Home » Events » SEGMEN CROSSCUT ASIA #04 DI TIFF KE-30 AKAN MENGHADIRKAN DUA FILM INDONESIA BERSAMA FILM-FILM ASEAN LAINNYA

SEGMEN CROSSCUT ASIA #04 DI TIFF KE-30 AKAN MENGHADIRKAN DUA FILM INDONESIA BERSAMA FILM-FILM ASEAN LAINNYA

©2017 TIFF

Segmen spesial Crosscut Asia yang menjadi gagasan bersama Tokyo International Film Festival (TIFF/TIFFJP) bersama The Japan Foundation Asia Center sejak 2014 akan kembali berlanjut tahun ini. Sebelumnya membidik karya-karya sineas dari negara regional ASEAN secara bergiliran, dari Thailand, Filipina dan tahun lalu – Indonesia, segmen yang ditujukan untuk mengangkat talenta-talenta dari Asia Tenggara selain kerjasama di antara negara-negara tersebut, tahun ini akan dibandrol sub judul ’What’s Next from Southeast Asia‘. Sekaligus merayakan ulang tahun ke-50 ASEAN, tema fusi dari negara-negara anggotanya ini akan menayangkan dua film Indonesia yang terpilih berdasar rekomendasi nama-nama insan film kredibel dari masing-masing negara.

Kedua film Indonesia yang akan ditayangkan dalam Crosscut Asia #04 tahun ini adalah Mobil Bekas dan Kisah-Kisah dalam Putaran (The Carousel Never Stops Turning) karya Ismail Basbeth dan Ziarah (Tales of the Otherwords) karya BW. Purba Negara. Sebagai kreatornya, Basbeth dan Purba Negara dipastikan akan hadir di TIFF ke-30. Bersama mereka, sejumlah pemeran kedua film tadi; Karina Salim dan Gandhi Fernando dari Mobil Bekas serta Rukman Rosadi dari Ziarah, akan turut hadir mempresentasikan film mereka.

©Bosan Berisik Lab

Mobil Bekas dan Kisah-Kisah dalam Putaran (The Carousel Never Stops Turning) merupakan sebuah film indie karya Ismail Basbeth yang digagas secara urun dana via sosmed. Melibatkan banyak sineas dari insan, jurnalis sampai penggemar karya-karya film independen/arthouse Indonesia, keikutsertaan Mobil Bekas ke TIFF direkomendasikan oleh Garin Nugroho. Film yang berisi ragam kisah manusia yang dituangkan ke dalam beberapa fragmen, meliputi banyak aspek dari ekonomi, politik, seni dan budaya hingga sejarah ini selain menampilkan Karina Salim dan Gandhi Fernando, juga punya sejumlah nama aktor yang cukup dikenal seperti Cornelio Sunny, Dea Ananda dan Verdi Solaiman.

©Purbanegara Films

Sementara Ziarah, dengan judul internasional Tales of the Otherwords, merupakan karya sineas BW Purba Negara yang sudah sangat banyak menuai pujian di Indonesia dan sejumlah prestasi di negara-negara Asia. Direkomendasikan oleh Riri Riza, Ziarah mengisahkan perjalanan seorang nenek berusia 95 tahun, Mbah Sri (diperankan oleh Ponco Sutiyem) mencari makam suaminya untuk bisa dikuburkan bersama. Mengangkat latar lokalitas Jawa yang juga dibalut dengan penggalan latar sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia, film yang sudah dirilis terbatas di Indonesia 18 Mei lalu ini meraih Best Screenplay dan Special Jury Awards di ASEAN International Film Festival & Awards (AIFFA), Kuching, Malaysia, sekaligus nominasi aktris terbaik yang cukup mengejutkan bagi debut akting Ponco Sutiyem di usia 90 tahunan.

Selain Ziarah dan Mobil Bekas, sejumlah film Asia Tenggara lain akan ikut mengisi segmen Crosscut Asia tahun ini. Satu hal yang cukup unik dari proses programming-nya, pemilihan film-film untuk mengisi segmennya kali ini dikemas oleh programmer Kenji Ishizaka berdasar rekomendasi para sineas dari sutradara hingga aktor dari masing-masing negara, seperti Garin Nugroho dan Riri Riza dari Indonesia, Apichatpong Weerasethakul dari Thailand, Tran Anh Hung dari Vietnam, Brillante Ma Mendoza dari Filipina, Eric Khoo dari Singapura dan aktris Sharifah Amani dari Malaysia.

©SOL PICTURES SDN BHD

Film-film terpilih itu adalah Big Father, Small Father and Other Stories dari Vietnam karya sutradara Phan Dang Di, Kristo dari Filipina karya sutradara HF Yambao, My Superheroes/Adiwiraku, peraih Film Terbaik Festival Filem Malaysia ke-29, 2017, karya sutradara Eric Ong, Pop Aye dari Singapura karya sutradara Kirsten Tan, dan film lawas Filipina tahun 1980 Will Your Heart Beat Faster? karya sutradara Mike de Leon.

Ada juga tiga film dokumenter; Yasmin-san dari Malaysia karya sutradara Edmund Yeo, In April the Following Year, There was a Fire dari Thailand karya sutradara Wichanon Somumjarn, serta omnibus berjudul Cambodian Young Cinema yang merupakan kolaborasi 5 sutradara muda Kamboja; Sok Chanrado, Norm Phanith, Polen Ly, Kavich Neang dan Chanvisal Sang.

Tokyo International Film Festival ke-30 akan berlangsung dari 25 Oktober hingga 3 November 2017 di Toho Cinemas Roppongi Hills berikut sejumlah lokasi lain di pusat keramaian Tokyo.

danieldokter

danieldokter

Daniel Irawan adalah pemilik situs ini.
danieldokter

Latest posts by danieldokter (see all)