Home » Dan at The Movies » JURASSIC WORLD: FALLEN KINGDOM (2018)

JURASSIC WORLD: FALLEN KINGDOM (2018)

JURASSIC WORLD: FALLEN KINGDOM: LIFE FINDS A WAY THE CLOSEST TO THE ORIGINAL

Sutradara: J.A. Bayona

Produksi: Universal Pictures, Amblin Entertainment, The Kennedy/Marshall Company, Legendary Pictures, 2018

Image: impawards.com

Tak akan ada yang berani membantah apa yang sudah dilakukan Steven Spielberg dengan Jurassic Park di tahun 1994. Membawa teknologi sinema dan subgenre prehistorik modern ke ranah baru, film yang dibintangi Sam Neill, Laura Dern dan Jeff Goldblum itu menambah lagi status klasik di deretan filmografi Spielberg. Sayang sekuelnya, The Lost World, dan Jurassic Park III yang tak lagi digawangi Spielberg walau tetap berada di bawah kontrolnya, tak berhasil mempertahankan status itu.

14 tahun berselang, Spielberg bersama produser Frank Marshall di bawah bendera Amblin menyambung kembali franchise sukses itu dengan rencana trilogi baru berjudul Jurassic World. Colin Trevorrow dan Derek Connoly dari scifi indie Safety Not Guaranteed ternyata punya visi bagus menggagas kontinuitasnya secara langsung ke instalmen awal legendaris tersebut bersama duo penulis Rick Jaffa dan Amanda Silver dari reboot kedua Planet of the Apes. Walau tetap tak se-klasik Jurassic Park, kesuksesannya di perolehan BO jelas membuat demand ke rencana trilogi tadi berjalan mulus. Masalahnya adalah, selagi Jurassic World sudah menggelar benang merah baru dengan cloning hybrid dinosaurusnya, ke mana lantas trilogi baru ini mau dibawa selanjutnya?

Tetap ditulis oleh Trevorrow dan Connoly setelah urung berkiprah di Star Wars, Fallen Kingdom, bagian kedua trilogi baru ini menyerahkan tongkat estafet penyutradaraannya pada J.A. Bayona, sineas Spanyol visioner dari film-film berstatus acclaimed seperti The Orphanage, The Impossible dan A Monster Calls. Agak mengejutkan mungkin setelah mengetahui tanpa Jaffa dan Silver, Trevorrow dan Connoly justru mengikuti jejak mereka di reboot Planet of the Apes – walau Bayona punya amunisi lain di tengah trend bertabur referensi film sebagai kultur pop sekarang ini.

Beberapa tahun setelah film sebelumnya, Owen Grady (Chris Pratt) terpaksa menyanggupi permintaan Claire Dearing (Bryce Dallas Howard), mantan kekasih sekaligus manajer operasional Jurassic World yang kini sudah menjadi aktivis perlindungan dinosaurus, ditugasi Eli Mills (Rafe Spall), tangan kanan partner John Hammond – Benjamin Lockwood (James Cromwell) untuk membantu penyelamatan dinosaurus-dinosaurus yang tersisa setelah pemerintah, atas desakan Dr. Ian Malcolm (Jeff Goldblum) menyatakan lepas tangan terhadap nasib makhluk-makhluk hasil cloning ini. Berniat memindahkan mereka ke sebuah situs baru, Owen kembali harus berhadapan dengan velociraptor asuhannya, Blue, di bawah arahan prajurit bayaran Ken Wheatley (Ted Levine). Di sanalah, bersama dua kolega Claire; Dr. Zia Rodriguez (Daniella Pineda) dan geek IT Franklin Webb (Justice Smith), keempatnya menyadari bahwa mereka hanya dijadikan umpan untuk sebuah maksud buruk tak terduga yang dirancang Mills bersama Gunnar Eversoll (Toby Jones). Mereka juga lantas harus menyelamatkan Maisie (Isabella Sermon), cucu Lockwood yang terjebak di tengah-tengah intrik ini.

Bagaikan kloning Spielberg, Bayona ternyata benar-benar membangun Fallen Kingdom dengan homage luar biasa tak hanya ke Jurassic Park, tapi juga sejumlah karya-karya Spielberg lain dari Raiders of the Lost Ark ke Jaws. Berkali-kali, ia menggagas pengadeganan Fallen Kingdom sebagai traceback dalam sentuhan nostalgik ke apa yang dulu membuat kita begitu terperangah menyaksikan Jurassic Park pada masanya. Bayona benar-benar membawa Fallen Kingdom sebagai instalmen dengan look dan rasa yang paling mendekati Jurassic Park 1994.

