Home » Dan at The Movies » UNFORGETTABLE (2017)

UNFORGETTABLE (2017)

UNFORGETTABLE: JUST THE SAME OLD THEMATIC BASIS IN THE GENRE

Sutradara: Denise Di Novi

Produksi: Warner Bros., 2017

Image: impawards.com

Image: impawards.com

Entah kenapa, studio besar Hollywood agaknya selalu menyediakan satu slot untuk tema-tema seperti ini; ‘80s – ‘90s erotic thriller dalam agenda produksi mereka. Tapi ‘Unforgettable’ mungkin punya unsur lain yang menarik. Menjadi debut penyutradaraan dari produser wanita veteran Denise Di Novi; dalam partnership rata-ratanya bersama Warner Bros., Di Novi yang sudah dikenal lewat film-film bernafas feminis dari ‘Heathers’, ‘Little Women’, ‘Practical Magic’ hingga ‘You’re Not You’; kisah persahabatan wanita di balik tema ALS (Amyotrophic Lateral Sclerosis) mungkin memang sudah waktunya membesut filmnya sendiri.

Dan ‘Unforgettable’ memang menjadi sebuah erotic thriller yang terus terang – tak terlalu erotis, dengan POV feminis, paling tidak untuk sejumlah kepentingan guliran plot-nya. Ini paling tidak bukan ‘The Boy Next Door’ yang terang-terang menjual eksploitasi erotis Jennifer Lopez sebagai highlight-nya. Namun memang, dalam thematic basis yang mereka gunakan, ia juga tak bisa lari ke mana-mana. Ada benarnya mungkin tema ini masih bakal digemari pemirsa wanita; tapi kenyataannya, di jaringan bioskop kita, usianya hanya bertahan tak lebih dari dua hari setelah penayangan midnight show.

Tessa Connover (Katherine Heigl) seketika merasa dirinya berada di ambang masalah besar kala mantan suaminya, David (Geoff Stults) bertunangan dengan Julia (Rosario Dawson); seorang editor sukses di kota kecil tempat mereka tinggal. Kecemburuan Tessa berkembang saat Julia juga mulai merebut perhatian Lily (Isabella Rice); putrinya dengan David. Menggunakan segala cara untuk memisahkan mereka, Tessa mulai menyelidiki trauma masa lalu Julia.

Selagi sudah ratusan bahkan mungkin lebih lagi sinetron kita yang menggunakan template sama, ‘Unforgettable’ memang tak punya hal lebih buat dijual kecuali star factor yang bukan juga terlalu spesial. Dan memang, baik Katherine Heigl dan Rosario Dawson juga tak bisa berbuat banyak untuk mengangkat skrip yang ditulis oleh Christina Hodson (‘Shut In’) dan David Leslie Johnson (‘The Conjuring 2’). Di tengah Heigl dan Dawson, aktor Geoff Stults dan Simon Kassianides pun tak cukup kuat mengimbangi mereka.

Turnover klise dengan motivasi-motivasi basi yang maunya secara beda menyodorkan POV feminis ex-wife vs fiancee ini pun nyaris tak menyisakan apa-apa kecuali mungkin untuk penampilan singkat salah satu personil serial TV ‘Charlie’s Angels’: Cheryl Ladd, yang meski tetap konsisten berakting tapi sudah cukup lama tak terlihat di film layar lebar dengan profil lumayan. Just the same old thematic basis dengan penggarapan yang juga terasa sangat seadanya, ini kelihatan tak lebih dari film-film untuk tayangan TV atau DTV. Mungkin sudah saatnya Hollywood mencari formula baru buat genre-nya. (dan)