Home » Dan at The Movies » MY LITTLE PONY THE MOVIE (2017)

MY LITTLE PONY THE MOVIE (2017)

MY LITTLE PONY THE MOVIE: THE RIGHT BEAT OF A MAGICAL FAMILY ADVENTURE
Sutradara: Jayson Thiessen
Produksi: Allspark Pictures, DHX Media, Lionsgate, 2017

Image: impawards.com

Mungkin agak berbeda dengan franchise animasi adaptasi mainan Hasbro lainnya, My Little Pony, walau termasuk salah satu brand yang sangat dikenal, bisa jadi lebih segmented untuk pemirsa belia dengan atmosfer yang sangat girly. Tak heran, potensinya pun bisa dengan mudah diprediksi sulit buat menggamit sasaran luar pangsanya. Namun begitu, franchise animasi yang sangat segmented, bukan selalu berarti tak bisa bekerja secara luas sebagai tontonan buat seluruh keluarga. Dengan balance penggarapan yang pas, untungnya, My Little Pony the Movie bisa keluar dari kotak kecilnya.

Digagas oleh orang-orang yang berada di balik serial animasinya, My Little Pony the Movie merupakan pengembangan dari serial TV My Little Pony: Friendship is Magic yang menjadi bagian dari relaunch franchise-nya di tahun 2010. Tetap datang dari Hasbro dengan bandrol Allspark Pictures-nya, DHX Media berikut kerja animasi tradisional yang diproduksi Toon Boom Harmony, studio animasi yang berbasis di Montreal, Quebec, tentu saja buat versi layar lebar yang punya production value lebih, mereka punya amunisi tambahan di deretan pengisi suaranya. Sejumlah nama tenar seperti Emily Blunt, Kristin Chenoweth, Zoe Saldana, Liev Schreiber, Michael Peña, Taye Diggs hingga penyanyi Sia yang ikut menyumbang theme song-nya.

Dibuka oleh bonus animasi pendek Hanazuki (juga dari Hasbro), My Little Pony the Movie mengisahkan para kuda poni dari Equestria yang tengah mempersiapkan Friendship Festival dengan Princess Twilight Sparkle (disuarakan Tara Strong) sebagai penanggungjawabnya. Seketika disatroni oleh monster Storm King (Liev Schreiber) dan algojonya, unicorn kejam dengan tanduk patah Tempest Shadow (Emily Blunt) bersama asisten Tempest, landak mini Grubber (Michael Peña), semua rencana itu porak-poranda. Menyadari negeri mereka berada dalam ancaman, Twilight pun nekat menempuh perjalanan bersama 5 rekannya, Pinkle Pie, Fluttershy (keduanya disuarakan Andrea Libman), Rainbow Dash, Applejack (Ashleigh Ball), Rarity (Tabitha St. Germain, versi nyanyiannya oleh Kazumi Evans) serta asisten Twilight, anak naga Spike (Cathy Weseluck) untuk mencari Kuda nil suci yang mengharuskan mereka menyeberangi tempat-tempat berbahaya.

Dimanfaatkan oleh kucing Feline licik, Capper (Taye Diggs) hingga bergabung bersama pasukan Sky Pirates pimpinan beo Celaeno berpangkat kapten (Zoe Saldana), mereka pun sampai ke Gunung Aris menemukan Kuda Nil suci yang mereka cari ternyata adalah hippogriffs. Usaha Twilight mencuri senjata pusaka ratu hippogriffs Queen Novo (Uzo Aduba) dan putrinya Princess Skystar (Kristin Chenoweth) berujung ke perpecahan, sementara Tempest terus membayang-bayangi perjalanan mereka.

Skrip yang digagas showrunner musim kedua Friendship is Magic, Meghan McCarthy bersama Rita Hsiao dan Michael Vogel, ternyata mampu dikemas sutradara Jayson Thiessen, produser sekaligus direktur supervisi serialnya, menjadi sebuah kisah petualangan seru di atas animasi tradisional namun tak kalah cantik besutan Toon Boom Harmony. Bak The Magnificent Seven wanita versi Little Pony, quest yang ditempuh 7 karakter utama (6 kuda poni plus anak naga Spike) dan karakter-karakter tambahannya bisa dipresentasikan dalam level berbeda dari serial aslinya yang memang terasa sangat childish.

Animasinya pun, meski tetap bernuansa serba tradisional, bisa memberi latar yang kuat ke tiap perpindahan set/lokasi yang cukup detil serta props animasi menarik dari seapony ke kapal para Sky Pirates-nya. Set bawah laut hippogriffs yang menghadirkan kesan magis tak pernah terlihat kalah dari polesan CGI di banyak film animasi lain, begitu pula adegan-adegan aksi di porsi pertarungan klimaksnya.

Bersama itu, jiwa My Little Pony the Movie juga terletak pada alunan musik dan lagu-lagu besutan Danny Ingram, komposer yang sudah menciptakan puluhan lagu pengiring serial animasi TV-nya. Kehadiran sejumlah lagu versi layar lebar yang baru dari Ingram plus We Got the Beat (ditulis Charlotte Caffey, dinyanyikan Rachel Platten) dan Rainbow yang ditulis dan dinyanyikan Sia Furler (ikut berperan sebagai pegasus diva Songbird Serenade) benar-benar dikemas jauh lebih catchy, meriah dan epik dalam nuansa soundtrack versi layar lebar My Little Pony.

Nuansa musikal yang berhasil dipadukan dengan petualangan seru yang dipenuhi adegan-adegan aksi, namun tak juga melupakan value-nya sebagai tontonan yang bisa dinikmati seluruh keluarga – terutama mengangkat tema persahabatan di antara nafas feminisme yang kuat, membuat presentasi keseluruhan My Little Pony the Movie terasa sangat menyegarkan di tengah gempuran animasi CGI hi-tech lainnya. Ini sekilas memang tetap terlihat sebagai animasi My Little Pony lainnya, hanya saja bedanya, perpaduannya bisa menghadirkan racikan yang pas buat konsumsi animasi layar lebar, selain juga mendobrak segmentasinya yang biasa. The right beat of a magical family adventure. (dan)

danieldokter

danieldokter

Daniel Irawan adalah pemilik situs ini.
danieldokter

Latest posts by danieldokter (see all)