Home » Dan at The Movies » THE COMMUTER (2018)

THE COMMUTER (2018)

THE COMMUTER: MURDER ON THE NEESON EXPRESS

Sutradara: Jaume Collet-Serra

Produksi: Ombra Films, StudioCanal, The Picture Company, Lionsgate, 2017

Image: impawards.com

Menjadi icon film aksi tanpa disangka-sangka sejak Taken (2008), meski masih beberapa kali menjajal peran-peran serius, Liam Neeson mungkin adalah sebuah kontradiksi buat tipikalisme rata-rata genre-nya. The Commuter masih bermain di ranah serupa ke film-filmnya yang lain, yang kali ini di tangan sutradara Spanyol Jaume Collet-Serra (Unknown, Non-stop, Run All Night) memindahkan set pesawat terbang di Non-stop ke kereta dalam kota.

Agen asuransi mantan detektif polisi NYPD Michael MacCauley (Neeson) yang sehari-hari menghabiskan waktunya di kereta seketika menghadapi tantangan menarik yang datang dari wanita misterius, Joanna (Vera Farmiga) yang menawarkannya imbalan sebanyak 100 ribu USD untuk menemukan orang bernama Prynne sebelum penghentian terakhir stasiun Cold Spring. Tergoda karena baru saja diberhentikan dari pekerjaannya, Michael tak menyadari bahwa ia bakal terjebak dalam intrik yang tak pernah dibayangkannya. Tak bisa mundur, apalagi setelah mengetahui kalau istri (Elizabeth McGovern) dan anaknya menjadi sandera, Michael pun harus menggunakan seluruh intuisi dan kemampuannya untuk bisa keluar hidup-hidup sekaligus menyelamatkan penumpang gerbong terakhir di tengah kereta yang melaju kencang siap untuk bertabrakan.

Menyuntikkan sedikit whodunit puzzle ke dalam plot-nya, skrip yang ditulis Byron Willinger, Phillip de Blasi dan Ryan Engle terkadang memang seakan bekerja bak kisah-kisah sejenis dari Agatha Christie dari teka-teki hingga tahapan pengungkapan twist berlapisnya. Cara skrip itu menggelar tahap serta celah intuisi dari karakter Neeson sampai epilog penutup yang membuka kemungkinan sekuel juga sangat mengingatkan ke sana. Walau bukan juga terlalu spesial apalagi baru, malah terkadang terasa berlebihan serta penuh kebetulan, kombinasinya dengan gelaran aksi ala Neeson yang jelas dipertahankan tetap mampu membuat The Commuter menjaga ketegangan secara ketat dan efektif di durasi 105 menitnya.

Selain faktor teka-tekinya, satu sisi yang agak beda dari plot itu ada di soal bagaimana Willinger dkk bersama Collet-Serra mencoba lebih memanusiawikan karakter Neeson bersama karakter-karakter sampingan – kebanyakan komikal, buat bermain di nyaris sebuah set tunggal yang juga mesti berhadapan dengan ruang gerak serba sempit. Toh tetap saja, usaha-usaha itu tak sampai mengalahkan tujuan The Commuter buat jadi action showcase Neeson yang harus tampil badass demi demand pemirsanya. Dalam kotaknya, ini memang tetap mengikuti pakem Taken dan pengikut-pengikutnya ketimbang film-film aksi Neeson yang lebih serius macam Walk Among the Tombstone ataupun Run All Night (juga dari Collet-Serra). An action ride.

Satu hal yang latak dicatat dari penggarapan teknisnya juga datang dari DoP Paul Cameron (Gone in 60 Seconds, Swordfish, Collateral) yang mampu membuat arena permainan itu terasa begitu dinamis buat membangun eskalasi ketegangan lewat camera works-nya. Ini sekaligus menjadi penyeimbang buat selipan-selipan adegan baku hantam yang mau tak mau mesti berhadapan dengan kompromi sisi manusiawi tadi, yang kalau salah sedikit saja akan beresiko terhadap kebanyakan pemirsa yang menginginkan Neeson tetap jadi jagoan tak terkalahkan yang lebih sering memukul ketimbang dipukul. Seperti biasa, Neeson memang tak berada pada ranah aksi penuh koreografi namun bukan berarti tak bisa ditutupi lewat action staging yang tepat, dan Collet-Serra kelihatan tahu betul itu.

Selebihnya tentu ada pada sejumlah pemeran pendukungnya. Patrick Wilson dan Vera Farmiga yang sangat iconic dari The Conjuring, aktris 80an yang sudah lama tak muncul, Elizabeth McGovern berikut aktor senior asal Australia Sam Neill paling tidak tetap bisa menjadi daya tarik lebih bersama supporting cast para penumpang yang walau tak diisi nama-nama terkenal tapi ditempatkan dengan tepat ke masing-masing karakter mereka. Tak segan pula menggelar finale/klimaksnya secara bombastis ke pakem-pakem tipikal action rides seperti Speed ataupun Unstoppable,  The Commuter jelas tetap punya semua elemen yang diinginkan dari sebuah gelaran aksi ala Neeson. (dan)