Home » Dan at The Movies » AMERICAN MADE (2017)

AMERICAN MADE (2017)

AMERICAN MADE: TOTAL CRUISE CONTROL IN A FLIGHT OF FANCY BIOPIC
Sutradara: Doug Liman
Produksi: Cross Creek Pictures, Imagine Entertainment, Quadrant Pictures, Vendian Entertaniment, Kylin Pictures, Universal Pictures, 2017

Image: impawards.com

Bukanlah sesuatu yang aneh bagi sebuah biopic untuk disajikan secara berlebihan, asal bisa tersampaikan dengan cara yang tepat. Flashy, exaggerated, over the top, tall-tale; atau apapun sebutannya, seringkali merupakan polesan yang dibutuhkan dalam penyampaian karakter yang dijadikan subjeknya. Dalam bagian sejarah perang dingin awal ‘80an dengan campur tangan CIA untuk meredam ancaman komunis dari kawasan Amerika Tengah yang akhirnya merebak ke skandal Iran-Contra, nama Barry Seal, mantan pilot komersil TWA yang akhirnya beralih ke operasi rahasia CIA dan terlibat dalam penyelundupan obat bius dan senjata menjadi sebuah kisah penting yang diangkat dalam American Made.

Sepak terjang Seal sudah pernah berkali-kali diangkat ke layar lebar, pertama dalam Doublecrossed (1991) yang diperankan Dennis Hopper dan The Infiltrator (2016) – belum lama hadir di bioskop kita – oleh Michael Pare, walaupun bukan menjadi sorotan sentral, selain dalam serial Netflix, Narcos oleh Dylan Bruno. Kini menjadi giliran Tom Cruise dari produser Ron HowardBrian Grazer (Imagine Entertainment) di bawah arahan Doug Liman (The Bourne Identity, Mr. & Mrs. Smith & Edge of Tomorrow), American Made agaknya menjadi vehicle yang tepat baik untuk signature Liman ataupun kesukaan Cruise sebagai adrenaline junkie di film-filmnya. Di sisi lain, tentu saja ada homage ke peran legendaris Cruise lewat Top Gun menuju sekuelnya nanti.

Digelar dengan narasi Barry Seal (Cruise) lewat sejumlah rekaman dokumentasi VHS, kisahnya bergerak dari tahun 1978 di mana Seal yang masih bekerja sebagai pilot TWA sambil menyelundupkan cerutu Kuba mulai direkrut agen CIA Schafer (Domhnall Gleeson) untuk memotret aktivitas militer di seputaran Amerika Tengah yang dicurigai sebagai sarang komunis. Menyembunyikan hal ini dari Lucy (Sarah Wright), istrinya, Seal lantas dimanfaatkan oleh Jorge Ochoa (Alejandro Edda) dan Pablo Escobar dari kartel Medellin yang menjadikannya kurir narkoba dengan imbalan besar sebelum akhirnya tertangkap di Kolombia.

Bukannya berhenti, ia kembali direkrut Schafer untuk misi yang bahkan lebih besar lagi oleh Presiden Reagan di balik pemindahannya bersama Lucy dan anak-anaknya ke kota kecil Mena di mana Seal dibekali sebuah bandara pribadi untuk menyelundupkan senjata ke militan Contras di Nicaragua sambil melanjutkan bisnis kurir dari Medellin. Membangun istananya sendiri di Mena sambil merekrut beberapa pilot baru dan melakukan pencucian uang yang sudah tak punya tempat untuk disimpan, ulah adik iparnya JB (Caleb Landry Jones) mulai memancing kecurigaan Sheriff Downing (Jesse Plemons; yang perannya banyak di-cut di ruang editing bersama Lola Kirke) sebelum akhirnya merebak ke DEA dan FBI yang siap mengincarnya kapan saja. Seal kemudian dimanfaatkan FBI untuk menggulung kartel Medellin di balik resiko yang tak bisa dihindarinya, sementara CIA yang mulai mencuci tangan meninggalkan Seal dan keluarganya dalam bahaya besar.

Dibesut Liman berdasar skrip Gary Spinelli (Stash House, VOD movie yang cukup bagus) secara stylish di atas tone dan vintage color palette lewat sinematografi César Charlone (City of God) dengan pergerakan kamera dinamis bahkan cenderung hiperaktif plus tight editing dari Saar Klein (The Thin Red Line, Almost Famous), Andrew Mondshein (The Sixth Sense) dan Dylan Tychenor (Zero Dark Thirty, Brokeback Mountain); American Made benar-benar seakan membawa kita ke pergerakan era-nya dari ’70 ke ‘80an di balik pace yang kencang ke heist theme-nya. Narasi tak biasa yang menggunakan dokumentasi VHS-nya sebagai framing device juga membuat kita seolah ikut merasakan adrenaline rush di setiap sepak terjang Seal yang penuh siasat di tengah permainan segi banyak dari pihak-pihak yang saling berkepentingan, membuat American Made menjadi biopic unik yang terasa sangat tidak biopic. Bersama itu, selipan soundtrack era jukebox yang mengiringi scoring Christophe Beck tak kalah asyik, dari You Sexy Thing-nya Hot Chocolate yang membuka adegan awal ke highlight puncaknya saat komposisi orkestra klasik modern Walter Murphy, A Fifth Beethoven mengalun bak mendengarkan medley Hooked on Classics.

