Home » Events » MENYAMBUT PEMBUKAAN SEKOLAH KREATOR HIBURAN DAN PENAYANGAN DILAN 1990 DI OKINAWA INTERNATIONAL MOVIE FESTIVAL KE-10

MENYAMBUT PEMBUKAAN SEKOLAH KREATOR HIBURAN DAN PENAYANGAN DILAN 1990 DI OKINAWA INTERNATIONAL MOVIE FESTIVAL KE-10

©2018 oimf.jp

Okinawa International Movie Festival (OIMF) mengumumkan tema sekaligus lineup film-film pengisi edisi spesial festival tahun ini dalam sebuah konferensi pers yang digelar di kantor pusat Yoshimoto Kogyo, Tokyo, pekan lalu. Edisi ke-10 OIMF untuk merayakan usianya yang tepat menginjak 10 tahun akan diisi oleh sejumlah pembaharuan sekaligus merayakan pembukaan sekolah teknis untuk para kreator industri hiburan yang digagas Yoshimoto sejak beberapa tahun terakhir.

Di dalam konferensi pers tadi, chairman Yoshimoto Hiroshi Osaki mengatakan bahwa mereka akan terus mengembangkan OIMF sebagai perayaan bagi industri hiburan Jepang di mana sekolah itu menjadi salah satu titik penting terhadap hal tersebut.

Digelar pertama kali di tahun 2009 oleh taipan industri hiburan Yoshimoto Kogyo, Okinawa International Movie Festival (OIMF) yang mengambil fokus tematik ke film-film drama-komedi lewat tema utama Laugh & Peace, sudah berevolusi dengan sub judul ‘Big Festival of all the Islands’ sejak 2015 menjadi sebuah festival seni yang menampilkan bukan hanya film, tapi juga gelaran seni pertunjukan lain dari musik, tari hingga ranah utama perusahaannya, standup comedy.

Sekolah kreator hiburan yang mulai dibuka bulan ini di Okinawa sekaligus bertujuan meletakkan Okinawa sebagai salah satu pusat industri hiburan Jepang. Sekolah ini akan berfokus di berbagai bidang hiburan dari manga dan anime hingga film, tari, CGI dan seni panggung pertunjukan lainnya. Aktor asal Jepang Masi Oka yang melejit dari serial TV Heroes merupakan salah satu pengajar selain penari Hinton Battle, produser video Shunsuke Koga dan penulis manga Nobuhiko Horie.

Tahun ini, di segmen TV Director’s Movie, segmen yang selalu tampil di OIMF untuk memberi acknowledgement terhadap film-film yang khusus dibuat untuk konsumsi televisi akan mengedepankan komedi musikal remaja Dolmen X yang diangkat dari manga karya Yuna Takagi tentang sekelompok alien yang menginvasi dunia pop Jepang.

Di segmen utama Special Invitation, unggulan tahun ini adalah feature karya penulis/sutradara Toshiyuki Teruya, Born Bone Born. Film karya Teruya ini merupakan versi ekspansi dari film pendeknya yang memenangkan penghargaan di Short Shorts Film Festival dan Skip City International D-Cinema Festival. Berkisah soal pemujaan terhadap leluhur dan ritual penguburan senkotsu (bone washing), Teruya mengatakan bahwa tradisi ini harus diperkenalkan terus-menerus secara lintas generasi.

©2018 oimf.jp

Selain karya Teruya, segmen Special Invitation ini juga akan diisi oleh sejumlah film Jepang; When I Get Home, My Wife Always Pretend to be Dead karya Toshio Lee yang seunik judulnya, diangkat dari esai bergaya komik berdasar konten pertanyaan di Yahoo! Answers tahun 2010 yang menjadi viral, Memories of Whale Island – kisah percintaan wanita Jepang dan pria Vietnam di daerah perbatasan karya Yuji Makino yang diperankan oleh aktor Win Morisaki dari Ready Player One, kisah pelatih tinju; Kantoku karya Kiyoshi Hijikata, Nyaha! Part #0 karya unik Choji Nakahodo yang diceritakan lewat POV kucing di lokasi set pulau Nyaha yang dikenal sebagai pulau surga bagi kucing, serta komedi supranatural Room Laundering karya Kenji Katagiri yang dibintangi Joe Odagiri.

