Home » Dan at The Movies » BABY DRIVER (2017)

BABY DRIVER (2017)

BABY DRIVER: AN EXTREMELY KINETIC CAPER-ROMANCE BEYOND A+ LEVEL OF GEEKINESS
Sutradara: Edgar Wright
Produksi: Working Title Films, Big Talk Productions, MRC, TriStar Pictures, Sony Picture Releasing, 2017

Image: impawards.com

Tak banyak hype besar yang benar-benar bisa membayar penuh ekspektasi penontonnya. For those of you who followed, selain status Edgar Wright yang sudah dipandang seperti rockstar auteur bagi penggemarnya, Baby Driver memang punya segudang janji dari seluruh aspeknya. Hype yang makin merebak sejak penayangan perdananya di SXSW Maret kemarin membuat ekspektasi itu semakin tinggi lagi.

Padahal, premisnya sebenarnya tak sepenuhnya orisinil. Menggabungkan dua elemen dasar dalam genre mash-up-nya, yang paling menonjol adalah dua hal. Pertama, extreme caper-romance yang sebelumnya sudah mengumpulkan fanbase besar di kalangan penggemar cult films. True Romance, Drive, The Getaway hingga Bonnie & Clyde; yang tak pernah melupakan elemen car chase dan nice cars ke tengah-tengah petualangannya; adalah film-film action berbasis romance dengan penyampaian ekstrim dalam arti semakin eksplisit kesadisan yang ditampilkan, semakin romantis pula elemen love story-nya.

Yang kedua, yang mungkin tak disadari banyak orang sekarang; adalah bentukan karakter utamanya dalam kaitan ke sebuah soundtrack-driven yang menampilkan songs bible lewat pilihan-pilihan track-nya. Baik yang mengkompilasi kultur pop atau rock; bahkan yang ditulis spesial secara tematis. Dalam hal ini, karakter Baby dalam Baby Driver memang sangat menyerupai Doug Masters dalam Iron Eagle berikut feel-nya sebagai soundtrack-driven film, walaupun keberadaan walkman kini diganti menjadi iPods. Jagoan yang kehilangan jati diri dan motivasinya tanpa musik.

Namun di tangan Edgar Wright yang menulis sendiri skripnya seperti di rata-rata filmnya, Baby Driver memang menjadi sebentuk one of a kind yang membuatnya layak dibarengi semua hype yang ada. Seperti seorang geek level dewa, Wright memoles tiap aspek dalam Baby Driver dengan sematan-sematan referensi terhadap musik dan film dengan sinergi padu luar biasa. Bahkan selain judul yang dipilih berdasar referensi lagu berjudul sama dari Simon & Garfunkel di album legendaris Bridge over Troubled Water, dialognya kerap dibentuk dari lirik-lirik lagu dan film lain, dipenuhi cakupan genre bahkan trivia-trivia lucu seperti misalnya lagu-lagu yang menggunakan nama orang sebagai judul, referensi kostum yang menyenggol Han Solo di Star Wars, cool glasses atau dialog Monsters, Inc.. Ini benar-benar seperti tengah menyaksikan sekelompok film atau music geeks yang bisa ngobrol berhari-hari mengadu referensi satu sama lain secara antusias. Almost never before seen in any movies, bahkan soundtrack-driven films lain yang menyusun playlist-nya secara tematis, bahkan dengan selipan lagu yang jumlahnya nyaris menyaingi American Graffiti. Dan untungnya, Baby Driver juga datang dari Working Title Films, studio yang paling sering menelurkan film-film dengan bauran referensi musik ke produk-produk terdepannya.

Bekerja buat Doc (Kevin Spacey), kingpin yang selalu mengganti timnya atas sasaran rampokan berbeda, Baby (Ansel Elgort) adalah seorang getaway driver tanpa tanding di Atlanta. Masa lalu yang merenggut nyawa kedua orangtua dan meninggalkannya dalam kondisi tinnitus (telinga berdenging) membuatnya selalu mendengarkan lagu-lagu kegemarannya saat menjalankan tugas. Tinggal bersama ayah angkatnya, Joseph (CJ Jones) yang juga punya masalah pendengaran, ia menghabiskan waktunya untuk membuat mixtape remix percakapan kejahatan yang direkamnya. Semua mulai berubah saat Baby mulai mengenal Debora (Lily James), gadis cantik pelayan diner penuh mimpi yang sering disambanginya. Berniat keluar atas janji Doc dan mulai menjadi pengantar pizza dengan keahlian mengemudi itu, Doc ternyata tak begitu saja mau melepas Baby. Di saat ini pula misi merampok sebuah kantor pos yang melibatkan sepasang perampok Buddy (Jon Hamm) dan Darling (Eiza Gonzáles) serta Bats (Jamie Foxx) yang impulsif berujung pada sebuah kekacauan besar yang menempatkan Baby dan orang-orang terdekatnya dalam bahaya. Menggunakan seluruh keahliannya, Baby pun berbalik melawan rekan-rekannya dengan resiko apapun untuk bisa keluar hidup-hidup bersama Debora.

