Home » Dan at The Movies » STAR WARS: THE LAST JEDI (2017)

STAR WARS: THE LAST JEDI (2017)

STAR WARS: THE LAST JEDI: A NEW HOPE TO THE FUTURE OF THE FRANCHISE

Sutradara: Rian Johnson

Produksi: Lucasfilm Ltd., Walt Disney Studios Motion Pictures, 2017

Image: impawards.com

Melahirkan sebuah keajaiban sinematis saat pertama kali dirilis tahun 1977, Star Wars sudah berkembang menjadi salah satu bagian terbesar dari kultur pop yang terus hidup hingga sekarang. Tak peduli betapa trilogi prekuelnya dicerca banyak orang, franchise legendaris itu berlanjut ke sebuah trilogi selanjutnya yang dimulai dengan The Force Awakens di tahun 2015. Walau pada dasarnya hanya membongkar-pasang ulang template A New Hope, J. J. Abrams sudah meletakkan dasar kuat buat kelanjutannya.

Hanya saja, ada satu pertanyaan yang muncul kala Lucasfilm kini sudah menjadi bagian dari digdaya Disney di industrinya. Dengan rencana sejumlah spinoff yang sudah dimulai lewat Rogue One: A Star Wars Story, walau tak juga gagal di perolehan BO, juga bongkar pasang sutradara baru untuk melanjutkan kiprah Abrams, baik fans dan pemirsa barunya juga bertanya-tanya; ke mana lagi kelanjutan trilogi induknya bisa dibawa? Di satu sisi rentang sejauh itu mau tak mau membuat fans-nya harus merelakan tokoh-tokoh kesayangan mereka yang sudah jadi bagian dari kultur pop raksasa itu ditamatkan begitu saja buat membuka jalan ke karakter-karakter baru yang lebih fresh, sementara di sisi lainnya, selain penerusnya tak pernah terasa sekuat trio Mark HamillCarrie Fisher dan Harrison Ford, ada begitu banyak teori-teori yang bermunculan bagi universe-nya sendiri.

Taruhan terbesarnya jelas ada pada nama Rian Johnson, sutradara yang besar lewat kiprahnya di Sundance dengan karya debut Brick diikuti Brothers Bloom (2008) dan Looper (2012). Pasalnya, bukan hanya didapuk sebagai helmer baru kelanjutan trilogi baru itu, ia juga menulis sendiri skrip berdasarkan visinya. Tak terlalu banyak mungkin yang percaya sebelum akhirnya The Last Jedi hadir untuk sebuah pembuktian besar di balik banyaknya tekanan; termasuk pastinya, wafatnya Carrie Fisher tahun lalu – meninggalkan story arc Princess (kini General) Leia terkatung-katung di atas ketidakpastian teknologi dan penghormatan ke sosoknya.

Melanjutkan ending The Force Awakens dengan kemunculan kembali Luke Skywalker (Mark Hamill) di ujung pencarian Rey (Daisy Ridley) atas petunjuk Leia (Carrie Fisher), Rey ternyata harus menghadapi kenyataan yang jauh dari bayangannya. Bukan saja sulit untuk meyakinkan Luke di atas sebuah rahasia masa lalunya dengan Kylo Ren aka Ben Solo (Adam Driver) yang selama ini disimpannya rapat-rapat, Rey juga mesti menghadapi takdir atas kekuatan yang kian merasuki dirinya dan akhirnya menghubungkannya di balik sebuah keyakinan terhadap Kylo Ren. Sementara di pesawat induk pemberontak, Poe Dameron (Oscar Isaac), Finn (John Boyega) yang baru pulih dari lukanya bersama Rose (Kelly Marie Tran) tengah merencanakan pemberontakan menerobos markas First Order buat menyelamatkan Leia dan perjuangan mereka. Dan tentu saja Supreme Leader Snoke (Andy Serkis) bersama General Hux (Domhnall Gleeson) tak semudah itu mau melepaskan mereka semua. Di tengah perang antargalaksi yang berkecamuk kembali, mereka harus berjuang untuk menempuh takdirnya masing-masing.

Usaha Johnson mengembangkan kelanjutan template yang digelar Abrams lewat The Force Awakens ternyata sangat mengejutkan. Bukan saja karena visi mendasarnya membawa kembali Star Wars ke sebuah pakem space opera dengan sejumlah revealing yang sudah ditunggu-tunggu namun masih menyisakan banyak ruang untuk diputarbalik di sini dan nantinya, Johnson terasa benar-benar mewarisi pemikiran George Lucas menggagas trilogi pertamanya di Episode IV-VI.

Merambah banyak twist baru ke arena pertempuran luar angkasa sesuai judul legendaris franchise-nya, Johnson tak sekalipun melupakan elemen-elemen yang sudah membawa Star Wars jadi sebesar sekarang. Space dogfights, lightsaber duel dengan koreografi mumpuni hingga nostalgic turnovers yang diselipkannya bersama campur aduk humor, petualangan penuh aksi hingga dramatisasi membaur begitu padu di atas pendalaman luar biasa dari karakter-karakternya. Bahkan ekspansi universe baru seperti yang dilakukan Lucas ke Endor kembali terulang ke bagian menarik kasino antargalaksi Canto Bight di sini, juga space creatures-nya termasuk Porgs yang banyak menarik perhatian penonton.

