Home » Dan at The Movies » ATOMIC BLONDE (2017)

ATOMIC BLONDE (2017)

ATOMIC BLONDE: THE STYLISH, HIP AND BADASS FEMALE AKIN TO JOHN WICK
Sutradara: David Leitch
Produksi: Denver & Delilah Productions, Closed on Mondays Entertainment, 87Eleven, Focus Features, 2017

Image: impawards.com

Film-film spy action yang menjual seorang heroine sebagai karakter utamanya memang bukan lagi baru. Tapi tak banyak yang bisa berhasil memunculkan karakter yang diingat hingga lama. Atomic Blonde yang memasang aktris asal Afrika Selatan Charlize Theron ini ada di segelintir kesuksesan itu. Dibesut oleh tim yang berada di balik film aksi fenomenal John Wick yang mengembalikan Keanu Reeves ke popularitasnya sebagai bintang aksi pasca The Matrix, ada banyak isu yang beredar bakal mempertemukan karakternya ke dalam satu film atau universe, walaupun setelah melihat Atomic Blonde yang diangkat dari novel grafis tahun 2012 karya Antony Johnston and Sam Hart, The Coldest City, mungkin tingkat kesulitan racikannya bakal cukup tinggi.

Berlatar masa menjelang keruntuhan tembok Berlin di pengujung tahun 1989, Atomic Blonde mengetengahkan penceritaan flashback terhadap sepak terjang agen MI6 Lorraine Broughton (Theron) yang tengah diinterogasi eksekutif MI6 Eric Gray (Toby Jones) dan petinggi CIA Emmett Kurzfeld (John Goodman) dalam sebuah misi yang berujung kekacauan di Berlin. Melacak pembunuhan seorang agen MI6 oleh KGB di balik keberadaan sebuah daftar agen aktif Uni Soviet dan agen ganda bernama Satchel, Broughton dibantu oleh agen David Percival (James McAvoy) dan agen Perancis Delphine Lasalle (Sofia Boutella) yang kemudian terlibat hubungan intens dengan Broughton. Dibayang-bayangi agen-agen KGB suruhan Bremovych (Røland Moller), ia juga harus membawa seorang petugas Stasi, Spyglass (Eddie Marsan) dan keluarganya menyeberang ke Berlin Barat sambil menelusuri siapa kawan dan siapa lawan dalam konspirasi tak terduga yang sewaktu-waktu bisa jadi jebakan telak buat Broughton sendiri.

Sebagaimana film-film bergenre spionase, skrip yang ditulis oleh Kurt Johnstad dari dwilogi 300 memang membelit elemen-elemen konspirasi berlatar perang dingin dengan kerumitan tingkat tinggi, walau pada dasarnya Atomic Blonde lebih menjual adegan-adegan aksi laga dengan stunt praktikal – minim efek ala John Wick. Begitupun, sutradara David Leitch yang sebelumnya membesut John Wick bersama Chad Stahelski dari karir awalnya sebagai koordinator stunt terlihat membangun latar ’80-an-nya dengan serius, meskipun nyaris seluruh props dan gimmick termasuk pilihan lagu-lagu pop ‘80an hingga kostumnya terasa jauh lebih mundur dari tahun latarnya, rata-rata mengarah ke medio ketimbang akhir ‘80an.

Namun memang aksi Theron – menjelma sebagai agen rahasia supertangguh tanpa harus kehilangan paras cantik – postur elegan dan penyutradaraan dinamis Leitch dan timnya-lah yang benar-benar berhasil membangun tiap momentum dalam Atomic Blonde lewat pengarahan adegan-adegan aksi baku hantam, kebut-kebutan mobil dan duel senjatanya. Selain scoring bagus dari Tyler Bates, sebagian besarnya malah diiringi dengan lagu-lagu pop ’80-an dari 99 Luftballoons-nya Nena ke Father Figure-nya George Michael, sementara nomor klasik duet Queen dan David Bowie, Under Pressure menjadi gimmick yang asyik di guliran kredit akhirnya.

Tak hanya digagas di atas koreografi mentah namun tetap muncul luarbiasa intens, sinematografi dari Jonathan Sela (juga dari John Wick) mampu merekam detil-detil yang sebagian besar dibesut dengan teknik handheld bahkan long takes demi mempertahankan feel realistik-nya. Fast-paced editing dari Elísabet Ronaldsdóttir juga bekerja sama baiknya di aspek-aspek itu. Lebih Bourne ketimbang Bond serta dipenuhi kesadisan eksplisit berikut beberapa adegan dewasa yang mau tak mau harus dibabat sensor kita, sisi ini memang muncul dengan stylish sebagai pacuan adrenalin tingkat tinggi yang mengiringi keseluruhan durasinya.

Sebagai lawan mainnya, baik McAvoy, Boutella, sejumlah aktor senior seperti John Goodman, Toby Jones, James Faulkner hingga aktor laga Daniel Bernhardt yang selalu berhasil mencuri perhatian walaupun sekarang nyaris tak pernah memegang porsi lead menjadi sparring partner seimbang buat Theron, sementara aktor Inggris Eddie Marsan mengisi karakternya dengan sparks yang pas. Masih ada juga penampilan singkat dari aktor laga terkenal Jerman peraih banyak award, Til Schweiger.

Sesuai jualan utamanya, Atomic Blonde yang juga ikut diproduseri oleh Theron, memang membawa kita seolah menyaksikan versi wanita dari John Wick dengan latar dan kedalaman cerita jauh berbeda, tapi mampu menciptakan potensi universe yang sebanding. The stylish, hip and badass female akin to John Wick. Seru luar biasa! (dan)

danieldokter

Daniel Irawan adalah pemilik situs ini.
danieldokter

Latest posts by danieldokter (see all)