Dengan penampilan Tom Cruise yang penuh energi di tengah-tengahnya, melemparkan charm dan daya tarik khasnya yang kerap diplesetkan sebagai ‘Cruise Control’ hampir di tiap filmnya, penuh machismo dan bravado bersama persona besar leading man-nya walau di tengah polesan keringat, American Made juga terasa luar biasa playful. Sebagiannya terasa seperti tengah melihat Cruise sebagai Maverick yang berbeda dalam Top Gun di balik kacamata pilot yang dikenakannya hampir di sepanjang film, sebagiannya bak film-film seputar pilot kurir macam Air America-nya Mel GibsonRobert Downey, Jr. bahkan film-film politik senjata perang ala Lord of War atau War Dogs, thriller-thriller kartel narkoba Amerika Latin dan sebagian lagi bagaikan melihat versi real-life Han Solo dengan Millennium Falcon-nya. Salah satu penampilan terbaik Cruise sepanjang karirnya.

Fun dan sangat menghibur, kolaborasi Liman dan Cruise memoles American Made secara overblown, nyaris berupa flight of fancy ini di satu sisi memang membuat penelaahan biopic yang menampilkan Seal seperti sesosok superhero jadi terasa begitu sulit untuk dipercaya, namun juga punya keseimbangan yang baik dengan permainan trivia yang mereka selipkan secara efektif terhadap karakter-karakter dalam tiap penggal sejarah nyatanya ke Iran-Contra yang memang menjadi homage Liman buat ayahnya. Trivia-trivia Presiden AS dari Jimmy Carter ke Ronald Reagan bahkan dilengkapi dengan karir Hollywood-nya, Bill Clinton dan George W. Bush Sr., baik lewat tampilan footage atau hanya sekedar dialog bersama tokoh-tokoh di seputarnya; Oliver NorthManuel Noriega dan Pablo Escobar, ini tetap menahan American Made di jalurnya sebagai sebuah biopic sekaligus terasa sangat informatif bukan hanya dalam membahas ambigu moralitas politik tingkat dunia, tapi juga sebuah retrospeksi perkembangan teknologi yang membuat aksi Seal bisa berjalan mulus di era itu.

American Made juga menyisakan performa bagus dari deretan aktor pendukungnya, meski tak terlalu banyak diisi nama-nama terkenal. Penampilan Sarah Wright Olsen sebagai aktris yang selama ini lebih banyak mengisi porsi supporting ternyata bisa cukup kuat mengimbangi Cruise; mengingatkan penampilan awal Nicole Kidman di Hollywood menghadapi Cruise dalam Days of Thunder. Domhnall Gleeson juga tampil kuat sebagai Schafer yang oportunis, dan Caleb Landry Jones dimanfaatkan dengan tepat di balik tampang slenge’an-nya sebagai JB. Hanya sayang, Jesse Plemons dan Lola Kirke yang sudah muncul dalam setup karakternya di sebuah adegan kabarnya banyak dibabat di penyuntingan akhir sehingga lebih terasa sebagai tempelan tak penting.

Terakhir, walau mungkin sebagian dari kita sudah tahu ke mana arah ujung akhirnya, namun penceritaan keseluruhan dalam American Made tak lantas bergulir menjadi biopic tragis sesuai kisah nyatanya, yang mungkin akan sulit diterima fans Tom Cruise dalam eksistensinya sebagai action hero tangguh di film-film tipikalnya. Liman tetap menjaga tone-nya tetap playful, tak terpeleset ke sana biarpun American Made lebih tepat disebut sebagai sebuah dark comedy dengan sempalan thriller politik ketimbang aksi. Tak juga dipenuhi adegan aksi tanpa henti, tensinya bisa tetap terjaga dengan intensitas dan pace yang terus meningkat, bahkan bisa membuat kita kerap tertawa di tengah reaksi-reaksi ‘ah yang benar saja’ mengikuti guliran kisahnya. Inilah mungkin yang jadi hal paling unik dari American Made dibanding banyak biopic lain dengan ending sejenis terhadap subjeknya. Selagi signature Liman tetap ada di tiap framing penceritaan dan gaya stylish-nya, kita tahu bahwa ini adalah sebuah ultimate vehicle bagi Tom Cruise. Total Cruise control in a flight of fancy biopic, American Made menyoal ambigu moralitas politik lewat sebuah kisah nyata hiperbolis. Dan sekali ini – kita bisa merasa tak keberatan dengan itu. (dan)

danieldokter

Daniel Irawan adalah pemilik situs ini.
danieldokter

Latest posts by danieldokter (see all)