Home » Dan at The Movies » JIGSAW (2017)

JIGSAW (2017)

JIGSAW: QUITE A FRESH, IF NOT A MAJOR REVAMP
Sutradara: The Spierig Brothers
Produksi: Twisted Pictures, Lionsgate, 2017

Image: impawards.com

Dengan 7 instalmen yang konsisten hadir sejak 2004 hingga 2010, franchise slasher-horror kreasi James Wan dan Leigh Whanell ini agaknya memang sudah perlu beristirahat. Walau inovasinya di awal-awal tergolong sangat menarik, perjalanan itu tak bisa dipungkiri sudah membuat pemirsanya lelah dengan formula-formula serupa bahkan belakangan cenderung menjadi tontonan torture porn.

Bukan lagi mengemasnya dengan twist yang mengarah ke modus operandi, tapi sudah ke arah inovasi tipe-tipe penyiksaan belaka. Walau mungkin terbagi secara relatif terhadap keinginan fans-nya terhadap apa yang mereka cari dari franchise itu, kenyataannya, film-film terakhirnya tak bisa berbuat banyak walaupun instalmen finale di 2010 dikemas dengan gimmick 3D.

Namun mereka ternyata belum mau mengubur Saw begitu saja. Masih dengan Wan dan Whanell di kursi produser eksekutif, tetap diproduksi oleh Gregg Hoffman, Oren Koules dan Mark Burg, Saw kini kembali setelah 7 tahun tidur panjangnya. Josh Stolberg dan Peter Goldfinger, penulis Piranha 3D dan Sorority Row kini didapuk menjadi penulis baru untuk menyambung nyawa franchise-nya. Tapi yang lebih menarik adalah nama sineas kembar identik yang tergabung di duo The Spierig Brothers, Michael dan Peter Spierig, yang cukup profilic di ranah genre movies independen lewat film-film seperti Undead, Daybreakers dan Predestination.

Jigsaw, judul yang mereka pilih untuk meneruskan franchise ini pun diawali dengan hint ke permainan sama. Seorang kriminal Edgar Munsen (Josiah Black) yang memegang remote aktivator misterius dilumpuhkan oleh sekeompok polisi pimpinan Detektif Halloran (Callum Keith Rennie) sementara 4 pendosa korban penyekapan; Ryan (Paul Braunstein), Anna (Laura Vandervoort), Mitch (Mandela Van Peebles; anak aktor Mario Van Peebles), dan Carly (Brittany Allen) tengah berjuang menyelamatkan diri mereka dari jebakan serupa seperti modus penebusan dosa yang biasa dilakukan psikopat John Kramer alias Jigsaw (Tobin Bell). Di ruang forensik, Halloran dan partnernya, Hunt (Cié Bennett) tengah menyelidiki penemuan mayat hasil pembunuhan sadis bersama dokter ahli forensik Logan (Matt Passmore) dan asistennya Eleanor (Hannah Emily Anderson). Penyelidikan yang kembali mengarah ke Kramer ini akhirnya mempertemukan semuanya dalam satu titik di tengah kecurigaan yang memuncak di antara Halloran terhadap Logan – Eleanor dan sebaliknya, sementara exhumasi buat membuktikan jasad Kramer justru memberikan sebuah kejutan.

Sebagai sebuah revamp, resurrection atau apapun sebutan untuk sebuah franchise yang dihidupkan kembali dari tidur cukup panjangnya, Jigsaw ternyata masih bermain-main di ranah yang tak jauh berbeda dengan pendahulunya. Serangkaian adegan sadis yang dirancang di atas modus-modus serupa walaupun bisa ditampilkan dengan menarik, tapi selain kalah sadis, tak lagi memberikan efek mengejutkan. Ada tensi yang terjaga dalam prosesnya, tapi semua memang sudah jadi sangat tertebak.

Untunglah, skrip yang digarap Stolberg dan Goldfinger mampu menghadirkan sinergi ke gaya khas storytelling The Spierig Brothers yang memang gemar bermain-main dengan twist berlapis seperti apa yang mereka lakukan dalam Predestination. Mengajak penonton merangkai puzzle – satu dari dua arti harafiah judulnya, Jigsaw, lewat karakter dan konflik yang mereka gelar, sisi ini masih cukup terjaga rapi menuju twist yang terasa cukup fresh di franchise-nya. Pemirsa yang sudah bosan dengan instalmen-instalmen sebelumnya bisa saja merasakan hal yang sama di paruh durasinya, namun balutan twist di menit-menit terakhirnya harus diakui cukup cermat buat membuka jalan ke perkembangannya setelah ini.

Di deretan cast-nya, sementara Tobin Bell kembali ke peran Jigsaw sebagai satu-satunya peran yang identik dengan namanya, tak ada yang terlalu spesial termasuk porsi lead yang tak begitu kuat dibawakan sosok aktor Matt Passmore maupun Callum Keith Rennie yang sudah lebih sering muncul di film-film lain. Supporting-nya seperti Paul Braunstein dan Mandela Van Peebles justru lebih menarik, dan bagi yang tahu, cukup menarik melihat Laura Vandervoort, aktris Kanada pemeran Kara/Supergirl dalam serial Smallville sekaligus Indigo/Brainiac 8 di serial baru Supergirl berikut Hannah Emily Anderson, aktris baru yang memerankan Eleanor.

Dengan kiprah storytelling Spierig bersaudara di atas twist yang lumayan beda dalam pakem franchise-nya, mengutamakan inovasi penceritaan ketimbang torture porn meski tetap ada di ranah yang sama, paling tidak Jigsaw masih bisa memberikan sedikit peningkatan yang lebih baik dari sejumlah instalmen terakhirnya. Quite a fresh, if not a major revamp. Menarik rasanya melihat ke mana mereka membawa instalmen berikutnya setelah ini. (dan)

danieldokter

danieldokter

Daniel Irawan adalah pemilik situs ini.
danieldokter

Latest posts by danieldokter (see all)