Sementara, skrip Trevorrow dan Connoly terlihat sangat leluasa bermain-main mengekspansi universe-nya dengan sematan hybrid baru bernama Indoraptor untuk menggelar kontinuitas yang di satu sisi mungkin terasa sangat berani dan terang-terang mengambil jejak penulisan Jaffa dan Silver di reboot Planet of the Apes. Tak jelek memang, juga punya relevansi dalam memuat sejumlah elemen yang marak di mana-mana soal aktivis-aktivis fauna dan lingkungan hingga bongkar pasang karakter lama dan baru yang kembali menampilkan B.D. Wong dan Jeff Goldblum, namun bisa jadi tak memenuhi keinginan sebagian orang yang lantas membuat mixed reaction di pemutaran-pemutaran perdananya.

Sebagian karakter baru itu bekerja se-menarik Jurassic Park di tengah gempuran adventure ride berbalur hi-tech CGI dan 3D/motion gimmick yang berhasil melampaui excitement di film sebelumnya. Pineda sebagai Zia dan aktris cilik Isabella Sermon bermain kuat sebagai Maisie, sementara masih ada penampilan aktris senior Geraldine Chaplin, putri Charlie Chaplin yang sudah berkolaborasi empat kali dengan Bayona sejak The Orphanage. Selagi Justice Smith sebagai Webb mungkin jadi comic relief yang mungkin agak annoying tapi diperlukan, porsi villain yang dipegang oleh Rafe Spall, Toby Jones dan terutama Ted Levine juga hadir dengan kuat. Tapi tetaplah, di atas semuanya, memang Pratt dan Dallas Howard yang sudah memulai chemistry mereka di Jurassic World, meski terkadang semakin sulit mengurangi distraksi akting Pratt oleh peran iconic-nya sebagai Star Lord di Guardians of the Galaxy.

Di sisi teknis rasanya tak ada pula yang perlu dipertanyakan. Sinematografi Oscar Faura mengisi departemennya dengan sangat baik di adegan-adegan fantastis hingga ke klimaks yang lebih mirip home invasion thriller/horror ke sedikit penggalan aftermath untuk membawa kelanjutannya ke ranah yang lebih luas lagi secara sangat berani. Sementara scoring Michael Giacchino juga bekerja cukup baik mengisi emosi walau harus diakui, cukup mengecewakan ia memilih untuk tak banyak memunculkan variasi main theme Jurassic Park dari John Williams. Bersama editing Bernat Vilaplana, sentuhan Bayona yang penuh homage ke film-film Spielberg dan Jurassic Park, juga membawa representasi etnisnya dari kru hingga ke penempatan karakter, juga berhasil membuat sematan suspense di Fallen Kingdom menyamai film-film horor melankolis Spanyol yang besutannya.

Terakhir, bukanlah Jurassic Park atau Jurassic World namanya bila tak dipenuhi bermacam-macam dinosaurus hasil kloning yang kini sudah bertambah menjadi beberapa spesies hybrid. Sesuai demand penonton, dinosaurus-dinosaurus inilah yang sebenarnya menjadi bintang utama franchise-nya, satu yang gagal dihadirkan dalam The Lost World ataupun Jurassic Park III.

Bayona dan timnya, jelas sudah mengerjakan tugas mereka jauh lebih dari sekedar baik bahkan melebihi Jurassic World dengan ledakan aksi penuh homage di awal, satu yang menyerupai film disaster klasik di paruh film ke setiap adegan-adegan dinosaurs run amok, level kengerian yang pas untuk hybrid baru bernama Indoraptor, juga tak lupa menempatkan interaksi hati ke velociraptor Blue di porsi creature sebagai karakter sentral sebagaimana karakter Caesar di Planet of the Apes. Here, life finds a way the closest to the original, sekaligus sebagai petualangan seru membawa penontonnya seolah menaiki wahana tematik penuh ketegangan di themepark Universal yang jelas akan bertambah lagi sejalan dengan pengembangan franchise-nya nanti. (dan)

danieldokter

danieldokter

Daniel Irawan adalah pemilik situs ini.
danieldokter