Home » Dan at The Movies » RAMPAGE (2018)

RAMPAGE (2018)

RAMPAGE: A BIG, LOUD AND FUN MONSTERS’ ROYAL RUMBLE
Sutradara: Brad Peyton
Produksi: New Line Cinema, Flynn Picture Company, Warner Bros., 2018

Image: impawards.com

Walau banyak adaptasi video game yang dianggap tak berhasil baik dari sisi kualitas maupun BO, produknya tetap saja diproduksi di Hollywood. Baru saja Tomb Raider berlalu dengan hasil BO yang sebatas lumayan, kini hadir Rampage yang diadaptasi dari game berjudul sama produksi Midway Games yang sudah berevolusi dari game arcade ke Wii soal amukan monster raksasa hasil rekayasa menghancurkan kota. Dalam similaritas tema, ia juga menyenggol Pacific Rim, hanya saja, tanpa robot, di sini hanya ada monster dan The Rock yang ikut bertempur di tengah-tengahnya.

Namun begitu, jualan utamanya tentu tak hanya ada di eksistensi panjang game aslinya. Menjual Dwayne ‘The Rock’ Johnson sebagai salah satu jaminan blockbuster sekarang di bawah penyutradaraan Brad Peyton yang sudah menanganinya di dua blockbuster popcorn lainnya;  Journey 2: The Mysterious Island dan San Andreas, terlebih bagi pemirsa yang bukan pemain game-nya, plot-nya pun sedikit disesuaikan untuk meletakkan sosoknya di antara pertarungan monster-monster yang ada di game-nya. Tentu saja, dengan treatment CGI hi-tech berskala gigantik sesuai trend yang ada sekarang.

Ahli primata Davis Okoye (Dwayne Johnson) yang punya koneksi spesial dengan George (Jason Liles), seekor gorila albino, seketika menemukan George terkontaminasi oleh sebuah eksperimen misterius yang digagas oleh sebuah korporasi, menjadikannya gorila raksasa yang agresif. Kacaunya, bukan hanya George yang menjadi korban, namun juga seekor Srigala dan buaya yang dengan cepat mengubah kota menjadi arena pertarungan monster. Okoye pun harus bergabung dengan Dr. Kate Caldwell (Naomie Harris), ahli genetik yang memegang kunci dari awal eksperimen namun kini jatuh ke tangan korporat jahat Claire Wyden (Malin Akerman), serta agen pemerintah Harvey Russell (Jeffrey Dean Morgan) yang berbalik membela mereka untuk menyelamatkan George sekaligus kota dari kehancuran.

Sesuai genre-nya, tentu tak ada yang spesial dari skrip keroyokan Ryan Engle, penulis San Andreas; Carlton Cuse bersama Ryan J. Condal dan Adam Sztykiel. Semurni-murninya memang bertujuan tampil sebagai sebuah blockbuster popcorn super ringan yang menawarkan hiburan gigantik pertarungan monster di tengah penghancuran kota, yang jadi fokus utama dalam Rampage memang bukan ada pada plot dan kedalaman karakter.

Meski begitu, karakter-karakter non-dimensional yang ditampilkan ini memang punya sinergi yang padu dengan tujuan itu. Dari Johnson, Naomie Harris, Jeffrey Dean Morgan, Malin Akerman hingga Joe Manganiello dan Marley Shelton yang mendapat porsi lebih kecil, dalam soal tampilan dan efisiensi karakternya memang masing-masing bisa menambah daya jual Rampage secara keseluruan.

Namun jualan utamanya tentulah ada pada pameran pertarungan monster-nya, yang digarap dengan CGI dan efek spesial canggih sesuai dengan bujetnya sebagai sebuah blockbuster mahal. Seakan Pacific Rim tanpa robot yang dipertemukan dengan San Andreas di nafas genre disaster yang memporak-porandakan seisi kota, dalam hal ini, paling tidak Rampage memang dikerjakan dengan serius dari detil-detil konsep hingga baku hantam monster raksasa yang seru gila-gilaan, tapi juga punya faktor hati yang bagus di pengujungnya. Rileks dan nikmati, asal tak mengharap lebih di luar tontonan yang bisa dinikmati se-ringan popcorn sebagai pendampingnya. A big, loud and fun monsters’ royal rumble. (dan)

danieldokter

danieldokter

Daniel Irawan adalah pemilik situs ini.
danieldokter