Home » Dan at The Movies » ONLY THE BRAVE (2017)

ONLY THE BRAVE (2017)

ONLY THE BRAVE: A POWERFULLY HEARTBREAKING TRIBUTE TO AMERICA’S UNSUNG HEROES
Sutradara: Joseph Kosinski
Produksi: Black Label Media, Di Bonaventura Pictures, Conde Nast Ent, Columbia Pictures, 2017

Image: impawards.com

Ada banyak film-film Hollywood berbentuk tribute bagi kepahlawanan modern Amerika. Unsung heroes, ordinary heroes, fallen heroes atau apapun sebutannya, pakemnya rata-rata mengangkat kisah nyata, juga seputar jasa-jasa dari real life characters di kejadian aslinya, yang belum tentu diketahui secara meluas ke luar negara mereka. Tapi dalam kotak yang lebih sempit lagi, subgenre seperti ini biasanya juga mengarah ke satu profesi yang tak setiap hari diangkat ke layar lebar.

Baru tahun lalu kita menyaksikan Deep Water Horizon dari Peter Berg yang mengetengahkan para pekerja oil rig daerah lepas pantai, Only the Brave yang datang dari sutradara Joseph Kosinski (Tron: Legacy, Oblivion) kini mengangkat regu pemadam kebakaran Granite Mountain Hotshots yang berjuang menaklukkan kebakaran hutan di Bukit Yarnell, Arizona di tahun 2013. Dalam catatan sejarahnya, peristiwa yang merenggut nyawa 19 petugas ini juga dikenal sebagai kebakaran lahan terbesar di wilayah Arizona. Tentu, dalam kepentingan sebuah biopik sebagai penghormatan, ada sematan dramatisasi terhadap karakter-karakter aslinya, yang dituangkan lewat ansambel hebat berisi deretan A-class Hollywood actors, di antaranya ada Josh Brolin, Miles Teller, Jennifer Connelly, Andie MacDowell hingga Jeff Bridges.

Penceritaan tragedi ini ditarik balik lewat skrip yang ditulis oleh Ken Nolan (Black Hawk Down, Transformers: The Last Knight) dan Eric Warren Singer (American Hustle) ke kiprah awal regunya sebagai trainee sebelum diresmikan sebagai regu elit di bawah nama Granite Mountain Hotshots lewat bantuan birokrat senior Duane Steinbrink (Jeff Bridges). Pimpinan mereka, Eric Marsh (Josh Brolin) merupakan sosok yang sangat tegas dan bertanggung jawab bersama wakilnya, Jesse Steed (James Badge Dale), namun sempat diragukan oleh anak buahnya terutama Chris MacKenzie (Taylor Kitsch) saat ia memutuskan menerima Brendan ‘Donut’ McDonough (Miles Teller), mantan pecandu yang hendak mengubah hidup demi bayi perempuannya yang baru lahir. Only the Brave juga ikut menyorot hubungan-hubungan personal karakter-karakter utama ini terhadap keluarga mereka. Ada Amanda Marsh, istri Eric yang diperankan oleh Jennifer Connelly serta Marvel, istri Steinbrink yang diperankan Andie MacDowell.

Only The Brave memang lebih memilih fokus sebagai drama di atas hubungan-hubungan personal ini untuk menggelar penghormatannya di balik bujet cukup minimal sekira 38 juta USD, namun bukan berarti tak tampil meyakinkan dalam aksi memadamkan api kebakaran hutan yang dipoles dengan CGI cukup mumpuni. Dalam subgenre firefighters movie, ia juga menghadirkan sisi lain berupa pengetahuan lebih bagi pemirsanya terhadap teknik dan trik menghadapi kebakaran hutan yang sedikit berbeda dengan film-film soal pemadam kebakaran yang biasa kita lihat. Ini tentu saja menjadi daya tarik lebih yang mungkin lebih mengundang audiens ketimbang sisi dramatiknya.

Memerankan para pemadam kebakaran Granite Mountain Hotshots ini dengan fokus lebih ke sejumlah karakternya, Josh Brolin tampil bagus, badass seperti biasanya namun dengan chemistry yang sangat bernyawa terhadap Jennifer Connelly. Sisi maskulinitas pria-pria selatan yang tangguh juga dimunculkan cukup baik lewat karakter yang diperankan Badge Dale dan Kitsch, sementara Jeff Bridges memberi warna tersendiri lewat penampilannya menyanyikan lagu country; satu sisi yang kerap muncul di beberapa filmnya termasuk Crazy Heart.

Namun kredit terbesarnya ada pada Miles Teller sebagai Brendan yang penuh masalah, namun memang ditempatkan Kosinski sebagai pemantik emosi lewat gestur akting yang pas. Ada scene repetitif yang disemat dengan sangat efektif buat menunjukkan bahwa Teller memang bisa tampil sangat gemilang di porsi peran yang tepat. Narasi ini tampil cukup rapi mengiringi durasi panjangnya buat jadi memuncak kala jalan ke tragedi aslinya mulai digelar tanpa harus harus tampil kelewat bombastis.

Juga muncul efektif untuk mengaduk-aduk emosi di pertiga akhirnya, adegan-adegan serunya muncul dengan sinematografi bagus dari DoP pemenang Oscar lewat Life of Pi, Claudio Miranda, juga scoring dari Joseph Trapanese dalam penekanan nafas heroisme Only the Brave sebagai sebuah biopik. Ini mungkin tak seseru Deep Water Horizon ataupun The Perfect Storm dalam detil-detil genre sejenis, tapi kekuatan dramanya justru bisa memunculkan impact yang sama kala kredit akhir berupa tribute ke tokoh-tokoh aslinya digelar di layar. Another tribute to America’s unsung heroes, inilah memang kekuatan terbesar Only the Brave buat menyampaikan penghormatannya. Ansambel bintang yang membuat sisi dramatisnya muncul cukup mengoyak hati. Heroic, yet also powerfully heartbreaking. (dan)

danieldokter

danieldokter

Daniel Irawan adalah pemilik situs ini.
danieldokter

Latest posts by danieldokter (see all)