Home » Events » DARI GEISHA, SDGs DAN FILM SAMURAI KLASIK TENCHU! DI SEREMONI PEMBUKA KIFF 2017

DARI GEISHA, SDGs DAN FILM SAMURAI KLASIK TENCHU! DI SEREMONI PEMBUKA KIFF 2017

©2017 kiff.kyoto.jp

Menjadi festival film internasional yang juga mengedepankan kultur seni kontemporer Jepang bersama keberadaan Kyoto sebagai rumah pertama industri film mereka, Kyoto International Film and Art Festival (KIFF) 2017 resmi dibuka di Minami Noh Butai, kuil utama situs agama Buddha bersejarah, Hongan-ji.

Dibawakan oleh 3 presenter KBS Kyoto, Yuichi Kimura, Takashi Fujii dan Satomi Hirano, seremoni pembuka KIFF 2017 dimulai dengan pertunjukan tari tradisional yang dibawakan sekelompok Geisha dengan dua lagu, All the Flowers dan The Seven Happy Gods, yang dikomposisi secara tradisional dengan flute, taiko dan shamisen.

Sadao Nakajima, honorary chairman KIFF dari komite eksekutif kemudian memberikan sambutannya. Menyebut bahwa perhelatan KIFF ke-3 tahun ini yang sekaligus menandakan ulang tahun ke-120 penayangan film pertama di Kyoto, Nakajima membagi visi dan misi mereka mengapa KIFF dirancang tak hanya sebagai festival film, namun juga berfokus pada pameran seni kontemporer yang menjadi ciri khas Kyoto dalam sejarah Jepang.

Chairman KIFF Ichiya Nakamura yang memberikan sambutan setelah itu juga menambahkan bahwa keunikan Kyoto membuat penempatan tiap titik elemen pagelarannya tetap mereka gagas dengan tujuan untuk mempertahankan landmark tradisional kota atau prefekturnya, di sejumlah situs bersejarah dari kuil hingga taman-taman kota. Di situ, menurutnya, tema KIFF tahun ini, ‘4 Days and 3 Nights in Kyoto’ memiliki makna spesial terhadap sejarah dan keunikan kultur Kyoto.

Walikota Kyoto, Daisaku Kadokawa kemudian membuka KIFF secara resmi dengan sambutan yang berisikan sebuah pengingat sejarah, bahwa 13 Oktober adalah memorial day dalam sejarah Jepang, memperingati berakhirnya era Samurai ke bentuk pemerintaha kekaisaran lewat Restorasi Meiji. Apalagi, sebelum tahun 2021, sesuai dengan keputusan pemerintah Jepang, pusat kementrian budaya Jepang akan berpindah dari Tokyo ke Kyoto. Ia berharap bahwa KIFF bisa menjadi bagian penting dari pengembangan budaya tradisional bersama program lainnya.

©2017 kiff.kyoto.jp

Melanjutkan kerjasama Yoshimoto Kogyo untuk mendukung program PBB/UN, SDGs (Sustainable Development Goals) yang diinisiasi tahun lalu, pimpinan sentra informasi PBB untuk Jepang, Kaoru Nemoto juga diundang tampil ke panggung untuk memberikan sambutannya. Ia merasa KIFF sangat akomodatif dalam membantu kampanye program PBB yang dicanangkan dalam waktu 15 tahun ke depan ini.

Seperti Okinawa International Movie Festival (OIMF) yang juga digagas oleh Yoshimoto, Nemoto merasa bahwa tema Laugh and Peace dalam festival itu sangat senada dengan KIFF yang juga membawa konsep art secara luas ke dalamnya. Terlebih lagi, ada kekuatan tawa serta komedi yang menurutnya sangat komunikatif untuk memperluas kesadaran terhadap program PBB ini. Bersama Nemoto, juga hadir Jeffrey A. Brez yang menjabat sebagai Chief of NGO Relations and Advocacy Section of the United Nations Department of Public Information, New York. Kehadiran Brez ke KIFF sekaligus mengenalkan kerjasama PBB dengan sejumlah aktivis programnya dari kalangan selebritis-filmmaker, salah satunya Leonardo Di Caprio, dan berharap KIFF jadi salah satu platform yang akan semakin menyebarkan kesadaran tersebut terutama di Asia.

©2017 kiff.kyoto.jp

Film pembuka KIFF tahun ini adalah sebuah film samurai klasik tahun 1969 karya sutradara Hideo Gosha, Tenchu! (Hitokiri, alt.title). Menjadi bagian dari program retrospektif karya-karya Gosha, pemutaran Tenchu! Pada Kamis malam, 12 Oktober, dipresentasikan oleh Kazuyoshi Okuyama, produser veteran Jepang, aktris era ‘50an Tamao Nakamura yang pernah menikah dengan aktor legendaris Shintaro Katsu (juga pemeran utama Tenchu!) beserta Tomoe Gosha, putri sang sutradara.

Membawa pemirsanya mengingat balik proses pembuatan Tenchu! sebagai film legendaris yang membawa aktor-aktor ternama berkolaborasi di dalamnya, antara lain Shintaro Katsu, Tatsuya Nakadai, Yujiro Ishihara dan novelis terkenal Yukio Mishima, Okuyama selaku produsernya mengatakan bahwa keputusan Gosha untuk menggunakan Mishima yang bukan aktor untuk bergabung ke dalamnya merupakan pilihan tepat walaupun dulunya tidak langsung disetujui oleh Mishima. Tenchu! merupakan salah satu karya terbaik sinema Jepang dalam genre yang mereka sebut sebagai Chambara, merujuk ke arti katanya sebagai pertarungan pedang, dan biasanya berupa period drama era Samurai.

Kyoto International Film and Art Festival 2017 masih terus berlangsung hingga Minggu, 15 Oktober di sejumlah situs-situs bersejarah di Kyoto.

danieldokter

danieldokter

Daniel Irawan adalah pemilik situs ini.
danieldokter

Latest posts by danieldokter (see all)