Home » Events » KYOTO INTERNATIONAL FILM & ART FESTIVAL UMUMKAN PENYELENGGARAAN EDISI KE-4 TAHUN INI

KYOTO INTERNATIONAL FILM & ART FESTIVAL UMUMKAN PENYELENGGARAAN EDISI KE-4 TAHUN INI

©kiff.kyoto.jp

Di usia penyelenggaraan festivalnya yang masih sangat muda, dengan edisi pertama yang baru dimulai di tahun 2014, Kyoto International Film and Art Festival (KIFF) sebenarnya memiliki nilai historis yang sudah tertinggal jauh oleh pusat sinema negaranya di Tokyo. Padahal, sejarah sinema Jepang dimulai dari Kyoto sebagai rumah pertamanya.

Karena itulah, festival yang dibentuk oleh salah satu pelaku industri hiburan terbesar Jepang, Yoshimoto Kogyo ini bertujuan untuk mengingatkan kembali nilai historis tersebut dengan bidikan ke film-film lokal negaranya. Sama seperti festival yang menjadi saudaranya, juga dari Yoshimoto, Okinawa International Movie Festival (OIMF), penyelenggaraannya lebih diarahkan ke nilai-nilai tradisional sinema Jepang walaupun tetap digagas dengan standar internasional dengan penayangan beberapa film dari sinema lintas negara.

Sejak tahun pertama penyelenggaraannya, festival ini juga menayangkan sejumlah film-film klasik sinema Jepang di salah satu bioskop kuno yang masih dipertahankan Yoshimoto untuk panggung pertunjukan komedinya. Selain itu, ada pula alasan mengawinkannya dengan sebuah festival seni di balik nama Film and Art Festival atas kekayaan Kyoto terhadap tradisi klasik yang tetap menjadi ciri khasnya.

Bertempat di Yoshimoto Gion Kagetsu, salah satu hall pertunjukan seni terbesarnya, konferensi pers untuk edisi tahun ini digelar pada awal bulan lalu. Menggarisbawahi eksistensi Kyoto sebagai rumah sinema Jepang, festival director sekaligus komedian Yuichi Kimura bersama MC Satomi Hirano dari KBS Kyoto mengumumkan tema untuk edisi ke-4 festivalnya tahun ini adalah ‘Movies, Art and Everything Else’. Sementara, tagline festivalnya sendiri cukup simpel: ‘Kyoto: 3 Nights and 4 Days’, menandakan bahwa sama seperti tahun-tahun sebelumnya, dalam usia penyelenggaraan yang masih dalam tahap berkembang, KIFF hanya dihelat dalam durasi cukup singkat selama 4 hari.

Sadao Nakajima, Presiden Kehormatan dari Komite Penyelenggara juga menambahkan catatan bahwa Kyoto mesti diingat sebagai kota kelahiran industri film Jepang, dan keberadaan KIFF harus tetap dipertahankan untuk meneruskan warisan-warisan kreativitas penduduknya. Bersama itu, Ichiya Nakamura, Chairman KIFF dari Komite Eksekutif, mengatakan bahwa festival tahun ini akan membawa KIFF ke venue-venue bersejarah seperti Nishi Honganji Temple, Okazaki Park dan Kyoto Botanical Garden yang sangat dikenal sebagai landmark prefekturnya dengan event-event menarik termasuk perayaan 100 tahun animasi Jepang ke dalam festivalnya.
Gelaran karpet merah KIFF tahun ini akan diselenggarakan tepat di depan Karamon Gate yang merupakan situs National Treasure Jepang dimulai dari panggung besar yang dibangun di Kuil Nishi Honganji. Terdaftar sebagai World Heritage Site oleh UNESCO, keberadaan tempat-tempat bersejarah ini memiliki tradisi turun-temurun mempertahankan dunia kesenian tradisional Jepang.

©kiff.kyoto.jp

Anugerah Utama Shozo Makino Award dan Toshiro Mifune Award
Seperti di tahun-tahun sebelumnya, KIFF tetap akan menganugerahkan dua penghargaan tertingginya bukan kepada film-film peserta melainkan sosok sineas yang dianggap berjasa bagi perfilman negaranya. Dua penghargaan itu, The Shozo Makino Award, nama yang disemat untuk menghormati sutradara asal Kyoto bernama sama akan diberikan kepada sineas yang dianggap memberikan kontribusi besar bagi perkembangan sinema Jepang, sementara The Toshiro Mifune Award mengacu ke nama salah satu aktor Jepang paling dikenal dunia internasional, akan dianugerahkan bagi aktor Jepang yang memiliki pengaruh internasional.

