Home » Dan at The Movies » MIDNIGHT RUNNERS (2017)

MIDNIGHT RUNNERS (2017)

MIDNIGHT RUNNERS (청년경찰): A KICKASS BUDDY ACTION COMEDY BEYOND SERIOUS MEDICAL ISSUES
Sutradara: Kim Joo-hwan
Produksi: Movie Rock, Lotte Entertainment, 2017

Image: goldposter.com

Dari pola distribusi film negaranya ke dunia internasional, Midnight Runners bukanlah seperti sebuah blockbuster hi-budget unggulan macam Battleship Island, Train to Busan dan banyak lagi. Dalam tampilannya, walau menjual dua lead actor yang cukup dikenal penggemar drakor, ia lebih terlihat seperti komedi low profile yang biasanya luput dari perhatian banyak orang. Sutradaranya, Kim Joo-hwan pun bukanlah kelewat dikenal. Dari film low budget Koala (2013), cukup lama berselang, ia tiba-tiba muncul ke ranah layar lebar komersil. Tapi inilah kepiawaian sinema Korea menciptakan formula, dan buat sebagian audiens di luar fans-nya, bisa jadi hal menarik untuk menemukan film bagus tanpa ekspektasi apapun.

Dari tema komedi Police Academy yang memperkenalkan kita kepada dua karakter utamanya, Park Ki-joon (Park Seo-joon) dan Kang Hee-yeol (Kang Ha-neul), dua kadet yang lantas menjadi sahabat di tengah latar dan motivasi berbeda, Midnight Runners berbelok cepat menjadi sebuah thriller penculikan. Melewatkan night out mereka untuk mencari wanita, Ki-joon dan Hee-yeol yang secara tak sengaja menjadi saksi sebuah peristiwa penculikan terhadap seorang wanita muda. Ki-joon dan Hee-yeol pun terlibat makin dalam ke sebuah konspirasi yang perlahan mulai menguji keteguhan dan nurani mereka di balik tembok birokrasi yang terus menghalangi investigasi sekaligus niat mereka untuk menyelamatkan para korbannya.

Keberhasilan Midnight Runners dalam menggelar tontonan beda di genre yang sebenarnya tak lagi baru dalam sinemanya adalah keseimbangan formula lewat skrip yang ditulis sendiri oleh Joo-hwan. Ia tetap bisa menahan guliran komedi dalam genre buddy comedy-nya begitu mengalir tanpa harus mendistraksi isu serius yang diangkatnya soal pasar gelap donor sel telur di samping industri penjualan organ ilegal yang sama-sama tengah marak belakangan ini; namun masih tergolong masih cukup jarang diangkat ke film. Dua yang tercatat pernah mengangkat tema donor sel telur itu adalah Ovum (2015) karya sutradara Matt Ott, sebuah dark comedy-drama berdasar kisah nyata penulis sekaligus aktrisnya Sonja O’Hara, dan satu yang jauh lebih ringan dari sinema Cina, My Egg Boy (2016), romcom arahan Fu Tien-yu yang April kemarin ikut ditayangkan di Okinawa International Movie Festival (OIMF).

Menjadi effort pertama mengangkat isu serta informasi medis itu ke ranah genre berbeda lagi, Joo-hwan membaurkan mish-mash genre-nya dengan kuat di antara selipan adegan-adegan aksi menghentak serta thriller yang menegangkan, tanpa harus mengorbankan sisi komedinya. Selagi bagian-bagian investigasinya seolah bekerja sendiri menciptakan ketegangan di balik isu serius tersebut, adegan aksi yang kebanyakan berupa full contact fight muncul dengan luar biasa seru, proporsional namun benar-benar memicu adrenalin ke puncaknya di klimaks yang menggelar baku hantam habis-habisan dalam durasi cukup panjang. Di tengahnya, sempat-sempatnya pula Joo-hwan menyelipkan training montage a la sports genre, dan jangan lupa, ada isu kritis terhadap birokrasi kepolisian pula yang bisa disemat untuk mendasari konfliknya.

Namun memang jiwa terbesar Midnight Runners ada pada duo lead-nya. Bangunan karakter Ki-joon dan Hee-yeol yang sudah terbentuk dengan kuat lewat dialog dan detil-detil beda karakterisasi yang walau berlawanan secara klise, mampu diterjemahkan dengan begitu baik oleh Seo-joon dan Ha-neul. Chemistry-nya bekerja bak sebuah bromance yang tak sekalipun tampak dipaksakan, dipenuhi tektokan asyik di antara keduanya, membuat pengembangan karakter menuju turnover masing-masing berjalan rapi di balik intensitas keseruan yang terus mendaki, meyakinkan kita bahwa kedua sosok jagoan dengan hati nurani itu bisa sewaktu-waktu beralih ke physical acts sangat badass. Di antara mereka, juga ada akting penuh wibawa dari aktor senior Sung Dong-il (Miss Granny, The Accidental Detective) sebagai Profesor Yang dan sedikit distraksi cantik dari penampilan Park Ha-sun (APT, Love Clinique) sebagai mentor wanita Joo-hee a.k.a. Medusa.

Inilah kehebatan Joo-hwan membawa Midnight Runners memainkan genre mish-mash-nya, di mana semua elemen itu bisa bersinergi kuat tanpa menenggelamkan satu sama lain. Bahwa baik komedi hingga aksi dan thriller menegangkan yang kerap menyentuh ranah kesadisan vulgar pun bisa berjalan beriringan saling menguatkan, ini tentu sesuatu yang tak biasa. A kickass and pumping buddy comedy beyond serious medical issues. (dan)