Home » Events » PRODUSER JIRO SHINDO DAN AKTOR TADANOBU ASANO MERAIH PENGHARGAAN TERTINGGI DI KYOTO INTERNATIONAL FILM & ART FESTIVAL 2017

PRODUSER JIRO SHINDO DAN AKTOR TADANOBU ASANO MERAIH PENGHARGAAN TERTINGGI DI KYOTO INTERNATIONAL FILM & ART FESTIVAL 2017

@kiff-jp

Kyoto International Film and Art Festival (KIFF) 2017 yang diselenggarakan oleh Yoshimoto Kogyo resmi dibuka pada tanggal 12 Oktober. Upacara pembukaan yang dihelat bersama gelaran karpet merah pembuka festivalnya bertempat di situs historikal terkenal Kyoto, kuil Nishi Hongwanji (juga sering disebut Nishi Hongan-ji). Kuil bersejarah ini sekaligus menjadi jejak perkembangan agama Buddha dari aliran Jodo-Shin yang memiliki pemeluk terbanyak di Jepang.

Bersama seremoni yang dibuka dengan tarian tradisional Geisha, salah satu jejak budaya Jepang terbesar di Kyoto, KIFF juga mengumumkan peraih dua penghargaan tertinggi festivalnya, Shozo Makino Award dan Toshiro Mifune Award, masing-masing untuk sineas dan aktor yang masih terus berkarya mengukir sejarah dalam perkembangan sinema Jepang.

Berbeda dengan KIFF yang baru mencapai usia ke-3 penyelenggaraannya, anugerah Shozo Makino Award sebenarnya sudah dimulai sejak tahun 1958. Tahun ini menandai usia ke-50 pemberian penghargaan yang ditujukan untuk meneruskan kiprah serta warisan talenta Shozo Makino yang sering disebut-sebut sebagai Bapak Sinema Jepang.

Penerima Shozo Makino Award di KIFF 2017 adalah produser Jiro Shindo yang dikenal dari sejumlah sinema arthouse Jepang seperti A Last Note (1995) hingga Postcard (2010). Tampil menerima penghargaan yang diserahkan oleh Masahiko Tsugawa, aktor veteran sekaligus cucu Shozo Makino, Shindo mengatakan bahwa ia sangat mengagumi karir Tsugawa atas peran-peran yang sangat variatif (Tsugawa juga pernah tampil dalam Godzilla 2001, Gamera 3Death Note hingga serial TV Ultraman Ginga) dan penghargaan ini sangat berarti karena ayah Shindo, sutradara legendaris Kaneto Shindo, juga pernah dianugerahkan penghargaan yang sama.

Beralih ke KIFF dari sejarah panjang penganugerahannya, Shozo Makino Award di perayaan emasnya kini didesain oleh artis lokal Takahiro Kondo dengan teknik silver mist-glaze, signature unik Kondo sebagai desainer/pengrajin keramik terkenal Jepang. Sebelum menuruni panggung, Shindo menambahkan, “Tanpa Kyoto sebagai kota kelahiran sinema Jepang, kami tidak akan hidup dan dikenal sebagai filmmaker”.

Satu lagi penghargaan tertinggi KIFF, Toshiro Mifune Award, untuk tahun ini dianugerahkan bagi aktor terkenal Jepang, Tadanobu Asano. Piala yang diberikan bersama hadiah 1 juta JPY hasil seleksi komite yang terdiri dari nama-nama yang cukup dikenal di sinema Jepang; Teruyo Nogami, Tadao Sato, Daisaku Kimura, Kazuyoshi Okuyama dan Rikiya Mifune sebagai penerus aktor yang dijadikan inspirasi penghargaan itu, diserahkan oleh Tadao Sato, kritikus dan budayawan ternama Jepang.

Menjelaskan kemenangan Asano tahun ini, Sato mengatakan bahwa Toshiro Mifune Award diberikan atas jasa besar seorang aktor dalam rentang panjang karirnya, bukan dari satu atau dua film saja. Ia menambahkan bahwa kiprah Asano di film terakhirnya, Dear Etranger, yang bercerita tentang kehidupan modern Jepang mampu dipresentasikan Asano sebagai perwakilan seni akting kontemporer – modern sinema mereka.

Memberikan komentarnya setelah menerima Toshiro Mifune Award tahun ini, Asano mengatakan bahwa ia sangat gembira dan akan terus mengeksplorasi karakter-karakter berbeda dalam persyaratan utamanya mengambil peran dalam sebuah film. Ia juga menambahkan bahwa meski tak pernah bertemu muka dengan Mifune, ia hampir selalu mendapatkan jawaban untuk mengeksplorasi karakter lewat akting Mifune di film-film legendarisnya.

Memutarkan film-film pilihan dan juga pameran seni kontemporer, Kyoto International Film and Art Festival akan berlangsung hingga Minggu, 15 Oktober di sejumlah lokasi di Kyoto.