Tiga film dari China juga akan mengisi segmen ini; drama historikal In Pursuit of the General karya Teng Junjie, drama romantis Lost and Found in Tokyo dari sutradara wanita Cai Jieling, dan Please Remember Me karya Peng Xiaolian yang mengisahkan seorang wanita pemain teater lokal yang mengejar mimpinya menjadi aktris film ke Shanghai.

Dari belahan Asia lain ada drama kuliner Jimami Tofu karya Jason Chan dan Christian Lee dari Singapura yang mengisahkan koki Singapura yang bertualang di Okinawa mempelajari masakan tradisionalnya. Dari Indonesia, sebagaimana Yoshimoto selalu memilih film populer yang sedang jadi trend di sinema masing-masing negara, ada Dilan 1990 besutan Fajar Bustomi berdasar novel series karya Pidi Baiq yang berhasil meraih sukses box office fenomenal sebagai film Indonesia terlaris ke-2 sepanjang masa. Penayangan Dilan 1990 akan dihadiri langsung oleh Bustomi.

Masih di segmen Special Invitation, secara tak biasa, OIMF ke-10 juga diisi oleh 2 film animasi; satu dari Thailand – 9 Satra: The Legend of Muay Thai karya sutradara Pongsa Konrsri, Nat Yoswatananont, Gun Phansuwon, dan satu lagi dari Rusia, Three Heroes and the Princess of Egypt karya sutradara Konstantin Feoktistov.

OIMF juga tak melupakan segmen tribute yang tahun ini datang lewat segmen Japanese Comedy, World Comedy. Akan ada film lawas produksi tahun 1932 karya Yasujiro Ozu, I Was Born, But… dan Seven Chances, komedi klasik karya Buster Keaton dalam versi langka two-color Technicolor yang pertama kali dirilis di AS tahun 1925. Masih berkaitan dengan segmen tribute, di segmen Okinawa Historical Movie akan ada penayangan film-film 8mm era 50-70an dari Okinawa, dua film klasik Sonny/Shin’ichi Chiba; Terror of Yakuza (1976, Sadao Nakajima) dan Doberman Cop (1977, Kinji Fukasaku) dan dokumenter Ryuku Cinema Paradise karya Ryo Hasegawa yang mengangkat Shuri Gekijo, bioskop pertama Okinawa yang dikelola tiga generasi keluarga Kinjo dan masih berdiri hingga sekarang.

Sementara di segmen Sakurazaka Film University, yang selalu mendukung OIMF lewat sesi pemutaran film-film dunia pilihan yang ditayangkan di sinema alternatif Sakurazaka bersama live commentaries. Sakurazaka tahun ini akan memutarkan Baahubali 2 – The Conclusion, hit box office India dari sinema daerah Telugu, komedi zombie nyeleneh Sodom Head and Gomorrah Man karya komedian Yasei Bakudan Cookie dan versi layar lebar Hibana (Spark) karya Itsuji Itao yang menjadi highlight OIMF ke-9 tahun lalu.

Dua segmen penghargaan OIMF tetap akan diselenggarakan lewat kompetisi Creator’s Factory yang berisi film-film pendek lokal dan Jimot CM Republic dengan pilihan tematik di atas kaitan dengan program jangka panjang PBB, SDGs (Sustainable Development Goals) yang sejak 2 tahun lalu menjadikan OIMF sebagai salah satu partner untuk penyebaran awareness-nya.

OIMF edisi ke-10 akan diselenggarakan dari Kamis, 19 hingga Minggu, 22 April 2018 dengan seremoni pembuka di ANA Crowne Plaza Harborview Okinawa , gelaran Red Carpet di sepanjang kawasan paling ramai Naha Kokusai Dori  serta penutupan yang dipenuhi panggung pertunjukan di tengah-tengah landmark taman wisata Okinawa, Naminoue Umisora Park. (dan)