Home » Dan at The Movies » NAURA & GENK JUARA (2017)

NAURA & GENK JUARA (2017)

NAURA & GENK JUARA: A CHARMING KIDS MUSICAL WITH STRONG LEADS AND SONGS COMPOSITION
Sutradara: Eugene Panji
Produksi: KG Production, KPG, Creative and Co., 2017

Sinema kita boleh jadi cukup banyak punya film anak. Namun di ranah musikal, mungkin sekarang lebih terbatas, meninggalkan satu yang benar-benar punya status monumental; Petualangan Sherina. Buat banyak pelakunya juga, selain terlihat gampang namun sebenarnya beresiko tinggi buat dijual, eksekusi genre ini sungguh bukan hal mudah. Bukan saja dalam meng-handle pemeran anak, tapi juga dalam pengarahan musikal berikut komposisi lagu yang kuat, tentu tak semua sineas punya keahliannya.

Naura & Genk Juara agaknya sudah punya kekuatan mendasar dari titular character-nya. Punya fanbase dan popularitas cukup gede, putri pasangan Nola AB3/Be3 dan Baldy Mulya Putra yang merambah jejak sang ibu ini memang punya talenta besar sebagai bintang cilik. Ini juga yang mungkin membuat KG Production, yang cukup lama absen memproduksi film layar lebar, mau kembali dengan karya Eugene Panji yang sebelumnya sudah membesut film anak yang disambut baik lewat resepsi kritikus, Cita-Citaku Setinggi Tanah (2012) berikut sejumlah bundling promosi dari novel adaptasi ke original soundtrack.

Naura (Adyla Rafa Naura Ayu), Okky (Joshua Rundengan) dan Bimo (Vickram Priyono) terpilih mewakili sekolahnya dalam sebuah kompetisi sains yang digelar di Kemah Kreatif kawasan hutan tropis Situ Gunung, Sukabumi. Di tengah persaingan ketiganya, mereka bertemu dengan Kipli (Andryan Bima), ranger cilik yang tengah berusaha menghentikan sindikat perdagangan hewan liar, Trio Licik ; Jawil (Alfian), Jali (Dedy Ilyas) dan Jalu (Panjul Williams). Sekarang, bukan saja soal siapa yang bisa keluar sebagai pemenang dengan proyek masing-masing; Naura dengan gelang GPS, Okky dengan roket air dan Bimo dengan drone-nya, tapi keadaan yang menempatkan keempatnya dalam bahaya dengan Okky sebagai tawanan membuat mereka harus berusaha menggunakan kecerdasannya buat menyelamatkan diri sambil menyelidiki siapa yang berada di balik kejahatan Trio Licik.

Selagi plot dalam genre sejenis memang tak bisa sepenuhnya menghindar dari pakem-pakem tipikalnya, untungnya, skrip yang ditulis oleh Asaf Antariksa dan Bagus Bramanti plus Dendie Archenius Hutauruk dan Joko Sutrisno untungnya bisa menyemat satu hal kekinian yang masih jarang bahkan mungkin belum pernah ditampilkan di film-film anak kita. Subplot soal proyek sains itu, yang relevan dengan kegiatan anak sekolah zaman sekarang, paling tidak, bisa menggeser keseluruhan plot Naura & Genk Juara sebagai inovasi yang terasa berbeda. Selebihnnya memang ada di petualangan kucing-kucingan dan usaha sekelompok anak melawan kriminal komikal yang memang secara relatif tetap bisa menyegarkan lewat penggarapan yang benar.

Sementara cukup banyak supporting cast menarik, dari Nola dan Baldy sendiri, lantas Shelomita, Kiki Juliar dan Totos Rasti, fokus yang dipilih Eugene Panji ke empat lead ciliknya memang cermat. Baik Naura, Joshua, Vickram dan Andryan yang sebelumnya sudah kita lihat dalam Bangkit!, bermain dengan luwes memerankan karakter mereka. Punya charming factor secara fisik, juga presence yang kuat sebagai bintang anak, keempatnya tak pernah terlihat canggung dalam berakting, juga piawai membawakan koreografi dan sempalan-sempalan adegan musikalnya. Ini sebenarnya lebih merupakan kekuatan yang lebih penting dalam persyaratan film anak-anak yang berhasil, yang seringkali gagal ditampilkan di film-film lain dalam genre-nya.

Setelah itu, tentu soal musik dan komposisi lagu. Dalam hal ini, kiprah Andi Rianto memang berhasil membawa Naura & Genk Juara sebagai kontender terkuat terhadap pencapaian Petualangan Sherina di sisi yang sama. 9 komposisi lagu yang dihadirkan Andi sebagai music director bersama Mhala dan Tantra Numata di sepanjang durasinya selain terasa catchy, juga punya atmosfer yang pas buat pangsa umur pemirsanya tanpa mesti terdengar sok dewasa. Penggarapan teknis selebihnya pun cukup baik seperti tata artistik dari Eros Eflin dan penyuntingan dari Wawan I. Wibowo, yang jelas diperlukan untuk mood dan kontinuitas adegan-adegan musikalnya.

Dengan dua persayaratan utama sebuah musikal yang sudah terpenuhi dengan baik; performa bintang anak serta komposisi musikal yang kuat, Naura & Genk Juara sudah cukup layak disebut sebagai film musikal anak terbaik dalam beberapa tahun terakhir. Ia mungkin tetap belum bisa disandingkan setara dengan Petualangan Sherina, but comes as the closest one, yang dibutuhkan selanjutnya adalah strategi yang tepat untuk meraih momentum dalam pemasarannya. Paling tidak, Eugene sudah menunjukkan konsistensinya sebagai pembuat film anak yang jempolan. A charming kids musical with strong leads and songs composition. (dan)

danieldokter

danieldokter

Daniel Irawan adalah pemilik situs ini.
danieldokter

Latest posts by danieldokter (see all)