bujet 250 crore dan memecahkan rekor box office dari negaranya hingga AS. Ini sebenarnya tak lagi benar-benar baru karena film pertamanya, ‘Baahubali: The Beginning’ sudah lebih dulu mendobrak sinema nasional mereka mengalahkan rekor yang selama ini dipegang Bollywood, baik dalam bujet pembuatan dan raihan BO. Namun sekuel ini menggebrak lebih kuat lagi sehingga jadi fenomena yang jarang-jarang kita temukan.

Datang dari sutradara Telugu/Tollywood visioner S.S. Rajamouli yang punya trademark di film-film fantasi; sebelumnya ia sudah dikenal lewat ‘Magadheera’ – juga sebuah fantasi epik, dan ‘Eega’, thriller lalat superhero tahun 2012 yang membawanya ke festival-festival film internasional dan juga dibuat secara simultan dalam bahasa Telugu dan Tamil, berikut dubbing Hindi untuk peredaran nasional. Kiprahnya membesut ‘Baahubali’ dengan kekuatan VFX dan set CGI di balik world/universe building alaAvatar’ kini dibawa ke level lebih lagi dengan inovasi adegan aksi yang belum pernah kita saksikan dalam sinema mana pun. Peredarannya sebagai film Telugu pertama dalam resolusi 4K high definition pun membuat ratusan bioskop di negaranya sampai harus meng-upgrade peralatan mereka. Sementara, bagi sinema kita, meski tak menayangkan versi asli berbahasa Telugu-nya dan tetap punya pilihan dub Hindi, ‘Baahubali 2’ menjadi film India berbahasa Tamil pertama yang dirilis secara meluas setelah rencana wide releaseKabali’-nya Rajnikanth tahun lalu batal jadi kenyataan.

Melanjutkan film pertamanya, ‘Baahubali 2’ membawa kembali kisahnya lewat narasi Katappa (Sathyaraj), pengawal setia ratu kerajaan Mahishmati, Sivagami (Ramya Krishnan) ke konflik perebutan kekuasaan yang dilakukan Bhalla Deva (Rana Dagubatti) terhadap kakaknya, Amarendra Baahubali (juga diperankan aktor Telugu Prabhas). Persaingan cinta mereka terhadap putri Devasena (Anushka Shetty) dari kerajaan Kuntala dimanfaatkan Bhalla Deva untuk memicu kekacauan yang membuat Sivagami harus berseteru dengan Amarendra hingga berujung pada sebuah tragedi suksesi. Terlambat menyadari kesalahannya, berpuluh tahun kemudian barulah Mahendra Baahubali kembali ke Mahishmati untuk membalaskan dendamnya pada Bhalla Deva.

Keunggulan utama ‘Baahubali’ jelas ada pada usaha Makuta FX, perusahaan VFX India yang berbasis di California dengan cabangnya di Hyderabad, serta salah satu founder-nya, VFX supervisor R.C. Kamalakannan yang juga berada di balik film-film Rajamouli sebelumnya. Menciptakan frame demi frame CGI dan VFX-nya, bersama Rajamouli dan editor Kotagiri Venkateswara Rao, tetap di atas set serba mewah dan penggunaan extras untuk menekankan porsi kolosalnya, mereka membawa inovasi baru di gelaran aksinya. Physics-defying action, namun sebagian besarnya terasa begitu wajar seolah dibangun di atas  hitungan-hitungan cermat rumus mekanika dan pesawat sederhana dalam ilmu fisika.

Namun bukan berarti hanya mengandalkan efek dan aksi, skrip dan penyutradaraan Rajamouli juga sudah membuktikan kepiawaiannya sebagai seorang epic fantasy storyteller yang baik. Memang, ensemble play-nya digagas se-komikal fantasi-fantasi epik India yang kadang bisa terasa kelewat bombastis bagi sebagian orang. Namun sulit juga menampik bahwa kita sebagai pemirsanya bisa begitu terkoneksi dengan karakter-karakter itu, dengan sosok Prabhas yang terlihat bagaikan Chris Hemsworth versi mereka sebagai vehicle utamanya. Sementara aktor senior mereka Sathyaraj sebagai Katappa tetap menjadi salah satu jagoan dalam ensemble itu, juga Anushka Shetty sebagai Devasena yang kali ini meninggalkan aktris cantik Tamannaah tertinggal di belakangnya.

Di luar itu, plotting-nya yang dipenuhi moral dalam kisah-kisah sejenis pun tak lantas jadi mengganggu karena memuat satu hal yang tengah jadi trend dalam perfilman India baik regional maupun nasionalnya, soal women’s dignity and empowerment yang sekali ini disemat dengan halus menjadi elemen penting di balik kisah epiknya. Tentang istri, ibu dan makna keluarga yang lantas terbentuk menjadi latar solid untuk membuat motivasi kepahlawanannya terasa universal, menyentuh sekaligus menghentak.

So,Baahubali’ ini memang spesial. Sebuah karya sinema daerah bisa menumbangkan semua rekor film Bollywood sebagai patokan sinema nasional mereka, tentu bukan sekedar omong kosong. Ada usaha dan etos kerja tim Rajamouli yang memang tampil begitu impresif dalam meletakkan standar sekaligus menaikkan level barunya ke perfilman India. Dalam esensi akhirnya sebagai pembuktian dari sebuah ambisi besar – bahwa sinema Telugu pun bisa menampilkan keseluruhan sisi performanya sekelas blockbuster Hollywood, ‘Baahubali 2is truly the next level of spectacle. Luar biasa. (dan)

 

danieldokter

Daniel Irawan adalah pemilik situs ini.
danieldokter

Latest posts by danieldokter (see all)