Home » Dan at The Movies » PADDINGTON 2 (2017)

PADDINGTON 2 (2017)

PADDINGTON 2: A HEARTWARMING AND DELIGHTFUL FOLLOW-UP TO THE ORIGINAL UNANIMOUS CHARM
Sutradara: Paul King
Produksi: HeyDay Films, StudioCanal, 2017

Image: impawards.com

Diangkat dari karakter literatur anak Inggris terkenal kreasi Michael Bond, Paddington (2014) memang memiliki semua persyaratan untuk menjadi franchise adaptasi layar lebar yang menjanjikan. Apalagi, ia memang digagas sebagai tontonan liburan bagi seluruh keluarga. Bermain di tengah formula-formula tipikal family – holiday movie, titik paling krusialnya tentu ada pada daya tarik karakternya, dan Paddington, walau bisa jadi tak seterkenal karakter-karakter anak yang lain, tapi tetap tergolong cukup mendunia.

Perlu waktu lumayan panjang untuk berlanjut, sekuelnya kini tetap diarahkan oleh Paul King yang dalam karirnya sudah dua kali memperoleh nominee BAFTA sejak karya pertamanya, The Mighty Boosh di tahun 2004, serta Paddington sendiri. Kekuatannya tetap ada pada ensemble castAll England, yang memang selalu punya ciri khas tersendiri. Ben Whishaw tetap mengisi suara Paddington bersama sederetan aktor yang tetap kembali ke ansambel pendampingnya. Dan kali ini, porsi daya jual tambahnya beralih dari Nicole Kidman ke Hugh Grant serta Brendan Gleeson.

Menetap sebagai anggota keluarga Brown; Henry (Hugh Bonneville), Mary (Sally Hawkins), Mrs. Bird (Julie Walters) dan dua anak Henry & Mary; Judy (Madeleine Harris) – Jonathan (Samuel Joslin), di lingkungan mereka di Windsor Gardens, Paddington (Ben Whishaw) kini sibuk mencari pekerjaan yang cocok baginya. Niatnya mengumpulkan uang buat membeli buku pop-up tentang London dari toko antik Mr. Gruber (Jim Broadbent) buat ulang tahun ke-100 bibinya, Aunt Lucy (disuarakan Imelda Staunton) yang sudah berjasa membesarkannya, sayangnya dikacaukan oleh Phoenix Buchanan (Hugh Grant), mantan aktor yang mengincar buku itu atas sebuah peta harta karun rahasia di dalamnya. Ulah Phoenix bahkan memfitnah Paddington hingga terpaksa dipenjarakan. Selagi keluarga Brown dan para tetangganya yang tetap tak percaya dengan tuduhan ini berusaha menyelidiki siapa pelaku sebenarnya, di penjara, Paddington yang berhasil mencuri hati Chef Knuckles (Brendan Gleeson), koki paling ditakuti dengan sandwich marmalade/selai jeruk-nya, tetap berusaha memperbaiki namanya. Tentu saja, Phoenix juga mencoba dengan segala cara menggagalkan usaha Paddington.

Skrip yang kini ditulis oleh King bersama Simon Farnaby, penulis sekaligus komedian yang juga ikut bermain di kedua instalmennya sebenarnya masih bermain di ranah serupa dengan instalmen pertamanya. Resep tokoh fabel yang berinteraksi di dunia nyata dengan konflik kriminal itu justru mereka bawa ke ranah lebih gelap dengan set penjara dan caper theme buat menggelar subplot-nya. Tapi tak usah takut, Paddington tetap digagas dengan atmosfer hiburan buat tontonan seluruh keluarga, dengan heart factor besar yang tetap menjadi inti sentralnya.

Selain Whishaw dan ansambel tetap keluarga Brown plus karakter pemilik toko antik yang diperankan Jim Broadbent dan tetangga sirik Mr. Curry oleh Peter Capaldi, juga penampilan spesial Tom Conti, daya tarik terbesar Paddington 2 memang tak bisa dipungkiri ada pada sosok Hugh Grant dan Brendan Gleeson. Secara komikal, Grant memerankan Phoenix dengan arogansi Inggris yang kental di balik banyak sindiran terhadap kehidupan aktor yang mulai memudar dan berambisi untuk kembali, sementara Gleeson didapuk untuk menjadi Chef Knuckles yang terlihat menyeramkan namun sebenarnya punya hati.

Tapi di atas semuanya, kekuatan Paddington 2 tetap ada pada konsistensi King memainkan formula bakunya sambil menambah excitement factor yang lain yang diperlukan buat mengangkatnya sebagai sekuel. Tak sampai membawanya ke ranah baru, memang, tapi atmosfer menyenangkan yang tetap dipertahankan dengan baik bersama sematan-sematan aksi, petualangan, komedi dan juga drama keluarga yang menyentuh, benar-benar berhasil membuat sekuel ini tampil dengan memikat serta yang terpenting, punya hati. A heartwarming and delightful follow-up to the original unanimous charm. (dan)

danieldokter

danieldokter

Daniel Irawan adalah pemilik situs ini.
danieldokter

Latest posts by danieldokter (see all)