Home » Dan at The Movies » HAPPY DEATH DAY (2017)

HAPPY DEATH DAY (2017)

HAPPY DEATH DAY: A FUN TIME LOOP TO THE ‘90S TEEN-SLASHER
Sutradara: Christopher B. Landon
Produksi: Blumhouse Productions, Universal Pictures, 2017

Image: impawards.com

Selain nama James Wan di genre horor saat ini, produser Jason Blum dengan Blumhouse Productions agaknya menjadi patokan standar atas visi hebat memproduksi film-film penuh inovasi di genre-nya. Rata-rata juga merupakan low budget tapi mencetak rekor box office sekaligus mendapat resepsi positif dari kritikus, ide-ide dasarnya sebenarnya tak sepenuhnya baru, namun berhasil menggali elemen-elemen konvensional genre-nya dengan kreatif.

Menyatukan tema time loop dengan Groundhog Day (1993) sebagai pionirnya ke genre teen-slasher ’90-an yang jadi sangat populer dan menjamur sebagai trend semasanya lewat Scream (1997), Happy Death Day yang disutradarai Christopher B. Landon – putra aktor alm. Michael Landon (serial Little House on the Prairie dan Highway to Heaven) yang menulis sebagian besar instalmen Paranormal Activity sejak film ke-2 sekaligus menyutradarai spinoff franchise-nya, The Marked Ones, juga jadi satu lagi penanda kreativitas Blumhouse.

Anggota sorority elit Tree Gelbman (Jessica Rothe) yang terbangun di tanggal 18 Oktober di kamar teman sekelasnya Carter Davis (Israel Broussard) dalam keadaan hangover sama sekali tak menyadari kalau ia bakal terbunuh dalam perjalanan ke sebuah pesta oleh sosok misterius bertopeng di malam harinya. Namun bukannya tewas, ia kembali terbangun di tanggal yang sama dengan pengulangan kejadian serupa. Menyadari kejadian aneh yang terus berulang namun dengan pola berbeda ini, Tree mulai menelusuri kehidupan dan hubungan ke orang-orang sekitarnya untuk berusaha keluar dari pusaran waktu sekaligus menyelamatkan nyawanya.

Saat masing-masing elemennya sudah kita lihat di banyak film setelah baik Groundhog Day dalam time loop dan Scream yang kembali memantik trend teen slasher di era ‘90an, perpaduan keduanya lewat skrip yang ditulis oleh Scott Lobdell, penulis komik Marvel (Iron Man, Fantastic Four dan X-Men, di antaranya) ternyata bisa menjadi racikan yang fresh. Seperti biasanya produksi Blumhouse pula, Happy Death Day-pun berkutat di pola yang sama dalam total bujet tanpa aktor kelewat dikenal.

Walaupun skrip Lobdell masih terasa memiliki banyak plothole dengan perjalanan time loop yang kadang cukup lemah, juga sepenggal tired twist di pengujungnya, untungnya ia bersama Landon bisa memanfaatkan elemen-elemennya di atas sejumlah permainan trivia yang asyik. Salah satunya ada pada desain topeng yang datang dari Tony Gardner, orang yang juga mempopulerkan topeng Ghostface dalam Scream. Untuk melengkapi trivia ke banyak film horor sejenis, genre-nya di ranah remaja juga memunculkan banyak referensi dari film-film remaja serta fantasi ’80 ke ‘90an.

Sementara pemilihan cast-nya, sebagai kunci kekuatan di genre-genre seperti ini, juga muncul dengan cermat. Jessica Rothe yang tak disadari banyak orang ikut mendukung La La Land punya aura cukup memikat di balik perpaduan kemiripannya di antara Blake Lively dan Britney Spears, selagi Israel Broussard dari The Bling Ring, Earth to Echo, di antaranya, juga sama-sama punya lead persona yang kuat. Cast lainnya kebanyakan diisi oleh nama-nama baru yang mungkin bahkan belum pernah didengar, tapi untungnya bisa cukup baik mengisi karakter mereka masing-masing.

Tak banyak juga sisi teknis lain yang layak dicatat kecuali scoring Bear McCreary (Battlestar Galactica versi miniseri Sci Fi Channel dan The Walking Dead) dengan komposisi yang sangat terasa mengarah ke genre teen slasher ‘90an itu. Selebihnya, tak ada yang terlalu spesial dari Happy Death Day kecuali untuk menikmati pola-pola menaiki wahana yang sekarang jadi pendekatan populer di genre-nya, dan bagi penikmat genre itu, ia memang bekerja seperti mesin waktu yang membawa kita – terutama fans-nya kembali ke teen slasher ‘90an. Paling tidak, walau tetap berada di batasan-batasan sama, skala produksinya sama sekali tak jatuh ke horor-horor kelas B, melainkan ada di deretan produk unggulan Blumhouse dengan potensi jelas untuk dikembangkan menjadi franchise. A fun time loop to the ‘90s teen slasher. (dan)

danieldokter

danieldokter

Daniel Irawan adalah pemilik situs ini.
danieldokter

Latest posts by danieldokter (see all)