Home » Dan at The Movies » MY MOVIE JOURNAL: THE BEST INDONESIAN MOVIES OF 2017

MY MOVIE JOURNAL: THE BEST INDONESIAN MOVIES OF 2017

 

Sempat diprediksi sulit melewati pencapaian jumlah penonton kita di tahun 2016, satu yang terbaik dalam perkembangannya beberapa tahun terakhir – selain dari jumlah penonton juga total 10 film yang berhasil melewati angka 1 juta penonton plus rekor all time box office di angka yang selama ini mungkin masih cukup sulit terbayangkan – the new high, momen akhir tahun yang selalu diyakini untuk waktu rilis blockbuster nasional unggulan, ternyata bisa mengejar ketinggalannya dengan cepat dan tak terduga.

Membawa genre horor kembali ke animo terbesar penonton lokal kita – namun kali ini dengan benchmark baru baik dari kualitas dan jumlah penonton lewat Pengabdi Setan-nya Joko Anwar di angka 4,2 juta penonton sekaligus untuk pertama kalinya dalam sejarah panjang film Indonesia menjadi award contender di kategori tertinggi film terbaik, sudah bisa dipastikan bahwa tahun ini selain berhasil melewati jumlah penonton tahun lalu, dengan dua film penutup tahun; Si Juki the Movie dan Surat Cinta untuk Starla the Movie, ada total 12 film yang akan berhasil melewati angka 1 juta penonton.

Sementara baik Mata Batin, Susah Sinyal dan Ayat-Ayat Cinta 2, di luar perdebatan resepsi dari peletakan elemen-elemen ajaib di genre-nya, masih terus melaju mengumpulkan penonton. Sebagai film animasi pun, Si Juki the Movie yang awalnya diragukan sebagian orang terbukti bisa menyuguhkan improvement di sejumlah sisi menjadi film animasi pertama yang jauh mengungguli film-film animasi lainnya di perolehan Box Office. Ini tentu sangat baik buat memicu pertumbuhan film-film animasi yang masih jarang ada di film kita dan memang punya level kesulitan tinggi dan bujet yang tak mungkin kecil sebagai animasi layar lebar.

Begitupun, genre horor yang kembali merajai film kita dan kabarnya bakal diikuti kelatahan para produser untuk (lagi-lagi kabarnya) merilis film-film genre-nya hingga jumlah 60 judul yang siap edar tahun depan, di satu sisi sangat dikhawatirkan bisa kembali menimbulkan resiko bila tak diikuti dengan kesadaran kualitas yang baik. Mudah-mudahan, sejumlah genre lain yang mulai bermunculan menyegarkan stagnansi genre itu, dari adult drama/romance yang kembali menggeliat lewat Critical Eleven (walaupun film selanjutnya di kelas itu yang kelewat ambisius – Satu Hari Nanti, belum berhasil meneruskannya ke tingkatan yang lebih baik), film terbaik FFI 2017 Night Bus yang membawa genre hijacking thriller berbalut sejarah politis ataupun film terpilih Piala Maya 2017 yang juga sudah mencetak banyak prestasi internasional – Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak, bisa melahirkan banyak lagi pengikut untuk mengisi keseimbangan aji mumpung tadi. Juga jangan lupakan Turah – satu yang paling unggul bersama perkembangan film berbahasa daerah sekaligus sinema alternatif, yang meski luput dari perhatian di FFI 2016 tapi menjadi submisi resmi kita ke seleksi awal film asing Oscar tahun ini. Semua karya-karya ini digagas dengan craftsmanship yang sangat baik untuk memberikan tontonan berkualitas layak dan tak hanya di genre atau tema yang terus-menerus sama.

Dan jangan lupa pula, di luar masih cukup banyaknya masalah yang sesekali meledak menjadi isu hangat di antara ragam stakeholder film kita yang masih punya kubu-kubu tertentu, pola distribusi dan jumlah layar kita yang masih kurang tentu masih sangat perlu dibenahi dengan partisipasi aktif pihak-pihak terkait termasuk dorongan pemerintah lewat berbagai badan seperti Pusbang Film atau Bekraf sebagai fasilitator. Juga edukasi bertahap baik ke pelaku – untuk lebih cermat membaca pasar serta penonton – dalam lebih bijak memilih tontonan, perlu terus didorong agar box office misfires dari karya-karya yang sebenarnya layak jual bisa semakin dihindari. Walau kepercayaan penonton sedikit banyak mulai membaik, masih tetap ada penonton yang tetap enggan melangkah ke bioskop untuk menyaksikan film Indonesia, dan ini masih terkait dengan cukup banyaknya produk-produk minim kualitas yang masih berpotensi menurunkan kepercayaan itu. Ajang-ajang awarding yang ada sekarang dan sudah punya konsistensi berikut rekognisi luas serta kredibilitas para penilainya, di luar subjektivitas yang ada, betapapun punya batasan-batasan berbeda, seharusnya bisa saling mengisi dan memberi edukasi tontonan yang baik terhadap masyarakat.