Tercatat, sineas dan aktor yang pernah mendapat anugerah ini adalah sutradara/DoP veteran Daisaku Kimura dan aktor Koji Yakusho di edisi tahun 2014, penulis skrip Rashomon dan sejumlah karya Akira Kurosawa lainnya – Teruyo Nogami dan aktor senior Tatsuya Nakadai untuk tahun 2015, sutradara berusia 85 tahun Shinoda Masahiro dan aktor Hiroshi Abe di edisi tahun lalu.

Dari World Premiere ke Film Bisu
Produser festival Kazuyoshi Okuyama yang menangani seleksi film-film pesertanya mengatakan bahwa terus meningkatkan diversifikasi kategorinya, KIFF tahun ini juga akan menghadirkan segmen khusus film-film animasi Jepang. Sementara versi layar lebar Sparks (Hibana) yang disutradarai komedian Yoshimoto Itsuji Itao berdasar novel pemenang award berjudul sama karya Naoki Matayoshi akan ditayangkan sebagai world premiere di KIFF tahun ini.

Seperti Okinawa, KIFF juga menghadirkan segmen TV Director’s Movie untuk menggarisbawahi kerjasama Yoshimoto dengan banyak stasiun TV lokal serta internasional. Berbeda dengan banyak film TV produksi studio lain, film-film TV produksi Yoshimoto memang memiliki kualitas dan production value berbeda serta membawa talenta-talenta sinema ke ranah televisi.

Untuk mempertahankan tradisi lokal dan sejarah sinemanya, KIFF juga tetap menayangkan sejumlah film bisu dan film-film klasik lain, tak hanya dari Jepang tapi juga dunia. Bertujuan agar sineas-sineas sekarang selalu belajar dari sejarah perkembangan sinema mereka, sejumlah film-film itu bahkan akan ditayangkan dengan live narration (benshi) dalam versi restorasi. Salah satu bagian dari penayangan film bisu ini akan menayangkan film-film komedian, penulis naskah, sutradara sekaligus wanita Amerika kelahiran tahun 1892, Mabel Normand, yang dalam film Chaplin (1992) diperankan oleh aktris Marisa Tomei.

Masih ada juga dua segmen spesial yang salah satunya akan menayangkan film-film karya sutradara Hideo Gosha untuk memperingati perayaan ke-25 tahun wafatnya Gosha. Tomoe Gosha, presiden Gosha Productions mengatakan bahwa segmen ini merupakan suatu kehormatan. Sementara satu lagi segmen itu akan diisi oleh dokumentasi terkenal rocker Jepang Yuya Uchida.

Ekshibisi Seni di KIFF 2017
Menjadi bagian penting dari keseluruhan penyelenggaraan festivalnya, KIFF memang tak hanya membidik film tapi juga pameran-pameran banyak bentuk karya seni sebagai salah satu tradisi terkenal di Kyoto. Disampaikan oleh Kenta Oka, pelaku seni kontemporer terkenal Jepang, tema segmen seni tahun ini adalah ‘Everything is Constantly Born and Changed, Nothing is Eternal’.

Ekshibisi seni kontemporer yang akan dihelat di beberapa titik landmark Kyoto akan memiliki fokus berbeda. Kyoto Station akan diisi oleh artis Nobuyuki Tachibana, Kyoto Art Center diisi oleh LIMITS dengan pameran berjudul Digital Art Battle in Kyoto, Kyoto Botanical Garden oleh Yota dan Kazuyuki Ishihara. Sementara pameran keramik dan animasi akan diselenggarakan di Rissei Elementary School, dan Stik bersama Heather Brown, masing-masing akan mengisi ekshibisi seni di pusat perbelanjaan Fujii Daimaru.

Sedikit berbeda dengan segmen bernama sama di OIMF, Creator’s Factory Award di KIFF yang diperuntukkan bagi karya-karya lokal akan dipersembahkan bersama program pameran seni oleh dua jurinya, Taichi Kasuga dan Michail Gkinis. Salah satunya adalah Yoshimoto Archigram yang merupakan kreasi ulang dari gerakan avant-garde Archigram dari era ’60-an di Inggris.

Terakhir, bersama usaha Yoshimoto Kogyo mendukung program jangka panjang SDGs (Sustainable Development Goals) dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB/UN), sejumlah segmen festival ini juga akan menghadirkan kampanye-kampanye terhadap program yang mencanangkan sebuah dunia yang lebih baik bagi kehidupan umat manusia tersebut.

Kyoto International Film and Art Festival (KIFF) 2017 akan diselenggarakan dari Kamis, 12 hingga Minggu, 15 Oktober di sejumlah lokasi penting di seputaran Kyoto.

danieldokter

danieldokter

Daniel Irawan adalah pemilik situs ini.
danieldokter

Latest posts by danieldokter (see all)