Home » Dan at The Movies » PIRATES OF THE CARIBBEAN: SALAZAR’S REVENGE (2017)

PIRATES OF THE CARIBBEAN: SALAZAR’S REVENGE (2017)

PIRATES OF THE CARIBBEAN: SALAZAR’S REVENGE: DOESN’T GO FULL SAIL YET HAVING GOOD OLD NOSTALGIC SPARKS

Sutradara: Joachim Rønning, Espen Sandberg

Produksi: Walt Disney Pictures, Jerry Bruckheimer Films, 2017

Image: majorcineplex.com

Image: majorcineplex.com

Sulit dipungkiri; walaupun genre fantasy swashbuckler tak lagi populer, ‘Pirates of the Caribbean’ dari Disney sudah tercipta menjadi sebuah established brand dari theme park ke 4 instalmen film yang membawa Johnny Depp ke salah satu karakter paling ikonik dalam sejarah Hollywood; bajak laut nyeleneh bernama Jack Sparrow.

Status BO dan resepsi kritikus yang semakin menurun di film ke-4, juga status Johnny Depp dengan film-filmnya yang kebanyakan flop pun mungkin menyebabkan pembuatan film ke-5 ini menjadi sedikit terseok-seok. Produser Jerry Bruckheimer dan Disney mungkin perlu waktu lebih banyak untuk memikirkan lagi formulanya dengan bongkar pasang penulis. Tapi jelas, tak semudah itu mereka mau berhenti dengan potensi yang ada di balik kekuatan brand itu.

Menyadari formula mereka menggerakkan petualangan Sparrow ke trilogi baru tak sepenuhnya berhasil, penulis Jeff Nathanson (‘Rush Hour 2-3’, co-writerIndiana Jones and the Kingdom of the Crystal Skull’) pun mengembalikan elemen-elemen dari trilogi sebelumnya. Henry Turner (Brenton Thwaites), putra Will Turner (Orlando Bloom) dan Elizabeth Swann (Keira Knightley) dari trilogi pertamanya kini menjadi penggerak plot ‘Dead Men Tell No Tales’ yang di beberapa negara dirilis dengan subjudul lebih simpel ‘Salazar’s Revenge’ atas usahanya mencari trisula sakti Poseidon yang dipercaya bisa mematahkan kutukan yang menimpa ayahnya.

Bertemu dengan Carina Smyth (Kaya Scodelario); astronom yang punya tujuan sama dari sebuah diary yang dititipkan mendiang sang ayah, mereka pun mencari Jack Sparrow (Depp) yang ternyata masih mengembara setelah kehilangan kapal berikut kru-nya. Namun satu-satunya penghubung ke Sparrow justru bajak laut Armando Salazar (Javier Bardem) yang dikutuk menjadi zombie bersama seluruh kru kapalnya dan menyimpan dendam terhadap Sparrow. Masuk pula Barbossa (Geoffrey Rush), bajak laut berkaki satu yang ingin mengambil kesempatan, petualangan baru Jack Sparrow pun kembali dimulai di tengah kejaran pimpinan AL Inggris Scarfield (David Wenham) yang ingin meringkus mereka semua.

Lewat skrip Nathanson, ‘Salazar’s Revenge’ masih menggunakan formula-formula lama yang sudah teruji dari franchise ‘Pirates of the Caribbean’ untuk membangun chaotic plot di antara interaksi karakternya. Di tengahnya, tentu ada aksi dan komedi yang mewarnainya sebagai hiburan segala umur – lengkap dengan ship battle, swashbuckling action, monstrous creatures – apapun rating-nya, seperti eksistensi asli theme park Disney-nya. Tak ada yang salah dengan itu meski pace-nya sering terasa naik turun bersama sejumlah flashback untuk pengenalan baru maupun pengulangan dari karakter-karakternya.

Satu hal lagi adalah set pieces-nya, yang selalu menjadi daya tarik terbesar selain Jack Sparrow dari keseluruhan franchise-nya. Menghidupkan tema swashbuckling fantasy-nya, seluruh aspek desain produksinya tetap digagas semegah film-film sebelumnya. Walau formulanya masih bergerak di ranah yang sama, tampilannya muncul seolah sebuah bagian theme park yang selalu menawarkan pengalaman baru secara visual. Main theme ikonik karya Hans Zimmer kini dikomposisi ulang oleh Geoff Zanelli, yang memang sudah menjadi additional composer di film-film sebelumnya.

Sayangnya, duo sutradara asal Norwegia Joachim RønningEspen Sandberg dari film asing nominee OscarKon-Tiki’ belum sehebat Gore Verbinski dalam pengaturan adegan-adegan aksi yang meski seru namun kalah di staging, framing berikut detil-detilnya. Berkali-kali penggunaan efek visual dan CGI-nya bergerak ke eskalasi yang belum pernah kita saksikan sebelumnya dalam instalmen yang sudah-sudah, namun kadar excitement-nya tak semua bisa terasa memuncak; apalagi menyamai film keduanya yang paling berhasil dalam hal ini.

Begitupun, karakter-karakter yang sudah kita kenal lewat franchise-nya tentu tetap muncul dengan daya jual tinggi. Depp – biarpun sedikit terlihat malas-malasan, Rush dan Kevin McNally sebagai Gibbs; tangan kanan Sparrow, masih tetap bekerja dengan baik dengan dukungan tak kalah bagus dari Thwaites, Scodelario dan Bardem sebagai villain barunya.

Masih ada pula cameo menarik dari Paul McCartney, namun memang cara Nathanson menyemat nostalgic feel dari sejumlah karakter penting dari trilogi sebelumnya-lah yang membuat instalmen ke-5 ini bisa benar-benar terasa jauh lebih baik dari instalmen ke-4-nya; ‘On Stranger’s Tides’.

Mengembalikan Jack Sparrow ke formula yang diinginkan penontonnya, seru, fantastis sekaligus kocak, ‘Salazar’s Revenge’ tetap menjadi instalmen ‘Pirates of the Caribbean’ yang tak bisa tidak, harus diakui sangat menghibur. Doesn’t go full sail, yet having good old nostalgic sparks, terutama lewat finale wrapping-nya yang kembali menyadarkan para fans bahwa mereka tetap merindukan karakter-karakter lamanya, nafas franchise-nya jelas bakal bisa berlanjut lebih panjang. Jangan pula buru-buru keluar buat melihat after credits scene yang jadi petunjuk penting ke sekuel berikutnya. (dan)

danieldokter

danieldokter

Daniel Irawan adalah pemilik situs ini.
danieldokter

Latest posts by danieldokter (see all)