Benang merah terhadap karakter-karakter lamanya tetap dipertahankan dengan pengembangan baru bersama bangunan motivasi kuat dari karakter-karakter barunya di tengah kompleksitas tak terbayangkan, membuat durasi lebih dari dua setengah jam bergerak cepat bak menaiki sebuah wahana petualangan seru menembus dunia intergalaksi. Semua bersama trivia di mana kita bisa bernostalgia menemukan elemen-elemen karakter lamanya membaur dalam bentukan karakter-karakter baru itu. Dan di atas semuanya, Johnson benar-benar membawa kelanjutan Star Wars secara emosional terhadap konsep-konsep mendasar prinsip dan pengorbanan, kebaikan lawan kejahatan, The Force vs The Dark Side secara sangat visioner. Berkali-kali kita dibawa berpikir bahwa The Last Jedi akan menjadi elemen penyambung serba gelap ala Empire Strikes Back, namun Johnson tak pernah melupakan jiwa sebenarnya dari rangkaian lintas trilogi ini; bahwa mau dipandang dari sisi politis hingga sekedar fantasi pun, Star Wars, semurni-murninya adalah sebuah kisah tentang harapan.

Kembali ke top form-nya setelah lama tenggelam di kegagalan karir tak berujung, Mark Hamill memerankan Luke Skywalker dengan penuh kejutan, bahkan lebih kuat dari tatapan penuh maknanya di pengujung The Force Awakens, sebuah pendewasaan panjang dari perkembangan character arc-nya tanpa melupakan sisi naif Luke yang kita kenal selama ini. Sementara keseluruhan tampilan Carrie Fisher memang terasa sebagai sebuah homage penuh respek atas peran legendarisnya sebagai Leia. Lewat sebuah key scene paling kuat selain adegan-adegan pertempuran serunya, Johnson bahkan mampu membuat fans-nya mengeluarkan airmata di tengah percikan nostalgia yang benar-benar terasa emosional.

Sementara di deretan lead barunya, baik Daisy Ridley, Oscar Isaac (diberikan referensi mash-up ke Han Solo dan Maverick-nya Top Gun), John Boyega, bahkan Adam Driver yang masih sangat lemah di The Force Awakens berkembang pesat membuat character arcs masing-masing di situ hanya terasa sebagai prolog. Di sini, mereka benar-benar terlihat layak menjadi penerus legacy franchise-nya yang sangat layak ditunggu di Episode IX sebagai pamungkasnya nanti. Begitu juga Domhnall Gleeson, Gwendoline Christie sebagai Captain Phasma, Lupita Nyong’o, Andy Serkis dan robot kecil BB8. Masih ada pula Anthony Daniels sebagai C-3PO, Jimmy Vee sebagai R2D2, Peter Mayhew/Joonas Suatamo sebagai Chewbacca, Timothy D. Rose sebagai Admiral Ackbar serta karakter penting yang kembali hadir sebagai kejutan.

The Last Jedi pun masih punya kekuatan ekstra dari kehadiran sejumlah karakter baru yang iconic; dari Admiral Holdo yang diperankan Laura Dern, Benicio Del Toro hingga salah satu kontender terkuatnya, aktris berdarah Vietnam Kelly Marie Tran sebagai Rose. Dibentuk seolah sebuah fan-avatar, walau tak punya fisik selangit, dengan dominasi perannya, Marie Tran benar-benar berhasil memainkan fungsinya dalam kepentingan rasa kedekatan buat fans dan pemirsa baru Star Wars. Selebihnya, kalau mau repot, silahkan mencari cameo yang bertabur dari Gary Barlow, Gareth Edwards, Tom Hardy hingga Pangeran William dan Harry; sebagian hanya sebagai stormtroopers yang mustahil buat dikenali. Terakhir, tentu tak boleh lupa dengan dua elemen penting yang juga sangat berjasa menghidupkan Star Wars; efek visual/CGI/teknikal dari ILM-nya George Lucas dan scoring legendaris John Williams yang belum pernah absen di franchise induknya.

So, The Last Jedi memang merupakan keberhasilan gemilang Rian Johnson membawa kelanjutan franchise legendaris dan expanding universe-nya ini. Bukan hanya jauh melampaui Abrams di The Force Awakens dalam membawa visi-visi baru dan kecermatan ke elemen-elemen orisinalnya, Johnson juga sukses meyakinkan kita bahwa masa depan Star Wars ada di tangan yang tepat. A stunning, emotional and thrilling ride in intergalactic proportions, Johnson sets a new hope to the future of this franchise. Instalmen terbaik setelah trilogi Episode IV-VI. Total blast. (dan)

danieldokter

danieldokter

Daniel Irawan adalah pemilik situs ini.
danieldokter