Home » Dan at The Movies » WARKOP DKI REBORN: JANGKRIK BOSS! PART 2 (2017)

WARKOP DKI REBORN: JANGKRIK BOSS! PART 2 (2017)

WARKOP DKI REBORN: JANGKRIK BOSS! PART 2: CRAZIER AND WILDER, A CONSISTENT REVIVAL OF THE ORIGINAL COMEDIC SOUL
Sutradara: Anggy Umbara
Produksi: Falcon Pictures, 2017

Image: bioskoptoday.com

Sejauh mana sebenarnya 7 juta lebih penonton Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! Part 1, rekor terlaris pencapaian penonton film kita selama ini, mengenal sejarah mereka di industri komedi sekaligus film kita? Itu mungkin hal yang perlu ditanyakan pertama kali untuk membahas subjeknya lebih lanjut. Jawabannya bisa beragam lewat jumlah penontonnya yang terentang secara lintas generasi. Tapi, yang benar-benar mengikuti dan tahu sejarah grup komedian legendaris itu, bukan sekedar ‘pernah nonton di TV’ apalagi film-film terakhir mereka di era Soraya, jelas tahu bahwa Anggy Umbara dan orang-orang yang berada di belakangnya, sudah melakukan proses revival-nya dengan benar, penuh respek, bahkan jadi salah satu yang terbaik dari proses-proses sejenis. The Three Stooges saja pernah melakukan jalan serupa untuk merendisi legendanya dengan aktor-aktor terkenal, sebagiannya bukan komedian, namun akhirnya gagal. Thus, kalau ada yang mengatakan legacy-nya tak berlanjut dengan baik, abaikan. Artinya mereka tak benar-benar mengenal Warkop DKI dengan baik.

Setelah menunggu beberapa waktu, akhirnya bagian kedua dari revival yang berhasil itu hadir juga ke layar lebar kita. Bukan rahasia lagi kalau Falcon Pictures memang adalah salah satu rumah produksi yang tak pernah main-main dalam promosinya. Lagi-lagi, dalam hal itu, Jangkrik Boss! Part 2 mencatat sejumlah rekor termasuk menyewa jet pribadi khusus berbandrol filmnya untuk menghelat premiere di 5 kota. The rest, kita tahu bahwa hari pertama penayangannya lagi-lagi meraih rekor penonton terbanyak sejumlah 300 ribu dan 530 ribu di hari ke-2, dengan jumlah 1 juta penonton yang sekarang jadi standar emas laku tidaknya film kita diraih hanya dalam hitungan tak sampai 3 hari. Revival Anggy justru membawa Warkop DKI ke ranah keemasan mereka dengan reference-reference klasik sebelum dirusak oleh film series-nya di Soraya belakangan atas alasan-alasan murni komersil dan jadinya menjurus bahkan lebih jorok daripada era Parkit. So, kalau masih ada yang mengatakan legacy-nya gagal untuk dilanjutkan, abaikan. Artinya, sekali lagi, mereka tak benar-benar mengenal Warkop DKI dengan baik.

Jangkrik Boss! Part 2 melanjutkan petualangan Dono (Abimana Aryasatya), Kasino (Vino G. Bastian) dan Indro (Tora Sudiro) sebagai personil CHIPS mencari harta karun setelah kehilangan tas di Malaysia. Tas yang tertukar dengan tas milik wanita cantik yang belakangan diketahui bernama Nadia (Nur Fazura) itu kemudian ditemukan lewat serangkaian kejadian konyol. Bersama Sophie (Hannah Al Rashid), mereka juga mengajak serta Nadia untuk menuju pulau angker di kepulauan Langkawi berdasar peta tersebut. Lagi-lagi, bukan Warkop DKI namanya kalau semuanya beres-beres saja.

Skrip yang tetap digarap oleh Anggy, Bene Dion Rajagukguk dan Andi Wijaya (Awwe); orang-orang yang jelas terlihat tahu memanfaatkan jiwa asli dalam kekuatan komedi grup legendaris itu, tetap bekerja seperti pendahulunya. Namun di sini, mereka mengangkat lagi jokes-nya jauh lebih liar – tanpa meninggalkan referensi-referensi kuat yang dibangun di atas gabungan dua film Warkop klasik tahun 1981 dari sutradara Ikhsan Lahardi; IQ Jongkok dan Setan Kredit.

