Home » Events » BAAHUBALI 2, RENDISI THE GREATEST SHOWMAN DAN SONNY CHIBA DI OKINAWA INTERNATIONAL MOVIE FESTIVAL KE-10

BAAHUBALI 2, RENDISI THE GREATEST SHOWMAN DAN SONNY CHIBA DI OKINAWA INTERNATIONAL MOVIE FESTIVAL KE-10

©2018 oimf.jp

Kamis, 19 April lalu, Okinawa International Movie Festival (OIMF) edisi ulang tahun ke-10 dibuka dengan penayangan perdana film India asal sinema daerah Telugu, Baahubali 2 yang mengalahkan rekor film nasional mereka. Sebagai film pertama yang ditayangkan di antara keseluruhan program tahun ini, Baahubali 2 menjadi bagian dari program Sakurazaka Film University yang digelar di bioskop berjudul sama; sebuah ruang putar berisi 3 hall untuk film-film alternatif bagi penggerak komunitas sekaligus penikmat film di Okinawa.

Masih sehubungan dengan Baahubali, OIMF juga menjadi salah satu sarana atas jarangnya film India diimpor ke pasar Jepang sebelum Aamir Khan membawa Secret Superstar di awal tahun dan Dangal yang akan dirilis luas bulan ini. Sejak beberapa tahun lalu, film-film India seperti Rab Ne Bana Di Jodi-nya Shah Rukh Khan atau film komedi Fukrey, juga tak terbatas dari sinema daerah seperti film superhero Eega yang juga datang dari Telugu, memberi kesempatan penggemar film di Okinawa untuk bisa menikmati film-film India ini di bioskop.

Baahubali 2 yang sempat dirilis secara terbatas di Jepang Desember lalu kini hadir lewat program Sakurazaka Film University berupa penayangan interaktif dengan live commentary dari beberapa penggerak komunitas film di Okinawa. Penulis Maho Morita menjadi host dalam penayangan Baahubali 2 bersama sejumlah komedian Yoshimoto; Razor Ramon, Nobuhiko Otani dan duo komedian Peach Castle yang membagikan light sticks dan tamborin ke penonton. Ini mungkin merupakan sesuatu yang baru bagi audiens Jepang seperti yang kita saksikan di negaranya, di mana sebagian besar penonton memberi aplaus disertai chant Baahubali di momen-momen penuh aksi, juga memainkan tamborin mengikuti lagu-lagu dalam filmnya.

© 2018 oimf.jp

Menyusul Baahubali 2, film yang mengisi hari pertama OIMF di Sakurazaka adalah Riding Uphill, film Jepang soal balapan sepeda di Fukuoka. Kenichi Abe berperan sebagai Koji, mantan pemain baseball yang beralih menjadi pembalap sepeda di usia yang melebihi dua kali para pesaingnya.

Muncul dalam stage appearance setelah penayangan filmnya, Abe dan sutradara Kan Eguchi menjawab sejumlah pertanyaan langsung dari penonton. Selagi Abe memang mengejar peran ini, Eguchi mengatakan bahwa ada visi yang dibawanya lewat Riding Uphill soal kaum laki-laki yang dikenal lebih tangguh di pulau Kyushu yang menjadi set bersama prefektur Kokura sebagai pusat latar penceritaannya.

Sementara, peserta program kompetisi Local Origination Project, Mermaid in the Gem yang pengambilan gambarnya dilakukan di pulau Ishigaki dan membawa atmosfer pantai indah serta langit biru Okinawa, ikut ditayangkan di Sakurazaka. Mermaid in the Gem dibintangi oleh mantan personil grup idola pop Passpo, Makoto Okunaka.

Upacara pembuka OIMF ke-10 digelar di hotel ANA Crowne Plaza di mana MC aktris TV Ayako Kisa dan aktor Yuichi Kimura memperkenalkan CEO dan Chairman Yoshimoto Kogyo, Hiroshi Osaki setelah serangkaian tarian rakyat Okinawa dan video kompilasi 10 tahun OIMF muncul di panggung. Menyampaikan pidato pembuka, Osaki mengatakan bahwa ia berharap OIMF akan terus berlangsung hingga 100 tahun sekaligus membawa kebangkitan industri hiburan Okinawa dengan pembukaan sekolah yang mereka namakan Laugh & Peace Entertainment School Okinawa.

© 2018 oimf.jp

Sejumlah murid dari sekolah yang masih baru saja dibuka ini berkolaborasi dengan siswa-siswa dari Hinton Battle Dance Academy untuk mengisi panggung hiburan di Naminoue Umisora Park. Tema pertunjukan panggung itu adalah The Greatest Showman; Greatest Laugh & Peace Show yang merupakan rendisi beberapa lagu dari film berjudul sama. Lagu ikonik dari The Greatest Showman, This is Me membuka penampilan mereka, langsung dengan introduksi dari Hinton Battle, artis multitalenta yang berkarir di Broadway dan sudah memenangkan 3 Tony Awards. Battle kini merupakan pengajar tetap untuk kelas performing arts di Laugh and Peace Entertainment School.

© 2018 oimf.jp

Sebuah simposium tentang perkembangan animasi dan CGI dalam kerjasama Yoshimoto dan Rusia, di saat yang sama digelar di sekolah tersebut, dan pemutaran salah satu film yang sangat menarik di segmen Special Invitation; Jimami Tofu. Merupakan film Singapura di atas kisah soal seorang koki Singapura yang mendalami kuliner klasik Okinawa, sutradara Jason Chan dan Christian Lee menyebutkan bahwa Tofu adalah surat cinta dari mereka buat Okinawa.

Dalam tradisi penayangan film klasik yang memiliki koneksi dengan Okinawa, dua film lawas Sonny Chiba juga dihadiri langsung oleh sang legenda sinema Jepang. Doberman Cop (Kinji Fukasaku, 1977), sebuah kisah soal polisi Okinawa yang menyelidiki serangkaian pembunuhan di tengah kehidupan malam Tokyo dan Terror of Yakuza (Sadao Nakajima, 1976) adalah dua film Chiba yang ditayangkan di hari kedua OIMF.

© 2018 oimf.jp

Walaupun lahir di Fukuoka, Sonny Chiba selalu memiliki hubungan dengan Okinawa dan OIMF. Hadir dalam penayangan kedua film tersebut, Chiba mengatakan bahwa ia selalu menemukan sesuatu yang dramatis setiap kembali ke Okinawa. “Setiap saya pergi minum-minum, saya selalu menyempatkan berbicara dengan beberapa orang yang saya temui. Kisah hidup mereka di balik sejarah Okinawa selalu menjadi topik menarik yang bisa diangkat ke film dan saya selalu ingin mendengar lebih”.

Okinawa International Movie Festival edisi ulang tahun ke-10 akan berlangsung hingga Minggu, 22 April 2018.

danieldokter

danieldokter

Daniel Irawan adalah pemilik situs ini.
danieldokter

Latest posts by danieldokter (see all)