Home » Dan at The Movies » THE MEG (2018)

THE MEG (2018)

THE MEG: JAWS MEETS DEEP BLUE SEA WITH ADDED DOSE OF STEROIDS

Sutradara: Jon Turteltaub

Produksi: Warner Bros, Gravity Pictures, Flagship Pictures, Di Bonaventura Pictures, Apelles Entertainment, Maeday Productions, 2018

Image: impawards.com

Mungkin banyak sekali referensi dan perkembangan historis yang mesti diulik soal mengapa China sekarang jadi pasar terbesar Hollywood di balik proyek-proyek kolaborasi yang masih terus akan jadi masa depan industrinya di ranah pop. Di sini jugalah perpaduan budaya mereka, Barat dan Asia – meski masih sering berujung sebagai gimmick-gimmick tak penting di film-film yang gampang terlupakan tanpa bisa dipungkiri tetap bisa membanjiri pasar karena masih tergolong laku saat dirilis. Di balik itu, kata kuncinya adalah sebenar-benarnya sebuah racikan formula. Rinse and repeat, daur ulang, apapun sebutannya, apapun jadi selama resepnya bisa bekerja.

The Meg pun berada tak jauh dari pola itu. Tapi pitch-nya memang terdengar luar biasa terlebih buat para geek penyuka racikan genre bertabur referensi. Bayangkan, hiu purbakala raksasa (megalodon) berukuran 75 kaki, tiga kali besar Jaws yang masih jadi standar genre-nya, melawan Jason Statham (lupakan dulu sekelompok ilmuwan dalam pakem karakter ansambelnya yang jelas diisi sebagian oleh aktor-aktor China). Trailer dan promo-promonya yang sudah mengisyaratkan itu meski kebanyakan masih berfokus ke sebuah shark thriller ketimbang menjual nama Statham sudah menggarisbawahi satu kata penting dalam keseluruhan kemasan bernama excitements. So what’s not to like?

Gagal menyelamatkan rekan-rekannya dari serangan hiu raksasa misterius, Jonas Taylor (Jason Statham) yang menyepi di Thailand kembali harus menghadapi traumanya 5 tahun kemudian saat sekelompok ilmuwan di sebuah fasilitas riset bawah laut canggih bernama Mana One kreasi Dr. Zhang (Winston Chao) berhadapan dengan masalah sama dan menempatkan mantan istrinya, Lori (Jesica McNamee) terjebak bersama dua kolega lain, Toshi (Masi Oka) dan The Wall (Ólafur Darri Ólafsson) dalam bahaya. Kembali bergabung dengan dua mantan koleganya; Dr. Heller (Robert Taylor) dan Mac (Cliff Curtis) serta DJ (Page Kennedy), ahli IT Jaxx (Ruby Rose) dan putri Zhang, Suyin (Li Bingbing) berikut cucu kecilnya Meiying (Shuya Sophia; bermain luwes dan menarik sekali di antara ansambel dewasanya), di situlah ia menemukan kenyataan bahwa hiu yang dijuluki The Meg itu adalah hiu purbakala Megalodon yang seharusnya sudah punah. Terpaksa menghadapi The Meg, sayangnya, supervisor riset Jack Morris (Rainn Wilson) juga punya niat terpendam, sementara tanpa terduga, The Meg sudah bergerak menuju pantai umum yang dipenuhi turis. Jonas pun harus memimpin kolega-koleganya yang tersisa menggunakan semua kemampuannya untuk menghentikan The Meg, kalau perlu berhadapan satu lawan satu.

Meski berdasar novel Meg: A Novel of Deep Terror karya Steve Alten, premis bombastis yang dituangkan ke skrip oleh trio Dean Georgaris (Paycheck, Tomb Raider: The Cradle of Life), Jon Hoeber dan Erich Hoeber (RED 2, Battleship) dengan racikan comot formula sana-sini dari ragam subgenre-nya; dari Jaws, Deep Blue Sea, Deep Star Six hingga Jurassic Park ini memang terang-terang mengarah ke blockbuster pop semurni-murninya. Jangan harapkan ada pendalaman karakter, motivasi, akting atau printilan lain yang bisa mengiringi pengisahannya terlebih bahasan sains yang lebih pintar buat alasan mengapa hiu purbakala ini bisa muncul di sana.

Digagas setipis kertas, sambil menyemat gimmick jualan penonton lokal pasar Asia termasuk elemen romansa antara Statham – Bingbing yang cheesy-nya bukan main, tujuannya hanya satu – buat memantik pacuan adrenalin penontonnya. Walau nyaris separuh awalnya berjalan agak terseok-seok, sekali skrip dan pengarahan sutradara Jon Turteltaub (Phenomenon, National Treasure) yang memang lekat dengan pakem blockbuster ke luar menyentuh permukaan laut lepas, The Meg melaju bagai tak terkendali menggelar teror nonstop men vs monsters-nya yang dipenuhi never before seen sequences di genre-nya selagi penggarapan teknis bersama bujet raksasa 150 juta dolar AS-nya juga terbayar penuh di layar.

Terdengar bodoh? Jelas, tapi apa lagi yang diharapkan penonton dari premis yang menghadapkan amukan hiu purbakala raksasa dengan tampilan penuh otot, full steroids dari manusia setangguh Jason Statham? Jaws meets Deep Blue Sea with added dose of steroids, lots of, ini seru dan dahsyat luar biasa! (dan)

danieldokter

danieldokter

Daniel Irawan adalah pemilik situs ini.
danieldokter