Home » Contributors » Ocean’s 8 (2018)

Ocean’s 8 (2018)

OCEAN’S 8

Sutradara: Gary Ross

Produksi: Warner Bros., Village Roadshow Pictures, Smoke House Pictures, Larger than Life Productions, 2018

Image: impawards.com

Sebelas tahun lamanya kita menunggu kelanjutan dari trilogi film perampokan yang dulu berhasil menarik perhatian dengan plot yang tidak bisa ditebak dan fase film yang cepat. Membuat penonton duduk tegak di bioskop, ikut menahan nafas dalam setiap scene pencuriannya. Ocean’s Trilogy (2001 – 2007) merupakan salah satu film yang sangat dinanti-nanti oleh penggemar film action yang cerdas nan jenaka.

Tentunya Ocean’s 8 memiliki harapan yang serupa, dimulai dengan Debbie Ocean (Sandra Bullock) yang baru saja dibebaskan dari penjara dan akan segera memulai kehidupan barunya. Film ini dimulai dengan sangat menarik, menampilkan hal-hal kecil yang sering kali terlepas dari imaji penonton mengenai pencurian di swalayan mau pun bagaimana orang dapat menggunakan kartu kredit seseorang hanya dengan mengobservasi situasi dan lingkungannya. Pemilihan ansambel all starsb-e-a-u-t-i-f-u-l,  juga menjadi sebuah daya tarik yang sangat menyegarkan. Terutama dengan sedang trending-nya pembahasan mengenai feminisme menjadikan film ini sangat layak ditonton oleh mereka para perempuan penganut paham feminisme.

Kali ini keinginan Debbie untuk mencuri sebuah kalung yang dibuat oleh Cartier – ‘Touissant’ seharga seratus lima puluh juta dolar yang sudah direncanakan olehnya selama mendekam di penjara. Debbie kemudian mengajak Lou (Cate Blanchett) untuk turut andil dalam rencananya untuk mencuri kalung berharga tersebut yang ternyata di dalamnya pun ada rencana untuk membalas dendam kepada mantan kekasih yang sebelumnya menjebloskan Debbie ke penjara.

Sayangnya, pengenalan terhadap karakter-karakter lainnya seperti Nine-Ball (Rihanna), Tammy (Sarah Paulson), Constance (Awkwafina), Amita (Mindy Kaling) dan Rose (Helena Bonham Carter) dibuat dalam fase yang cukup panjang dan bertele-tele. “A him gets notice and her, a her gets ignored” menjadi sebuah benang merah besar yang cukup menutupi kebolongan-kebolongan dalam cerita bertele-tele yang telah ditampilkan sebelumnya. Peran Daphne Kluger (Anne Hathaway) pun sangat menyegarkan mata dengan dimasukkannya komedi-komedi ringan yang disampaikan melalui Mindy Kaling dan James Corden diakhir-akhir membuat film ini lebih mudah dicerna oleh mereka yang tidak mengikuti trilogi film sebelumnya.

Is it genetic? Are the whole family like this?” menjadi sebuah petunjuk tambahan. Sepanjang film, penonton dibuat berfikir bahwa Danny Ocean telah meninggal. Apakah benar seperti itu? Karena masih ada lagi satu rencana yang nampaknya belum dilakukan oleh Ocean’s family.

Secara garis besar film ini cukup menyenangkan. Baju-baju yang cantik, perhiasan-perhiasan yang indah ditambah pemeran utama yang cantik-cantik membuat diversion yang menarik dari plot yang kurang padat dan kurang menegangkan. Tentunya dengan plot twist yang sebenarnya dapat sedikit ditebak dari tengah film, why don’t you try watching the movie? At least to see the graceful Anne Hathaway and to laugh a little from Mindy Kaling and Awkwafina.

atamichaella

atamichaella

Life is an experiment. Create a great one!
atamichaella

Latest posts by atamichaella (see all)

  • Fariz Indra

    Sebagai fans dari ocean’s trilogy sebelumnya, at first i was like “meh” but it turns out “not bad, although there are some plothole but alright” apa ya ? Kaya emang ada sedikit yg agak kurang sih, tapi tetep enjoyable menurut gw apalagi munculnya 2 karakter dari film sebelumnya kaya Reuben Tishkoff (Eliot Gould), The Amazing Yen (Shaobo Qin), sempet denger berita juga kalo Linus Caldwell (Matt Damon) harusnya juga muncul tapi scene tentang dia di cut