Hebatnya, homage-homage-nya tak lantas menjadi repetitif, tapi mereka cenderung melakukan sebuah langkah pendekatan yang sangat berani dan jarang dilakukan sineas lain dalam ranah sejenis; memparodikan komedi ke tingkat kelucuan yang lebih lagi. Memanfaatkan dengan baik style yang juga kerap jadi spesialisasi Warkop DKI di film-filmnya, breaking the fourth wall, sosok Dono-Kasino-Indro yang kini dimainkan oleh Abimana, Vino dan Tora muncul dengan chemistry lebih juara lagi. Tora juga kini benar-benar terlihat sanggup mengejar ketinggalannya di film pertama dengan transformasi sempurna sebagai Indro versi baru. Sebagian dialog komediknya juga terlempar lepas seperti improvisasi di lapangan, dari soal bulu ketek ke Warkop girls ke penyebutan sejumlah judul film Warkop DKI lawas, dan kita tak akan pernah menyangka ke ranah mana mereka membawa sosok Indro Warkop sebagai imaginary friend versi Tora.

Sambil bermain-main di pendekatan tak biasa lewat homage ke IQ Jongkok dan Setan Kredit, mereka juga menyemat beberapa referensi fantasi yang kerap dilakukan Warkop di film-filmnya, bahkan kali ini mencakup ruang referensi lebih luas ke ranah Indo-exploitation lewat beberapa film lawas legendaris yang rights-nya sudah berpindah ke tangan Falcon, serta juga mungkin, untuk beberapa penonton yang punya referensi lebih luas, film-film luar seperti Stay Tuned atau Shocker. Gelaran komedi yang luar biasa liar di bagian klimaks ini, bahkan layak ditahbiskan menjadi salah satu joke film Indonesia terlucu serta paling cerdas over decades, memang berhasil membuat Jangkrik Boss! Part 2 mencapai puncak kegilaannya di atas tawa nonstop yang bisa membuat perut sakit terutama untuk penonton yang benar-benar mengenal referensinya. Dan bagusnya, selain bisa menutupi sebagian missed comedy-nya, semua environment-nya tak memerlukan unsur CGI kelewat hi-tech sehingga tak berujung pada kegagalan Anggy dkk memainkan reference play signature-nya seperti di Rafathar.

Tapi memang, keberhasilan Warkop DKI Reborn sebagai produk revival ini tetap tak akan jadi sehebat itu tanpa performa tiga aktor utamanya. Beralih rupa menjadi DonoKasinoIndro, tanpa memerlukan polesan kelewatan kecuali sedikit tata rias serta gigi palsu plus bantalan perut Dono, baik Abimana, Vino dan Tora menunjukkan bahwa dalam sekedar acts of mimicking, di sebuah komedi pula, level akting mereka bisa diakui sebagai awards bait yang layak. Dan Jangkrik Boss! Part 2 juga membuktikan bahwa setup di film pertama sudah cukup kuat untuk membuat ketiganya tak lagi harus bergantung ke cameo penuh sesak dari komedian lain. Di sini cukup hanya beberapa termasuk Babe Cabiita yang memang selalu bisa menjadi comic relief pengundang tawa.

So call it what you want, terutama untuk pemirsa yang benar-benar mengenal sosok Warkop DKI, Jangkrik Boss! Part 2 tetap berhasil memberikan hiburan yang bahkan menyentuh ranah lebih luas lagi. Crazier and wilder, Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! Part 2 tetap festive, tetap nostalgic, full of homage, dan ini yang terpenting. Saat gelaran bloopers pengiring end credits-nya bergulir di balik semua kelucuan yang ada, ia tetap konsisten memunculkan rasa haru sekaligus bahagia melihat warisan tawa para legenda ini bisa terus berlanjut ke generasi sekarang. (dan)

danieldokter

danieldokter

Daniel Irawan adalah pemilik situs ini.
danieldokter

Latest posts by danieldokter (see all)