Didasari ide yang muncul saat Wright menyutradarai videoklip Blue Song dari Mint Royale tahun 2003 – sama-sama soal seorang getaway driver dari sekelompok perampok, Baby Driver dibuka dengan salah satu opening acts terbaik yang pernah kita saksikan dalam film. Fast moving dan luar biasa seru di tengah car chase beroktan tinggi sekaligus secara efektif mengenalkan karakter Baby, criminal with codes yang berfungsi penuh menggerakkan pace Baby Driver bak sebuah dance movie di balik koreografi Ryan Heffington yang mengarahkan Sia dalam klip Chandelier. Seluruh gestur, movement hingga gerakan Baby berjalan menerjemahkan beats sesuai playlist soundtrack yang mereka munculkan di adegan pembuka ini; Harlem Shuffle versi asli dari Bob & Earl.

Selain penceritaan dengan pace penuh penerjemahan beat musik, alunan soundtrack lintas dekade yang mereka munculkan nonstop hingga nyaris tak meninggalkan ruang untuk scoring dari Steven Price membawa Baby Driver mengalir dengan trivia dan referensi yang sangat geeky namun playful hingga ke camera movement dinamis dari Bill Pope, DoP veteran dari The Matrix Trilogy dan film-film Wright sejak Scott Pilgrim vs the World, juga kinetic editing dari Paul Machliss (juga kolaborator Wright) dan Jonathan Amos. Uniknya, playlist ini memang membuat kita seolah tengah mendengarkan random list yang asyik berisi lagu-lagu dari The Beach Boys, Golden Earring, Beck, Blur, Barry White, The Commodores, track baru rendisi Easy-nya The Commodores dari Sky Ferreira (ikut bermain sebagai ibu Baby) hingga Queen. Pilihan-pilihan Wright tak pernah menjadi kelewat tematis dalam genre dan meski kebanyakan bernuansa vintage serta sedikit obscure (come on, Brighton Rock dari Sheer Heart Attacknya Queen ?), tapi terasa sangat pas mengiringi tiap adegan yang ada.

Sisi kuat berikutnya dari Baby Driver tentu saja terletak di gelaran adegan-adegan aksinya. Intensitas dan pacuan adrenalinnya tertata dengan sangat baik menuju klimaks yang cukup sadis dan gila-gilaan, tapi juga bukan berarti meninggalkan kedalaman di balik bentukan serba stylish yang sangat Wright dari karakter-karakternya. Di luar bentukan paling spesial terhadap Baby yang diperankan dengan memukau oleh Elgort dan Debora (membuat Lily James lebih princess dari perannya di Cinderella) sebagai sentralnya, semua karakter itu, yang dimainkan dengan baik oleh Hamm, Gonzáles, Foxx dan Spacey, juga penampilan singkat Jon Bernthal, punya batasan-batasan serta layer empati yang jelas ketimbang sekedar hitam putih atau terbatas hanya sebagai tempelan. Sebagai Doc, Spacey malah diberikan porsi lebih menjelang klimaks yang sangat mengingatkan kita ke karakter monumental Dennis Hopper di salah satu referensi terdekatnya di True Romance.

Tapi memang yang membuat Baby Driver jadi begitu spesial menggabungkan referensi-referensi pop culture-nya bak seorang ultimate geek adalah keseluruhan filmnya memang membentuk blend yang rata-rata tepat mengenai sasaran. Sebagai sebuah extreme romance, tiap pijakan gas dan dentuman aksinya membuat love sparks-nya kian romantis bersama motivasi Baby dan Debora keluar menuju jalan impiannya. Sebagai sebuah car chasing actioner, ia melaju kencang bak dibawa oleh seorang pengemudi tangguh yang menolak untuk berhenti. Dan sebagai soundtrack-driven films, dentuman musiknya terus menjaga kaki kita tak pernah stop buat bergoyang mengikuti apapun tempo dari beat yang mengalun dari sebuah device ke headset-nya.

Mostly lived by those beats, bukan hanya satu tapi keseluruhan playlist dari Baby Driver adalah killer tracks. More soundtrack-driven True Romance meets Iron Eagle on wheels, one hell of extreme kinetic caper-romance. Sebuah never before seen cinematic experience yang membuat kita ingin mengulangi tiap adegannya lagi, lagi dan lagi. Being geeky was never this fun! (dan)

 

danieldokter

danieldokter

Daniel Irawan adalah pemilik situs ini.
danieldokter

Latest posts by danieldokter (see all)