Home » Dan at The Movies » THE FOREIGNER (2017)

THE FOREIGNER (2017)

THE FOREIGNER: MORE LIKE A SPY – POLITICAL THRILLER THAN JACKIE CHAN’S ACTIONER
Sutradara: Martin Campbell
Produksi: The Fyzz Facility, Sparkle Roll Media, Huayi Brothers Pictures, Wanda Pictures, STXFilms, 2017

Image: impawards.com

Semakin tua, Jackie Chan agaknya semakin sibuk menjajal peran-peran berbeda. Entah untuk sebuah pembuktian, tapi seperti yang kita tahu, hasilnya masih kerap naik turun, di mana satu yang bagus seringkali diikuti lebih dari satu yang berkualitas seadanya. The Foreigner, diangkat dari novel The Chinaman karya Stephen Leather yang diproduksi Jackie sendiri dari perusahaan film miliknya, Sparkle Roll Media, punya konsep luar biasa di balik kerjasamanya dengan dua studio besar China dan studio kecil Amerika. Apalagi, ada nama Pierce Brosnan dan sutradara Martin Campbell dari bandrol 007 mereka dalam premis yang walaupun terdengar klise tapi sangat menjanjikan setelah kesuksesan Taken – soal balas dendam seorang ayah terhadap putrinya.

Menjajal peran 100% serius – seperti yang terakhir dilakukannya dalam tema mirip di Police Story 2013, Jackie memerankan Ngoc Minh Quan, seorang veteran special forces berdarah China asal Vietnam pemilik restoran di London yang terpaksa mengambil langkah nekat setelah kehilangan putri sekaligus anggota keluarga terakhirnya, Fan (Katie Leung) dalam sebuah pemboman berlatar aktivitas sel teroris IRA (Irish Republican Army). Tak mendapat jawaban memuaskan dari otoritas setempat, Quan mengalihkan penyelidikannya ke petinggi kementrian Irlandia Utara, Liam Henessy (Pierce Brosnan), yang punya rahasia masa lalu terhadap gerakan itu. Perang urat syaraf antara dua orang ini pun berkecamuk di tengah trauma masa lalu Quan dan sebuah konspirasi lebih besar yang melibatkan banyak pihak.

Terbagi antara banyak subplot soal balas dendam, konspirasi politik hingga konflik keluarga, skrip dari David Marconi (penulis Enemy of the State dan sutradara action Perancis Luc Besson, Intersection) sayangnya tak bisa memilih mana yang benar-benar ingin ditonjolkannya dalam keseluruhan penceritaan The Foreigner. Jadinya, pengarahan Martin Campbell pun terasa tak bisa benar-benar mengambil fokus yang pas untuk membagi dua nama besar aktornya dari source yang memang tak memberi banyak justifikasi di balik kompleksitas abu-abu karakter Brosnan bersama subplot konspirasi politiknya.

Bukan keduanya tak bermain baik sebagai karakter masing-masing. Meski porsi utama yang seharusnya lebih banyak dipenuhi aksi sepenuhnya berada pada karakter Jackie yang muncul cukup kuat dengan guratan melankolis di balik rambut putih dan wajah penuh kerutan, Campbell terlihat tak mau pula menyia-nyiakan penampilan Brosnan yang jauh lebih kompleks tapi tetap terasa mengambang. Akhirnya, The Foreigner kerap terasa seperti dua film berbeda yang dijahit tak benar-benar rapi menjadi satu. Dari soal politik sampai intrik perselingkuhan keluarga dan aktivitas terorisme, belum lagi serangkaian flashback buat menjelaskan trauma Quan, pengisahan The Foreigner menjadi sangat tertatih-tatih.

Untunglah, paling tidak, sejumlah sekuens laganya, yang meski semua penggalannya sudah kita saksikan di trailer, mampu muncul dengan kuat di balik action signature Jackie. Walaupun mungkin terlalu sedikit dibanding keseluruhan durasinya, Campbell – dengan spesialisasinya di film-film aksi, bersama DoP David Tattersall (Die Another Day dan trilogi prekuel Star Wars) dan editor Angela M. Catanzaro, terlihat benar-benar paham dengan potensi Jackie. Di usianya yang menua, sekuens-sekuens laga itu tetap mampu ditampilkan cukup brutal, nicely shot dengan hand to hand combat ala Jackie yang selalu memanfaatkan barang-barang di sekitarnya. Jackie bahkan mencoba merambah sisi tak biasa merendisi Sylvester Stallone dengan nods jelas ke First Blood, meski terasa terlambat puluhan dekade, dalam salah satu adegannya.

Ini, paling tidak, tetap menjadi nilai tambah selain kolaborasi perdananya dengan Pierce Brosnan, yang memang di luar kualitas sejumlah filmnya selalu mampu memberikan daya tarik di balik penampilannya. Sebagai showcase Jackie sendiri, sekuens-sekuens laga yang muncul sangat realistis tanpa kehilangan dinamika koreografi khasnya bisa berpadu dengan akting emosional yang jarang-jarang bisa kita lihat di film-filmnya, rasanya sudah cukup buat menyelamatkan The Foreigner untuk tak jatuh ke deretan karya gagal di filmografinya. For what it’s worth, The Foreigner might work more like a Frederick Forsyth’s spy-political thriller adaptation than a usual Jackie Chan’s actioner. (dan)

danieldokter

danieldokter

Daniel Irawan adalah pemilik situs ini.
danieldokter

Latest posts by danieldokter (see all)