Home » Dan at The Movies » DESPICABLE ME 3 (2017)

DESPICABLE ME 3 (2017)

DESPICABLE ME 3: RATHER A DOWNHILL FROM THE PREVIOUS INSTALLMENTS
Sutradara: Pierre Coffin, Kyle Balda
Produksi: Illumination Entertainment, Universal Pictures, 2017

Image: impawards.com

Sejak dirilis pertama kali di tahun 2010, ‘Despicable Me’ mungkin jadi sebuah keajaiban bagi Universal dengan produk animasinya dari Illumination Entertainment. Kreasi Pierre Coffin, putra sastrawan ternama Indonesia Nh. Dini ini berkembang menjadi salah satu brand animasi paling populer dengan makhluk-makhluk kecil berwarna kuning bernama Minions, juga jadi collectible item dari produk mainan salah satu waralaba fast food yang paling dikejar pelanggannya.

Setelah spinoffMinions’ yang juga laku keras, Coffin – kali ini bersama Kyle Balda, co-directorMinions’ lepasan Pixar kini melanjutkan petualangan Gru (disuarakan Steve Carell) bersama putri-putri angkatnya; Agnes, Edith dan Margo (disuarakan Nev Scharrel, Dana Gaier & Miranda Cosgrove) dan tentunya, para Minions.

Gagal meringkus Balthazar Bratt (Trey Parker), penjahat super mantan bintang cilik, Gru dan Lucy (Kristen Wiig) yang sudah menjadi istrinya dipecat oleh pimpinan baru AVL (Anti-Villain League). Kehilangan Minions yang meninggalkannya untuk mencari majikan baru sekaligus mitranya Dr. Nefario yang membekukan diri, Gru malah mendapat kabar bahwa ia mempunyai saudara kembar bernama Dru (juga disuarakan Carell) di sebuah negara bernama Freedonia dan belakangan mengetahui rahasia ayah mereka sebagai seorang penjahat super. Sementara para Minions ditangkap setelah mengacaukan sebuah talent show, Gru menyadari bahwa Bratt memperdayanya dengan permata curian asli untuk mengoperasikan robot raksasanya. Dru yang justru ingin belajar menjadi penjahat pada Gru meyakinkannya untuk melakukan satu aksi kejahatan terakhir merebut permata itu sekaligus meringkus Bratt di tengah kekacauan yang terjadi, namun dua-dua punya maksud tersembunyi di baliknya.

Skrip yang tetap ditulis duo Cinco Paul dan Ken Daurio sejak awal franchise-nya sayangnya tak cukup mampu mengangkat instalmen ketiga franchise induk Minions ini ke tahapan yang lebih menarik dengan potensi yang ada dari kemunculan Dru sebagai tokoh baru franchise-nya. Walau tak ada yang salah dengan bentukan karakter dan motivasinya, fokusnya kini semakin terpecah antara penggemar Minions dengan audiens yang lebih menyukai sorotannya terhadap Gru dan tiga putri angkatnya. Less Minions more Gru, since this isDespicable Me’, atau sebaliknya seperti spinoffMinions’?

Kompleksitas plot yang diusung ‘Despicable Me 3’ akhirnya berujung ke masalah klise franchise yang sudah mencapai jumlah lebih dari dua. Benar bahwa formula yang tetap mereka pertahankan jelas tak beresiko besar ke penonton yang memang menunggu kelanjutannya, namun sayangnya permainan putar balik antagonis-protagonisnya mulai terlihat kelelahan buat membangun kelucuan yang mau tak mau lebih disenderkan ke penampilan Minions sebagai karakter sampingannya, namun itu pun tak mendapat porsi seimbang demi penekanan yang mana franchise induk dan yang mana spinoff-nya.

Sorotan ke AgnesEdith dan Margo pun semakin terpinggirkan, belum lagi dengan subplot Lucy soal pembelajaran parenting terhadap mereka yang tak pernah benar-benar bisa berpadu jadi bagian krusial untuk beriringan dengan sibling rivalry plot Gru-Dru, sementara tampilan kreator animasi ‘South Park’, Trey Parker sebagai Bratt juga gagal menampilkan villain ikonik buat mengangkat ‘Despicable Me 3’ sebagai bagian ketiga yang sepenuhnya berhasil.

Begitupun, walau gagal menyamai kemeriahan pendahulunya, ‘Despicable Me 3’ paling tidak masih punya formula yang tetap cukup bisa bekerja terutama bagi penggemarnya. Homage-nya ke film-film spy semi superhero Eropa ’60 ke awal ’80-an yang sudah mereka mulai di spinoffMinions’ masih sangat terasa dalam menciptakan adegan-adegan serunya bersama OST yang tetap dipegang Pharrell Williams namun kali ini dengan lebih lagi sematan lagu-lagu ikon pop ’80-an dari ‘Bad’-nya Michael Jackson, ‘SussudioPhil Collins, ’99 Luftballoons’-nya Nena ke ‘Into the Groove’-nya Madonna. Still fun, but rather a downhill from the previous installments. (dan)