Home » Dan at The Movies » MARROWBONE (2017)

MARROWBONE (2017)

MARROWBONE: HEARTS OVER HORROR, HOME OVER HAUNTED HOUSE
Sutradara: Sergio G. Sánchez
Produksi: Lionsgate International, Telecinco Cinema, Universal Pictures, 2017

Image: impawards.com

Hampir selalu ada yang spesial dari horor/thriller fantasi Spanyol, terutama di penemuan tema atau pendekatan-pendekatan yang sangat inventif. El Secreto de Marrowbone, judul Spanyol asli Marrowbone yang datang dari Sergio Gutiérrez Sánchez, penulis The Orphanage dan The Impossible, film karya Juan Antonio Bayona (J.A. Bayona) yang di sini menjabat produser eksekutif, pun begitu. Ada satu ciri film-film mereka yang sangat khas walau secara kontradiktif bermain di ranah horor, seperti apa yang sering kita dapat dari sejumlah horor Korea di dekade lalu. Hati.

Marrowbone pun memulai kisahnya dengan menarik di sebuah rumah tua terasing di pinggiran AS yang kini jadi hunian mereka, seorang ibu, Rose (Nicola Harrison), menorehkan garis di lantai buat dilangkahi keempat anaknya; Jack (George MacKay), Billy (Charlie Heaton), Jane (Mia Goth) dan si kecil Sam (Matthew Stagg) sebagai pertanda dimulainya sebuah hidup baru; mengganti nama keluarga mereka menjadi Marrowbone untuk mengubur masa lalu mereka di Inggris. Di sana, Jack dan adik-adiknya kemudian berteman dengan tetangga mereka, Allie (Anna Taylor-Joy) yang perlahan mulai menjalin hubungan dengan Jack. Sayang tak lama kemudian Rose meninggal, membuat Jack harus mengelabui pengacara Simon Fairbairn (Tom Fisher) untuk mengambil alih hak rumah sekaligus mempertahankan status asuh adik-adiknya. Namun lebih dari itu, sebuah trauma dari masa lalu itu kembali datang mengusik mereka.

Sebagai debut layar lebar Sánchez yang juga menulis sendiri skripnya – tetap dalam inovasi khas Spanyol, kemasan horor dalam Marrowbone memang dimanfaatkan dengan efektif di atas lapis-lapis tema mendasar soal trauma, masa lalu, keluarga, rumah dan juga cinta. Bahwa ia lebih bermain dalam narasi ketimbang usaha-usaha klise jump scare dan twist supranaturalnya, nafas horor dalam Marrowbone tampil secara atmosferik membawa semua aspek di set pieces rumah tua-nya bisa memberikan sensasi simbolik, juga kerap berupa eksplorasi psikologis dari tema mendasar itu.

Sinematografi dari Xavi Giménez juga bermain baik menghadirkan kekuatan atmosferikal itu. Ia bisa sangat mencekam kala bergerak mengeksplorasi sudut-sudut ruang klaustrofobiknya, namun juga menahan kehangatan rasa berikut aura yang kerap muncul seperti sebuah adaptasi fantasi. Sementara scoring dari Fernando Velázquez yang bekerja bagus buat menekankan aspek dramatisnya.

Bermain sangat kuat, baik MacKay dari Captain Fantastic, Heaton dari Stranger ThingsGoth dari A Cure for Wellness dan Anya Taylor-Joy yang belum lama ini kita saksikan dalam Split-nya M. Night Shyamalan, muncul dengan chemistry sempurna. Meyakinkan kita akan interkoneksi mereka sebagai motivasi terkuat semua picuan konflik hingga pengungkapan twist-nya yang mungkin tak lagi baru, tapi oleh kecermatan naratifnya tetap bisa memunculkan perasaan sangat campur aduk. Wujudnya mungkin sebuah horor, tapi sewaktu-waktu bisa jadi tangisan pilu yang begitu merasuk.

Horor rumah tua berlatar keluarga mungkin sudah sangat biasa. Tapi teror yang digelar Marrowbone sebagai distraksi efektif untuk menciptakan ketakutan tak juga lantas meninggalkan sematan hati sebagai inti terkuatnya. Di ujung akhirnya, ia bahkan menggarisbawahi subteks penting dalam konklusi finalnya; menyadarkan kita ke persepsi ‘love conquers all’ buat menyelamatkan korban (bukan pelaku ataupun alasan buat pelaku) dan mengalahkan trauma dalam banyak ekses-ekses psikologis. Bahwa rumah berhantu tak mesti selamanya jadi rumah berhantu, tapi juga bisa jadi ‘rumah’ dalam makna terdalamnya. Richly constructed as a horror fantasy yet deeply layered by psychological explorations of love, family bonds and home, Marrowbone is both nerve-shredding and heartbreaking. Another home run for Spanish entry in the genre. (dan)

danieldokter

danieldokter

Daniel Irawan adalah pemilik situs ini.
danieldokter

Latest posts by danieldokter (see all)