Home » Dan at The Movies » KARANUKAN (カーラヌカン): OKINAWA REVIEW (2017)

KARANUKAN (カーラヌカン): OKINAWA REVIEW (2017)

KARANUKAN (カーラヌカン): A BEAUTIFULLY HAUNTING AND ATMOSPHERIC LOVE TALE

Sutradara: Yasuhiro Hamano

Produksi: Yoshimoto Creative Agency Co., Ltd., 2017

http://www.gacktitalia.com/2017/04/21/startheaters-jp-karanukan-coming-soon/

http://www.gacktitalia.com/2017/04/21/startheaters-jp-karanukan-coming-soon/

Walau bukan pusat industri filmnya, ada sejumlah film Jepang yang di-syut di  balik keindahan dan budaya spesial Okinawa sebagai salah satu kepulauan terluar di selatan Jepang. ‘Karanukan’ yang menjadi sajian spesial di Okinawa International Movie Festival (OIMF) ke-9 yang dihelat dari 20-24 April lalu merupakan salah satu di antaranya. Diproduksi oleh Yoshimoto Creative, PH yang merupakan divisi film dari Yoshimoto Kogyo – juga penyelenggara OIMF, ‘Karanukan’ ditayangkan di hari terakhir festivalnya di sinepleks Mihama 7, American Village, Chatan.

Yang membuatnya lebih spesial adalah penampilan Gackt, stage name bagi Gackt Camui, musisi Jepang terkenal yang juga punya fanbase besar di luar negaranya termasuk Indonesia. ‘Karanukan’ menjadi film layar lebar kedua sebagai lead actor dalam 14 tahun sejak ‘Moonchild’ (2003), sebuah action fantasy yang ditulisnya sendiri dan dibintangi bersama Hyde dari ‘L’Arc~en~Ciel’ dan aktor-musisi Taiwan Wang Lee-hom. Di antaranya, pada tahun 2010, Gackt juga sempat bermain dalam debut internasionalnya di ‘Bunraku’, namun bukan sebagai lead actor.

Bagi Gackt, ‘Karanukan’ adalah sebuah homecoming atas tempat kelahirannya di kepulauan Ryukuu, Okinawa. Ber-setting di seputar salah satu festival kultural terkenal mereka, ‘The Nirai Kanai Fire Festival of the Sea’ di tengah Okinawa Emerald Beach, Ocean Expo Park. Menjadi debut feature bagi Yasuhiro Hamano, penulis buku dan sutradara dokumenter kelahiran tahun 1941 yang sebelumnya membesut ‘Sakanakami’ dan ‘Teton: Voice from the Sea’ yang juga dutayangkan di festivalnya, ‘Karanukan’ adalah sebuah love tale berlatar mythical fantasy yang terkandung sebagai makna judulnya: ‘River God’.

Fotografer asal Tokyo Hikaru Oyama (Gackt) yang tengah menikmati liburannya di daerah pulau Yaeyama, Okinawa, bertemu dengan penari cantik Maumi Ishigaki (Suzuka Kimura) yang kemudian dijadikannya objek foto. Hikaru kemudian menyadari bahwa dirinya terobsesi dengan serangkaian keanehan yang terjadi, dan mulai mencari keberadaan Maumi ketika gadis itu menghilang secara misterius.

©2017映画「カーラヌカン」製作委員会

©2017映画「カーラヌカン」製作委員会

Konsep dari ‘Karanukan’ memang berbeda dari film-film drama cinta mainstream biasanya. Latar sutradara Yasuhiro Hamano sebagai sineas dokumenter membuat storytelling yang berada di ambang batas realita dan fantasi itu lebih banyak tersampaikan dalam bahasa gambar ketimbang dipenuhi dialog atau dramatisasi berlebih. Terkadang terasa surealis, namun memang sangat memanjakan mata dari shot-shot panoramik warna laut dan hijaunya alam dari set berikut sematan kultur spiritual pulaunya. Rather feeling than knowing, Hamano membawa pemirsanya masuk ke alam pikiran karakter Hikaru yang diperankan Gackt untuk menyingkap misteri tentang Maumi.

Selagi Gackt cukup masuk ke perannya sebagai fotografer world stage perlente yang mencari ketenangan dari hingar-bingar ketenaran dan terombang-ambing di tengah motivasi yang tak pernah ia sadari, aktris debutan Suzuka Kimura yang didapat melalui audisi ketat beberapa bulan lalu bermain baik sebagai Maumi. Latar belakangnya sebagai gymnastic artist untuk sejumlah pertunjukan panggung membuatnya punya gestur yang pas buat memerankan karakternya, juga dengan dialek dan aksen Okinawa yang terasa natural sebagai pembeda asal karakternya.

Masih ada theme song menarik, ‘Ai ni Nare’ yang dibawakan musisi jazz Jepang, Marlene, sebagai highlight tambahannya. Ini boleh jadi bukan seperti rata-rata drama cinta mainstream Jepang yang biasa kita lihat, namun lebih ke sajian alternatif yang kaya dengan informasi budaya dan kultur unik subjeknya soal pemujaan alam. At times, the love tale in ‘Karanukan’ might feels weird, yet also beautifully haunting and atmospheric. (dan)

danieldokter

danieldokter

Daniel Irawan adalah pemilik situs ini.
danieldokter

Latest posts by danieldokter (see all)