Home » Dan at The Movies » THE CIRCLE (2017)

THE CIRCLE (2017)

THE CIRCLE: AN OUTDATED YET RELEVANT TECHNO-THRILLER

Sutradara: James Ponsoldt

Produksi: Image Nation Abu Dhabi, Likely Story, Playtone, EuropaCorp, 2017

http://efilmsworld.com/

http://efilmsworld.com/

Sebuah techno-thriller, baik yang berlatar set realis atau dikemas bak sebuah dystopian sci-fi, pseudo – sekalipun, memang bukan lagi hal yang baru. Kebanyakan berisi paranoia terhadap inovasi teknologi yang tengah marak, satu yang paling diingat dalam era cybertech mungkin ‘The Net’, film tahun 1995 yang disutradarai Irwin Winkler dan dibintangi Sandra Bullock. ‘The Circle’ – yang diangkat dari novel berjudul sama karya Dave Eggers di tahun 2013, juga punya warna yang sama meski oleh James Ponsoldt (‘Spectacular Now’) yang juga menulis skripnya bersama Eggers – lebih disamarkan ke ranah scifi.

Namun berbeda dengan ‘The Net’ yang membangun cyber paranoia-nya dengan visi bak sebuah ramalan masa depan yang dekat, ‘The Circle’ punya masalah mengejar keterlambatannya 4 tahun ke belakang. Apa yang digambarkannya memang masih relevan, tapi tak lagi punya batas lebar dengan inovasi-inovasi live streaming ala instagram story, facebook live, twitter moments atau aplikasi khusus model snapchat, bigolive atau 360 live, di antaranya. Satu-satunya yang bisa mereka lakukan sebagai inovasi untuk keep up ke teknologinya hanya ada di (ramalan) soal frekuensi dan hi-def resolusi. Then again, ‘The Circle’ punya ensemble cast yang memang tak main-main di kelasnya sebagai produksi non major studios; apalagi dengan dukungan Playtone-nya Tom Hanks yang sejak ‘Hologram of the King’ bekerjasama dengan Image Nation Abu Dhabi.

Datang dari keluarga kelas menengah dengan ayah (Bill Paxton) yang tengah berjuang dengan penyakit autoimun Multiple Sclerosis dan ibunya (Glenne Headly) yang ibu rumah tangga biasa, Mae Holland (Emma Watson) merasa mendapat kesempatan besar kala dengan bantuan rekan kuliahnya (Karen Gillan) diterima sebagai karyawan baru di perusahaan internet multibillion The Circle. Perlahan, ia meraih perhatian lebih dari dua founder-nya; Eamon Bailey (Tom Hanks) dan Tom Stenton (Patton Oswalt); yang bukan saja menawarkan partnership tapi juga tanggungan perawatan ayahnya. Namun di saat yang sama, perkenalannya dengan salah satu partner The Circle; Ty Latiffe (John Boyega) juga mulai menyadarkan Mae atas bahaya yang bakal dihadapinya. Invasion of privacy yang bukan saja mulai mengungkung dirinya, tapi juga orang-orang terdekat bahkan ancaman terhadap masa depan kemanusiaan.

Menanggung resiko kejar-mengejar dengan inovasi teknologi yang ada, skrip besutan Ponsoldt dan Eggers sayangnya memang tak punya ruang banyak untuk membuat ‘The Circle’ tampil dengan relevansi masa depan terhadap ramalan-ramalan paranoia yang juga mulai meresahkan banyak orang di masa sekarang. Tak juga bisa membantu kala tone-nya disamarkan sebagai sebuah pseudo dystopian sci-fi yang tetap terasa sedikit outdated, mereka juga terkesan menggampangkan banyak aspek tanpa kedalaman kompleksitas terhadap twists and turns-nya. Padahal, setup-nya yang sedikit menyerupai versi scifi serius dari ‘The Internship’ tentang dream job dan soal-soal hi-tech sudah berjalan dengan cukup baik dari awal durasinya, sebelum akhirnya jadi bergerak mendatar saat seharusnya mendaki dengan suspense lewat eskalasi konfliknya.

Begitupun, sulit ditampik kalau ensemble cast-nya memang cukup bisa menahan ‘The Circle’ tak  jatuh ke techno-thriller kelas basi yang tak berarti apa-apa. Emma Watson bermain menarik sebagai Mae di tengah dilema yang dihadapinya terhadap orang-orang terdekatnya, mencakup salah satu penampilan terakhir Bill Paxton sebelum tutup usia, aktris senior Glenne Headly, Karen Gillan dan Ellar Coltrane sebagai Mercer di balik secuil sematan kritik industry vs animal rights.

Dan walau tak diimbangi sama baiknya oleh Patton Oswalt yang seperti ogah-ogahan dan underused John Boyega, Tom Hanks tetaplah merupakan aset paling berharga yang dimiliki industrinya. Bermain sebagai sympathetic villain di batas abu-abu dengan motivasi cukup kuat, Hanks menokohkan Eamon Bailey dengan kuat di balik pengenalan karakter ala Steve Jobs yang luarbiasa menarik. Walau bagian-bagian akhir skripnya makin melemah, Hanks tetap bisa menghidupkan ‘The Circle’ dengan permainan method acting yang tak sekalipun jatuh jadi berlebihan.

Masih ada nama-nama besar kru teknikal seperti Matthew LibatiqueDoP langganan Darren Aronofsky di sinematografi dan scoring dari Danny Elfman, tapi inipun tak bisa berbuat banyak menutupi resiko yang diemban ‘The Circle’ soal keeping up ke relevansi teknologi internet tadi. Ini tak jelek, tapi juga bukan sebuah techno-thriller yang bakal diingat lama oleh pemirsanya. Tak heran kalau hasil BO-nya juga jauh dari yang diharapkan atas nama-nama besar di ensemble-nya, bahkan dikalahkan oleh ‘Baahubali 2‘ di minggu yang sama. Sayang sekali. (dan)

danieldokter

Daniel Irawan adalah pemilik situs ini.
danieldokter

Latest posts by danieldokter (see all)