So here’s my list of this year’s finest Indonesian movies, yang tak melulu berdasar personal likes/dislikes, tapi lebih ke inovasi masing-masing terhadap konsep, konten dan pencapaiannya secara keseluruhan. Juga, karya-karya yang didasari conscience, niat serta tendensi-tendensi baik untuk tidak melahirkan kontroversi yang disengaja dengan potensi menyesatkan bidikan pangsanya. Sebagai catatan tambahan dari tiap judul, saya mencantumkan kembali capsule review dari akun twitter @danieldokter atau link full review yang ada dari situs ini di kolom Dan at the Movies. Semoga bisa menjadi rekomendasi buat yang belum sempat menyaksikannya di bioskop atau platform lain, dan menjadi retrospeksi yang baik buat para pencinta film Indonesia. Mari terus berproses bersama dan tak henti memberi dukungan terhadap film Indonesia. Terus #BanggaFilmIndonesia !

 

 

  1. MARLINA SI PEMBUNUH DALAM EMPAT BABAK

Fused by the dark blend of Chanbara-Spaghetti to a whole new Satay Western with Morricone sounds, gorgeous shots, chicken soup & heads, #MarlinaTheMurdererInFourActs is a Sheer Madness! @Marshatimothy2 is furious!

 

  1. PENGABDI SETAN

More than just a remake, #PengabdiSetan lifts the original concept to a spine-chilling, atmospherical horror built over trivial set pieces. Truly the genre aficionado, @jokoanwar pile-up many glimpse of all your favorite horror classics in it.

 

  1. CRITICAL ELEVEN

Sums up w/ a deeply wonderful intimacy never before seen in our cinema these days, #CriticalEleven took us to a journey of love,loss & life. #CriticalEleven also comes w/ stellar ensemble & well-handled productions, credits to @robertronny @montytiwa @ajaus and @dudutna ‘s score.

 

  1. SUSAH SINYAL

Fly through to the heartwarming charm of Sumba, #SusahSinyal took us rediscovering heart’s lost signals in life’s closest relationships. Of course, with tons of hilarious laugh. @ernestprakasa ‘s 3rd home run hit!

 

  1. SWEET 20

Got right amount of laugh and just the perfect heart over such loving ensemble, #Sweet20Movie is a fun & festive blast! @tasaphira pecaahh!!

 

  1. KARTINI

Played like untold version of the epic figure, #Kartini shone by stellar ensemble & glorious depict of sacrifices for the greater good.

 

  1. NIGHT BUS

Had flaws on some tech aspects yet billed over rare themes & effective acts, #NightBusFilm is a well constructed edge-of-your-seat suspense!

 

  1. TURAH

At the simplest treatment, #Turah took us to a portrait of a remote society with typical conflict-characters, yet also feels honest. Tontonlah.

 

  1. GALIH DAN RATNA

Put actual issues yet stay true to every trace of memories, and wonderful cast, #GalihDanRatna flows like an ultimate mixtape that plays each note right to your heart.

 

  1. BANDA THE DARK FORGOTTEN TRAIL

Filled w/gorgeous AV treatment & exciting narrative, #BandaTheDarkForgottenTrail took us to a cautionary tale beyond our tropical paradise. An important history lesson and also a rare documentary journey.

 

  1. FILOSOFI KOPI 2: BEN & JODY

Never get tired exploring the philosophy of friendship,love,family to even nature, #FilosofiKopi2 comes w/ a fresh winning taste.

 

  1. WARKOP DKI REBORN: JANGKRIK BOSS! PART 2

Double the homage & reference play to even crazier climax, #WarkopDKIRebornPart2 consistently took u to nonstop laugh in its original soul.

 

  1. 5 COWOK JAGOAN

 

Throw a new twist to commemorate the legacy of Danu Umbara’s classic #5CewekJagoan franchise, #5CowokJagoan puts @anggy_umbara in his most comfort war zone: all stars – zany comics comedy meets arousing actions. Hilariously kickin’ ass!

 

  1. STIP & PENSIL

Had its hilarious moments when Joko Anwar’s script sounds just like him, #StipDanPensil wasn’t all jokes or even campaign. Kemasan akhirnya lebih dari itu. Bagus & penting.

 

  1. MY GENERATION

Sparks nowadays generations, gaps & other relevant subjects delivered well by flowing dialogues & exciting chemistry from the talented newcomers, #MyGeneration defines its era without trying to be so controversial. Have hearts, too. (dan)

 

danieldokter

danieldokter

Daniel Irawan adalah pemilik situs ini.
danieldokter